alexametrics
Minggu, 27 September 2020
Minggu, 27 September 2020

Honorer Mengadu Ke Sekda

PRAYA-Para guru honorer di Lombok Tengah, kembali turun gunung. Kali ini, mereka menemui Sekda HM Nursiah. Mereka mengusulkan, 753 orang yang mengikuti tes pegawai pemerintah dengan perjanjian kerja (P3K), diterima semua.

“Tolong lah kami Pak Sekda,” harap ketua forum honorer eks kategori dua (K2) Loteng Sahirudin, di Alun-Alun Tastura, Praya, kemarin (7/3).

Bagi Sahirudin, usulan, harapan dan permintaan tersebut, wajar disampaikan ke Pemkab, karena sebagian besar para guru honorer, mengabdi sejak puluhan tahun lamanya. Belum lagi, dari kalangan pegawai. Selama itulah, ada yang tidak mendapatkan apa-apa. Kecuali, ikhlas mendidik para generasi penerus.

Namun pada tahun 2017 lalu, kata Sahirudin baru lah Pemkab mengeluarkan insentif, sebesar Rp 100 ribu per bulan per guru. “Mumpung ada kesempatan P3K ini, mohon kami dibantu,” harapnya lagi.

Senada dikatakan Sekretaris forum honorer eks K2 Loteng Lalu Wawan. Ia melihat, guru tingkat sekolah dasar (SD) dan SMP yang berstatus PNS di Loteng, kekurangan. Pemkab pun mengeluarkan kebijakan formasi CPNS tahun lalu. Hanya saja, yang lulus tidak sesuai harapan.

Sehingga, harap Wawan kenapa tidak kekurangan tersebut, ditutupi melalui para honorer eks K2, yang mengikuti tes P3K. Kalau dirasa kurang, masih banyak lagi para guru honorer di luar sana yang mesih menunggu kebijakan pemerintah. Jumlahnya, mencapai ribuan orang. “Semoga kami diperhatikan,” cetusnya.

 Menanggapi hal tersebut, Sekda Loteng HM Nursiah mengaku tidak bisa mengeluarkan kebijakan apa-apa. Karena sampai sekarang, Pemkab belum mengetahui berapa jumlah kelulusan P3K. Angka 441 yang dianggap lulus tersebut, berdasarkan ambang batas nilai tertinggi atau passing grade.

Kalau pengumuman resminya, lanjut Nursiah belum diterima. Sehingga, belum jelas berapa yang lulus dan berapa yang tidak. “Ini yang kita tunggu,” ujarnya.

Nursiah menekankan, kalau semuanya jelas dan terang benderang, maka bisa saja Pemkab akan bersikap. Jadi, pesannya para guru honorer dimana pun berada, di mohon kesabarannya untuk menunggu. Yang pasti, tidak ada pemerintah di dunia ini, yang ingin melihat warganya sengsara.

“Apalagi, sekelas guru yang dikenal sebagai pahlawan tanpa tanda jasa. Insya Allah,” cetus orang nomor satu dijajaran birokrasi Loteng tersebut.(dss/r2)

- advertisement mobile-

Berita Terbaru

Penataan Kawasan Wisata Senggigi Dimulai

Penataan kawasan wisata Senggigi direalisasikan Dinas Pariwisata (Dispar) Lombok Barat (Lobar). Sayang, dari tujuh proyek dalam perencanaan, hanya lima yang bisa dieksekusi.

LPPOM MUI NTB Target Sertifikasi Halal 125 Usaha Rampung Tahun Ini

”Rinciannya, dari Dinas Perindustrian NTB dan pusat sebanyak 75 usaha, serta Dinas Koperasi Lombok Barat sebanyak 50 usaha,” katanya, kepada Lombok Post, Rabu (23/9/2020).

Solusi BDR Daring, Sekolah Diminta Maksimalkan Peran Guru BK

Jika terkendala akses dan jaringan internet, layanan dilaksanakan dengan pola guru kunjung atau home visit. ”Di sanalah mereka akan bertemu dengan siswa, orang tua, keluarga. Apa permasalahan yang dihadapi, kemudiann dibantu memecahkan masalah,” pungkas Sugeng.

Subsidi Kuota Internet, Daerah Blank Spot di NTB Pertanyakan Manfaat

”Kalau jangkauan towernya luas, tentu ini sangat menunjang sekaligus mendukung pemanfaatan kebijakan pusat,” tandasnya.

Anugerah Pewarta Astra 2020 Kembali Digelar

Astra mengajak setiap anak bangsa untuk menebar inspirasi dengan mengikuti Anugerah Pewarta Astra 2020. ”Di NTB sendiri kami membina warga Kelurahan Dasan Cermen yang merupakan wilayah Kampung Berseri Astra. Harapannya, masyarakat dapat menggambarkan dukungan Astra untuk mewujudkan masyarakat Indonesia yang lebih optimis demi kemajuan dan kesejahteraan bangsa,” ujar Gusti Ayu.

Pilwali Mataram, HARUM satu SALAM dua MUDA tiga BARU empat

Pengundian nomor Pasangan Calon (Paslon) Wali Kota Mataram dan Wakil Wali Kota Mataram berjalan di bawah protokol Pandemi Covid-19 dengan ketat, pukul 19.00 wita-selesai semalam.

Paling Sering Dibaca

Perubahan Sosial di Era Pandemi

KEHADIRAN pandemi Coronavirus Disease 2019 (Covid-19) telah mengubah tatanan dunia dalam waktu singkat. Barangkali juga tidak ada yang pernah membayangkan bahwa pandemi ini akan menyebabkan derita kemanusiaan yang begitu mendalam. Bahkan dalam waktu yang tidak lama, pandemi ini telah menyebar secara cepat dalam skala luas dan menimbulkan banyak korban jiwa.

Bantuan Uang Tunai untuk Warga Terdampak Korona Diperpanjang Sampai Desember

JAKARTA–Pemerintah memutuskan untuk memperpanjang pemberian bansos. Awalnya, bansos hanya diberikan tiga bulan dari April sampai Juni, namun akhirnya diperpanjang hingga Desember 2020. Sehingga, total...

Siswa SMP di Loteng Menikah, Kenal Lewat HP, Pacaran Cuma Empat Hari

Meski belum cukup umur, Suhaimi dan Nur Herawati telah resmi menjadi pasangan suami istri. Bagaimana kisahnya sampai mereka memutuskan menikah? Berikut ulasannya.

Karyawan Swasta Gaji di Bawah 5 Juta Bakal Dapat Bansos Rp 600 Ribu

KONSUMSI masyarakat yang rendah membuat pemerintah memutar otak mencari solusi. Kepala Badan Kebijakan Fiskal (BKF) Kementerian Keuangan (Kemenkeu) Febrio Kacaribu menuturkan, pemerintah tengah memfinalisasi pemberian bansos bagi karyawan non PNS dan BUMN senilai Rp 600 ribu per bulan.

Perkembangan Bahasa Indonesia sebagai Pemersatu Bangsa

Kongres pemuda kedua pada 28 Oktober 1928 menyatakan pengakuan terhadap tumpah darah yang satu, tanah air indonesia; satu bangsa, bangsa Indonesia; dan menjunjung bahasa...
Enable Notifications    Ok No thanks