alexametrics
Minggu, 7 Juni 2020
Minggu, 7 Juni 2020

Bercocok Tanam di Pekarangan, Tak Perlu Beli Sayur, Suplai Tanaman Obat Terjamin

Bertani zaman sekarang tak perlu lahan luas. Pekarangan atau lantai rumah bisa dimanfaatkan menjadi ladang pertanian dengan sistem hidroponik. Cocok bagi warga perkotaan.

ALI ROJAI, Mataram

******************

TANGAN Dede Angsakti begitu cepat mencabut akar tananam kangkung yang ada di green house milik SMKPPN Mataram. Setelah itu ia langsung membersihkan akar kangkung yang dicabut dari media air yang ditaruh dalam pot plastik berisikan air. “Ini banyak dicari,” kata pria yang menjadi guru di SMKPPN Mataram itu.

Sejumlah tanaman kangkung  ditanam di green house ukuran 10×20 meter itu. Tercatat sekitar 30 tanaman kangkung yang hanya akarnya saja terlihat di media air tersebut. Akar kangkung ini kata dia, akan dijual. Sebagai obat ambeien. Jadi, tidak hanya daunnya saja yang bisa dimasak. Namun juga akar tanaman kangkung memiliki khasiat mengobati ambeien. “Barusan orangnya nelpon. Minta akar kangkung lagi,” terang dia.

Akar tanaman kangkung ini terlihat cukup besar. Tidak seperti kangkung dibudidayakan di sawah atau di kali. Tak hanya kangkung, namun jenis sayur atau buah di green house ini lebih besar dibandingkan yang biasanya. “Kalau di sini tidak ada hama. Tidak ada tanaman liar. Jadi buah atau sayur lebih besar ,” ujar pria asli Lombok Tengah ini.

Tak hanya kangkung, namun sayur lainnya seperti seledri, bayam, kacang panjang, mentimun tumbuh dengan subur. Tanaman ini terlihat berbeda. Lebih besar. Kata Dede, teknologi hidroponik bisa memanfaatkan pekarangan rumah. Bahkan di rumah bertingkat bisa digunakan teknologi ini. “Teknologi ini tidak membuat kotor. Hasil panennya juga lebih besar,” ujar pria 25 tahun ini.

Ia mencontohkan tanaman mentimun. Tanaman yang menggunakan media pasir akan lebih besar buahnya dengan mentimun yang ditanam di lahan terbuka. Mentimun tanaman  menjalar. Tinggal ditanam menggunakan media pasir dalam ember maka tanaman ini menjalar. Bahkan buahnya pun lebih besar karena nutrisi terjaga. “Tidak ada tanaman liar di sampingnya untuk berbagi nutrisi. Tidak diganggu tanaman lain,” terang pria lulusan Fakultas Pertanian Universitas Mataram ini.

Banyaknya buah mentimun tergantung dari perawatan. Berapa jumlah bunga maka itulah jumlah mentimun. “Satu tanaman bisa menghasilkan 20 buah satu bulan. Tidak perlu ke pasar cari mentimun,” terangnya.

Teknologi hidropnik cocok di daerah perkotaan. Di Mataram teknik seperti ini sangat cocok. Begitu juga dengan hidroponik NFT (Nutrient Film Technique). Konsep dasar sistem ini adalah mengalirkan nutrisi hidroponik ke akar tanaman secara tipis. Tujuan dari pengaliran secara tipis ini adalah supaya akar tanaman bisa memperoleh asupan air, oksigen, dan nutrisi yang cukup. “Kalau NFT khusus untuk tanaman sawi,” terangnya.

Sistem NFT biasanya kebanyakan digunakan di skala industri. Namun juga digunakan di skala rumahan karena ada air mancur. “Daripada buat taman air mancur, lebih baik buat hidroponik NFT,” tuturnya. (r5/*)

- advertisement mobile-

Berita Terbaru

Gunjingan Tetangga Lebih Menyiksa, Jangan Kucilkan Penderita Korona!

GIRI MENANG-Sebagian orang menganggap Korona sebagai ‘penyakit fitnah’. Sebab, stigma negatif yang selalu disematkan kepada pasien positif Korona maupun eks pasien positif. Atas dasar itu,...

Dampak Korona, Lombok Barat Kehilangan Rp 430 Miliar

GIRI MENANG-Keuangan Pemkab Lombok Barat (Lobar) dibuat babak belur oleh wabah Covid-19. Hal tersebut terungkap dalam Rapat Pimpinan (Rapim) terbatas di Aula Utama Kantor...

Tak Ada Zona Hijau di KLU, Kasus Korona ada di Semua Kecamatan

TANJUNG-Kasus positif Covid-19 di Kabupaten Lombok Utara (KLU) terus bertambah. Total kini 45 kasus, dengan Kecamatan Gangga yang akhirnya pecah telur, sebagai kecamatan yang...

Ahyar Abduh : Perekonomian Mataram Harus Tetap Tumbuh

MATARAM-Mataram ingin perekonomian tetap tumbuh meski pada masa Pandemi Covid-19. ”Kalau semua tutup tentu perekonomian tidak jalan,” kata Wali Kota Mataram H Ahyar Abduh.   Ia...

Restoran New Bebek Ijo Ibu Fenny G Siapkan Undian Berhadiah

MATARAM-Restoran New Bebek Ijo Ibu Fenny G outlet Lombok Epicentrum Mall (LEM) mengadakan undian berhadiah mulai Jumat (5/6) kemarin. ”Promo ini salah satu usaha...

Sabtu, Korona NTB Tembus 808 Kasus, 101 Anak-anak, 38 Manula, 22 Meninggal Dunia

MATARAM—Upaya memulai tatanan baru new normal masih mendapat hambatan dari terus melonjaknya angka penularan positif koroona di NTB. Sabtu (6/6) kasus korona di NTB...

Paling Sering Dibaca

Cek Korona di Mataram, Biaya Rapid Test Rp 400 Ribu, Swab Rp 1.250.000

MATARAM-Di masa New Normal, hasil rapid test dan swab sangat dibutuhkan. Misalnya jika Anda ingin bepergian dengan menggunakan pesawat. Padahal, biaya untuk rapid test dan...

Naik Pesawat di Masa Korona, Ini Dokumen yang Harus Dibawa!

MATARAM-Pembatasan penerbangan komersial diperpanjang hingga 7 Juni. Dengan demikian penumpang pesawat domestik wajib melengkapi sejumlah dokumen untuk bisa terbang. ”Semua syarat itu harus dipenuhi calon...

Direktur RSUD Mataram Dorong Masjid dan Mall Dibuka, Warga Bahagia Bisa Lawan Korona

MATARAM— Di tengah meningkatnya penyebaran virus korona Direktur RSUD Kota Mataram dr Lalu Herman Mahaputra justru meminta sejumlah aktivitas publik tetap dibuka seperti biasa. Ketika...

Siap-siap, Pendaftaran CPNS Lulusan SMA Dibuka 1 Juni

JAKARTA–Pemerintah mengumumkan tahun ini bakal membuka seleksi CPNS baru untuk lulusan SMA sederajat melalui jalur sekolah kedinasan. Kuotanya belum ditetapkan. Politeknik Keuangan Negara STAN,...

NTB Coba-coba “New Normal”, Mulai dari Masjid dan Pusat Perbelanjaan

MATARAM-Tidak ada daerah di NTB layak new normal. Dari 102 daerah yang dipersilakan pemerintah pusat menerapkan New Normal, tak ada satu pun daerah dari...