alexametrics
Sabtu, 19 September 2020
Sabtu, 19 September 2020

Jadi Hub AirAsia, Bandara Lombok Akan Beroperasi 24 Jam

PRAYA-Lombok International Airport akan beroperasi 24 jam. Hal ini menyambut LIA yang akan menjadi hub AirAsia. General Manajer PT Angkasa Pura I LIA Nugroho Jati pada Lombok Post, kemarin (7/2) mengungkapkan, saat hub AirAsia sudah berjalan, penerbangan terakhir AirAsia akan mendarat di LIA pukul 02.00 Wita.

“Ini sedang kita ajukan ke Kementerian Perhubungan,” kata Jati.

Jati sendiri memastikan, bahwa AirAsia akan menempatkan dua pesawat di LIA. Pesawat tersebut jenis Airbus A320 yang bisa mengangkut 180 penumpang.

            Hub atau stasiun penghubung AirAsia di LIA ini akan menjadi kelima di Indonesia, setelah Jakarta, Surabaya, Medan dan Bali. Melayani penerbangan dari dan tujuan LIA-Perth Australia, Jogjakarta, Bali dan Kuala Lumpur.

Kapan pun hub dibuka, tekan Jati AP I LIA siap-siap saja. Baik menyangkut fasilitas, sarana dan prasarana, hingga sumber daya manusia. Tujuannya, seluruh pelayanan penerbangan dan penumpang dapat dijalankan dengan cepat. Sekarang tinggal bagaimana, bersama-sama mempromosikan pariwisata daerah, sehingga kunjungan wisatawan bertambah.

            “Kita bersyukur, semua stakeholder mendukung. Salah satunya, Imigrasi,” sanjung Jati.

            Informasi dari manajemen AirAsia, rencana hub tersebut akan mulai dibuka akhir Februari ini. Namun, belakangan beredar informasi, bahwa rencana tersebut sepenuhnya baru akan terwujud pada Mei 2019.

Klarifikasi Delay AirAsia

Sementara itu, pada saat yang sama, Jati angkat bicara menyangkut penerbangan internasional AirAsia. Dia menegaskan, tidak ada pihak mana pun, yang sengaja menunda-nunda jadwal penerbangan.

            Penerbangan AirAsia memang mesti menunggu pemeriksaan penumpang yang baru datang. Sebab, sesuai aturan, jika ada wisatawan asing yang ditolak masuk ke Indonesia, maka wisatawan tersebut harus kembali dengan pesawat yang sama.

            Penegasan ini disampaikan General Manager (GM) PT AP I LIA Nugroho Jati. Dia mengungkapkan, permasalahan yang dihadapi AirAsia AK307, tujuan Kuala Lumpur bukan delay. Melainkan Standar Operasional Prosedur (SOP) Kantor Imigrasi Mataram memang seperti itu.

Dijelaskannya, begitu penumpang turun, mereka akan melewati pemeriksaan dokumen paspor. Pesawat, harus menunggu terlebih dahulu proses itu.

            SOP nya, per satu orang penumpang menghabiskan waktu 1 menit. Kala itu, jumlah penumpang sebanyak 172 orang. Mereka kebanyakan wisatawan asing. Kalau dikalikan 1 menit, maka menghabiskan waktu selama 172 menit. Tapi, tekan Jati Imigrasi mampu menyelesaikannya, dalam waktu 30 menit saja.

            “Sehingga, bisa menghemat 142 menit,” kata Jati didampingi Kepala Imigrasi Mataram Kurniadie pada Lombok Post, di ruang kerjanya, kemarin (7/2).

            AP I LIA dan Imigrasi, terangnya berusaha menekan kembali panjangnya antrean. Dengan cara, menambah petugas Imigrasi, konter dan fasilitas pendukung. Sehingga, berapa pun jumlah penumpang kedatangan internasional, bisa dengan cepat diperiksa dokumen paspor nya. Termasuk, penumpang keberangkatan. Itu mulai diberlakukan, Rabu (6/2) lalu.

            Langkah tersebut, sebagai upaya dukungan AP dan Imigrasi, serta pemangku kepentingan lainnya, meningkatkan kunjungan wisatawan di NTB, menuju NTB bangkit.

Jati menambahkan, kalau warga negara Indonesia (WNI) tidak perlu input data seperti warga negara asing (WNA). Tujuan dari itu semua, jika petugas Imigrasi menemukan masalah dokumen paspor WNA bersangkutan, maka hari itu juga mereka dikembalikan ke negaranya, dengan maskapai yang sama.

“Kalau menunggu besok, maka mereka akan dikenai sanksi, sesuai Undang-undang Nomor 6 tahun 2011,” sambung Kepala Imigrasi Mataram Kurniadie.

Prinsipnya, kata Kurniadie Imigrasi terus berupaya memberikan pelayanan terbaik dan prima di bandara. Tidak ada yang mempersulit, apalagi sampai ada kata dipaksa pesawat delay. Jika petugas dan konter kurang, maka ditambah. Jika dirasa lama, maka akan dipersingkat. (dss/JPG/r8)

- advertisement mobile-

Berita Terbaru

Siswa SMP di Loteng Menikah, Kenal Lewat HP, Pacaran Cuma Empat Hari

Meski belum cukup umur, Suhaimi dan Nur Herawati telah resmi menjadi pasangan suami istri. Bagaimana kisahnya sampai mereka memutuskan menikah? Berikut ulasannya.

Proyek Pasar ACC Ampenan Terancam Molor

Pengerjaan konstruksi fisik Pasar ACC Ampenan masih dalam proses sanggah. Belajar dari pengalaman tahun lalu, Dinas Perdagangan (Disdag) Kota Mataram tidak ingin gegabah mengerjakan proyek yang anggarannya dari Kementerian Perdagangan itu. “Kita tidak ingin kejadian seperti  tahun lalu di Pasar Cakarenagara. Molor,” kata Kepala Disdag Kota Mataram H Amran M Amin, kemarin (18/9).

Saat Pandemi, Anak 14 Tahun di Mataram Nikah Dini

Fenomena pernikahan usia anak masih terjadi di Kota Mataram. Seperti yang terjadi di Kelurahan Karang Baru pekan lalu. AA, perempuan usia 14 tahun juga memilih menikah dengan IW, 20 tahun warga kelurahan Selagalas. Keduanya enggan dipisahkan dengan alasan cinta.

Kasus Korona di Mataram Kembali Meningkat

Tren kasus Covid-19 dalam sepekan terakhir mengalami peningkatan. Terjadi penambahan kasus tiap hari. “Biasanya kasus baru positif satu, dua. Tapi tadi malam sepuluh orang yang positif,” kata Juru Bicara Gugus Tugas Penanganan Covid-19 Kota Mataram I Nyoman Suwandiasa, kemarin (17/9).

TGB Minta Kasus Penusukan Syaikh Ali Jaber Diusut Tuntas

Mantan Gubernur NTB yang juga ulama TGB M Zainul Majdi menyinggung kasus penusukan terhadap salah satu ulama nasional Syaikh Ali Jaber. Menurutnya, di balik kasus penusukan ini, ada upaya untuk memecah belah umat dan bangsa Indonesia.

Kampung Sehat NTB Jadi Energi Baru Penanganan Covid-19

Program Kampung Sehat yang diinisiasi Polda NTB mendapat sambutan hangat dari masyarakat dan telah memberi dampak nyata pada upaya memutus mata rantai penyebaran Covid-19. Wakil Gubernur NTB Hj Sitti Rohmi Djalilah pun tak sungkan memberikan apresiasi yang tinggi pada Polda NTB atas program inovatif ini.

Paling Sering Dibaca

Di Tengah Pandemi Korona, Dua Murid SMP di Lombok Tengah Menikah

Saat sekolah tak kunjung dibuka karena Pandemi Korona dua pelajar SMP di Lombok Tengah memilih untuk melangsungkan pernikahan Sabtu (12/9) lalu. Mereka adalah Suhaimi, kelas 2 SMP asal  Desa Pengenjek, Kecamatan Pringgarata menikahi Nur Herawati, kelas 1 SMP.

Perubahan Sosial di Era Pandemi

KEHADIRAN pandemi Coronavirus Disease 2019 (Covid-19) telah mengubah tatanan dunia dalam waktu singkat. Barangkali juga tidak ada yang pernah membayangkan bahwa pandemi ini akan menyebabkan derita kemanusiaan yang begitu mendalam. Bahkan dalam waktu yang tidak lama, pandemi ini telah menyebar secara cepat dalam skala luas dan menimbulkan banyak korban jiwa.

Bantuan Uang Tunai untuk Warga Terdampak Korona Diperpanjang Sampai Desember

JAKARTA–Pemerintah memutuskan untuk memperpanjang pemberian bansos. Awalnya, bansos hanya diberikan tiga bulan dari April sampai Juni, namun akhirnya diperpanjang hingga Desember 2020. Sehingga, total...

Hari Pertama Razia Masker di NTB, Pemda Kumpulkan Denda Rp 9,1 Juta

Sebanyak 170 orang tidak menggunakan masker terjaring razia di hari pertama penerapan sanksi denda bagi pelanggar protokol kesehatan di seluruh NTB, kemarin (14/9). Dari para pelanggar di semua titik operasi ini, Badan Pendapatan Daerah NTB pun mengumpulkan uang sebesar Rp 9,1 juta.

Karyawan Swasta Gaji di Bawah 5 Juta Bakal Dapat Bansos Rp 600 Ribu

KONSUMSI masyarakat yang rendah membuat pemerintah memutar otak mencari solusi. Kepala Badan Kebijakan Fiskal (BKF) Kementerian Keuangan (Kemenkeu) Febrio Kacaribu menuturkan, pemerintah tengah memfinalisasi pemberian bansos bagi karyawan non PNS dan BUMN senilai Rp 600 ribu per bulan.
Enable Notifications    Ok No thanks