alexametrics
Senin, 21 September 2020
Senin, 21 September 2020

Pascagempa, Perekonomian NTB Sulit Kembali Pulih

Perekonomian NTB belum benar-benar pulih. Pertumbuhan ekonomi 2019 di bawah target. Realisasi investasi pun jeblok. Masih sulit bagi NTB bangkit pascagempa 2018.    

—————-

Badan Pusat Statistik (BPS) NTB merilis pertumbuhan ekonomi Bumi Gora sepanjang 2019 mentok di angka 4,01 persen. Realisasi ini masih di bawah target sebesar 5 persen. Pemda harus bekerja lebih keras untuk mendongkrak pertumbuhan ekonomi tahun ini.

Tapi bila dibandingkan tahun sebelumnya, angka 4,01 persen tidak terlalu buruk. Sebab tahun 2018 pertumbuhan ekonomi anjlok hingga -4,46 persen. ”Artinya ada kenaikan 8 persen,” kata Kepala BPS NTB Suntono.

Dia menyebut, sumber pertumbuhan tertinggi tahun 2019 adalah konstruksi 1,25 poin, perdagangan 0,90 poin, pertanian 0,36 poin. ”Hampir seluruh sektor
mengalami pertumbuhan hanya penyediaan akomodasi dan makan minum yang memberikan kontraksi -0,08 persen,” katanya.

Asisten II Setda NTB H Ridwan Syah mengakui, pertumbuhan ekonomi belum mencapai target. ”Tapi sebenarnya sudah membaik,” katanya.

Ia menilai, pertumbuhan belum capai target karena beberapa hal, antara lain konsumsi pemerintah kecil, hanya 1,89 persen. ”Belanja APBD kita naik cuma tidak banyak,” katanya.

Padahal pengaruhnya terhadap pertumbuhan mencapai 15 persen. APBD NTB 2019 naik, dari Rp 5,2 triliun 2018 menjadi Rp 5,4 triliun. Kenaikan itu tidak signifikan sehingga daya dongkrak untuk perekonomian juga kurang.

”Walau realisasi belanja 100 persen tetapi kecil dongkrakannya,” kata matan Kepala Bappeda NTB itu.

Kemudian kontribusi sektor pertanian tahun lalu kecil, hanya 1,51 persen. Padahal kontribusi pertanian untuk pertumbuhan ekonomi mencapai 61,43 persen. ”Itu karena musim kemarau panjang sehingga produksi kita kecil,” katanya.

Target realisasi investasi juga jauh dari target. Dari Rp 16 triliun yang direncanakan, yang terealisasi hanya Rp 10,02 triliun. Jauh lebih baik dibandingkan 2018, meski gempa realisasi investasi mencapai Rp 15 triliun. ”Ini mempengaruhi capaian target pertumbuhan ekonomi kita,” katanya.

Menurutnya, secara nasional realisasi investasi rendah. Realisasi investasi hanya 58 persen. ”NTB termasuk yang tidak tercapai,” katanya.

Pemerintah mengharapkan belanja investasi lebih besar, sebab kemampuan belanja APBD masih kecil. ”Tapi realisasinya jauh dari harapan,” katanya.

Menurunnya investasi disebabkan sepanjang 2019 masih masa rehabilitasi dan rekonstruksi. Sehingga para investor menunda rencana investasinya. ”Mandalika yang diharapkan juga belum berpengaruh signifikan,” katanya.

Karena itu, pemprov akan menggenjot industrialisasi untuk meningkatkan nilai tambah produk asal NTB. ”Ini berkaitan dengan pertumbuhan investasi,” katanya.

Agar bisa tumbuh 5-6 persen, ada beberapa hal yang perlu dilakukan pemerintah, antara lain menggenjot sektor pertanian dalam arti luas. Pertanian mencakup bidang pertanian, peternakan, perikanan, dan perkebunan. ”Sektor hulu harus bisa tumbuh lebih baik,” katanya.

Ditambah dengan industri pengolahan hasil pertanian. ”Semakin banyak dan memberikan nilai tambah ekonomi akan tumbuh,” katanya.

Kemudian menggenjot industri pariwisata. ”Kita fokus pada wisatawan domestik karena wisman sedang lesu karena virus Korona,” katanya.

Menurut Kepala Bank Indonesia (BI) Perwakilan NTB Achris Sarwani, menurunnya ekonomi NTB terjadi karena beberapa faktor. “Dampak ini tidak lepas dari pengaruh gempa bumi 2018 lalu,” ujarnya.

Dari beberapa faktor yang mempengaruhi menurunnya ekonomi NTB sepanjang 2019. Sektor investasi jadi salah satu item yang sangat berdampak.

Target realisasi investasi yang tidak tercapai sepanjang 2019 dinilai Achris bisa disebabkan karena beberapa hal. “Faktor internal calon investornya, maupun kondisi di lapangan,” jelasnya.

Ia menjabarkan, khusus faktor internal, preferensi investor bisa saja berubah-ubah. Terutama, ketika melihat perkembangan terkni dan prospek kedepannya ekonomi NTB, nasional, maupun global.

Sementara itu, faktor eksternal, bisa terjadi karena hambatan realisasi di lapangan. Misalnya, saat kondisi lokasi atau lahan proyek yang masih belum clean and clear. Hambatan teknis lainnya ada pada, dampak perkembangan prospek ekonomi global/nasional.

“Intinya, jika saja di 2019 kemarin realisasi investasi lebih besar. maka pertumbuhan ekonomi kita bisa lebih besar,” jawabnya.

BI NTB mencatat sisi permintaan pada sektor investasi menurun secara tahunan (yoy). Yakni, 3,35 persen.

Ketua Indonesia Hotel General Manager Association (IHGMA) NTB Ernanda Agung D menilai, dampak gampa bumi 2018 lalu sangat terasa bagi dunia perhotelan.

“Kalau biasanya, di akhir tahun kita bisa tutup okupansi di angka 80 persen bahkan lebih. Tapi akhir 2019 hanya kisaran 50-60 persen, baik hotel maupun villa,” tutur pria yang juga General Manager (GM) Golden Palace Hotel Lombok tersebut.

Tak hanya pelaku hotel saja, para pelaku Usaha Mikro Kecil dan Menengah (UMKM) di Lombok masih merasakan dampak akibat gempa bumi. Salah satunya, pada pusat oleh-oleh.

“Ya, masih segitu-gitu saja. Sepi,” kata Wulandari, salah satu karyawan oleh-oleh yang ada di Senggigi, Lombok Barat (Lobar).

Menurutnya, minat wisatawan, khususnya wisatawan domestik untuk berbelanja tak begitu besar.

“Ada pergerakan memang, tapi tidak signifikan jika dibandingkan tahun-tahun sebelumnya,” pemilik usaha oleh-oleh khas Lombok TaponA Food Hj Zaenab. (ili/tea/r5)

- advertisement mobile-

Berita Terbaru

Ada Apa dengan Pulau-pulau Kecil?

SAYA diundang oleh Ketua LPPM Unram, Dr. Muhammad Ali dalam diskusi untuk merevisi Rencana Induk Penelitian Universitas Mataram lima tahun ke depan. Salah satu bagian yang cukup alot diskusinya adalah ketika mendiskusikan fokus penelitian di Unram. Mengapa harus ada fokus?

Penyuntikan Vaksin Korona Untuk Warga Dimulai Januari 2021

Pemerintah telah bekerja sama dengan Uni Emirat Arab dan mendapatkan vaksin untuk Covid-19 sebanyak 20 juta dosis. Rencananya, vaksin mulai didistribusikan pada Desember.

Kampung Sehat, Warga Desa Setanggor Semangat Gotong Royong

GAIRAH warga Desa Setanggor, Kecamatan Praya Barat sedang menggebu-gebu untuk mewujudkan lingkungan mereka yang bersih dan sehat. Karena itu, jangan heran manakala menemukan semangat gotong royong masyarakat di desa ini sangat tinggi.

Satu Gerakan, Warga Desa Kuripan Lawan Penyebaran Covid-19

Warga Desa Kuripan kian konsisten menerapkan protokol kesehatan. Apalagi setelah berhasil menyabet juara pertama untuk tingkat kabupaten di lomba Kampung Sehat. Sederet inovasi pun telah disiapkan Desa Kuripan.

Simulasi KBM Tatap Muka SMA Sederajat di NTB Pekan Kedua Dimulai

Simulasi KBM tatap muka untuk SMA sederajat di NTB memasuki pekan kedua. ”Sambil kami tetap memantau perkembangan penyebaran Pandemi Virus Korona,” kata Kepala Dinas Dikbud NTB H Aidy Furqan, pada Lombok Post, Minggu (20/9/2020).  

Mendikbud Pastikan Wacana Penghapusan Mapel Sejarah Hoaks

”Tidak ada sama sekali kebijakan regulasi atau perencanaan penghapusan mata pelajaran sejarah di kurikulum nasional,” tegas dia.

Paling Sering Dibaca

Perubahan Sosial di Era Pandemi

KEHADIRAN pandemi Coronavirus Disease 2019 (Covid-19) telah mengubah tatanan dunia dalam waktu singkat. Barangkali juga tidak ada yang pernah membayangkan bahwa pandemi ini akan menyebabkan derita kemanusiaan yang begitu mendalam. Bahkan dalam waktu yang tidak lama, pandemi ini telah menyebar secara cepat dalam skala luas dan menimbulkan banyak korban jiwa.

Siswa SMP di Loteng Menikah, Kenal Lewat HP, Pacaran Cuma Empat Hari

Meski belum cukup umur, Suhaimi dan Nur Herawati telah resmi menjadi pasangan suami istri. Bagaimana kisahnya sampai mereka memutuskan menikah? Berikut ulasannya.

Bantuan Uang Tunai untuk Warga Terdampak Korona Diperpanjang Sampai Desember

JAKARTA–Pemerintah memutuskan untuk memperpanjang pemberian bansos. Awalnya, bansos hanya diberikan tiga bulan dari April sampai Juni, namun akhirnya diperpanjang hingga Desember 2020. Sehingga, total...

Film MOHAN, Ini Dia Official Teasernya

Rumah Produksi Warna tengah merampungkan pembuatan film MOHAN. Film bergenre drama remaja tersebut tengah memasuki fase shooting. Namun demikian sebagai bocoran Warna telah meluncurkan cuplikan Official Teaser nya.

Di Tengah Pandemi Korona, Dua Murid SMP di Lombok Tengah Menikah

Saat sekolah tak kunjung dibuka karena Pandemi Korona dua pelajar SMP di Lombok Tengah memilih untuk melangsungkan pernikahan Sabtu (12/9) lalu. Mereka adalah Suhaimi, kelas 2 SMP asal  Desa Pengenjek, Kecamatan Pringgarata menikahi Nur Herawati, kelas 1 SMP.
Enable Notifications    Ok No thanks