alexametrics
Minggu, 7 Juni 2020
Minggu, 7 Juni 2020

Program Waste to Energy di Kota Mataram Tertunda Gara-gara Korona

MATARAM-Rencana mewujudkan sampah jadi energi di Kota Mataram tertunda. Penyebabnya karena virus Korona. ”(Wali Kota ) batal ke Taiwan. Rencananya mau ke sana untuk kerja sama,” kata Asisten II Setda Kota Mataram H Mahmuddin Tura, kemarin.

Tujuan Pemkot Mataram, Taiwan, menjadi salah satu negara yang terkena Korona. Wali Kota Mataram beserta jajarannya tak inign ambil risiko. Karena itu, kepergian mereka dibatalkan. “Kita memang maunya cepat, apalagi ini soal sampah. Tapi kalau soal begini, mau bagaimana lagi,” tutur mantan Kadis PUPR ini.

Rencananya, kerja sama dengan Taiwan berkaitan dengan pengolahan sampah menggunakan teknologi. Mengubah sampah menjadi energi atau waste to energy. Kebutuhan tersebut, dinilai urgent untuk persoalan sampah di Kota Mataram.

Kata Mahmuddin, jika ingin menyelesaikan sampah dengan cepat, caranya bisa dengan insinerasi. Bisa saja dengan pemilahan, tapi membutuhkan waktu sangat lama. Sementara pertumbuhan sampah tak bisa dibendung.

”Sekarang saja produksi sampah lebih dari 300 ton per hari. Lima tahun ke depan, bisa ribuan ton,” ujarnya.

Untuk mengolah sampah dengan maksimal, dibutuhkan lahan seluas dua hektare. Karena itu, tempat pembuangan sampah terpadu (TPST) yang ada di Kecamatan Sandubaya, rencananya akan direlokasi.

Mahmuddin mengatakan, tidak mungkin membangun insenerator di lahan TPST yang sekarang. “Terlalu kecil. Makanya akan kita relokasi. Sudah ada persetujuan. Tinggal nanti seperti apa kerja sama dengan Taiwan,” kata Mahmuddin.

Kepala Dinas Lingkungan Hidup (DLH) M Nazaruddin Fikri mengatakan, ada beberapa opsi yang diajukan DLH. Terkait keberadaan TPST.

Jika menggunakan dana APBD, TPST yang sekarang rencananya diberi atap. Agar petugas kebersihan bisa bekerja siang malam. Juga untuk mengurangi pembusukan sampah dengan cepat.

”Kedua, kita ajukan pihak ketiga yang membeli. Nanti uangnya bisa digunakan untuk membeli tanah lain. Untuk TPST juga,” kata Nazaruddin.

Mengenai relokasi TPST, sudah ada persetujuan lisan dari Wali Kota, Wakil Wali Kota, dan Sekda. Hanya saja, tidak semudah itu. Pemkot masih harus memenuhi sejumlah kriteria. Seperti lahan.

”Kalau sudha ada, cocok tidak dengan RTRW. Jangan sampai melanggar. Pasti kita setuju. Tapi sementara menunggu relokasi, aktivitas TPST tetap berjalan seperti biasa,” ujarnya.

Sekarang ini, DLH berusaha agar di TPST tidak terjadi penumpukan sampah. Sarana pengangkut seperti truk dan petugas kebersihan, dikerahkan DLH. ”Kalau lagi menumpuk, kita kerahkan lebih dari 10. Jamnya juga kita tambahkan. Termasuk nanti menambah jumlah alat berat di sana,” sebut Nazaruddin.

Sambil menunggu keputusan dari pimpinan. Terkait inovasi pengolahan sampah yang lebih efisien, pola penanganan sampah tidak berubah. Dengan cara kumpulkan, angkut, lalu buang.

Katanya, TPST dimanfaatkan dua kecamatan, Cakranegara dan Sandubaya, untuk membuang sampah. Armada yang sekarang tentu masih kurang. Karena itu, di triwulan ketiga, DLH rencananya menambah satu alat berat.

”Penduduk dua kecamatan ini kan banyak. Di sana juga ada pasar induk, banyak kegiatan ekonominya, ditambah lagi wilayah perbatasan,” jelas Nazaruddin.

Sementara itu, petugas kebersihan di TPST Ivan mengatakan, kendaraan yang boleh masuk di TPST hanya roda tiga. Mobil maupun truk dilarang membuang sampah di sini. ”Aturannya memang sudah begitu. Sampah dari roda tiga itu juga asalnya dari sampah yang tercecer, yang tidak terangkut truk,” katanya. (dit/r3)

- advertisement mobile-

Berita Terbaru

Gangguan Jiwa, Lima Pasien RSJ Selagalas Positif Korona

MATARAM-Virus korona (covid-19) menyerang semua orang, tanpa terkecuali. Termasuk orang dengan gangguan jiwa (ODGJ). ”Siapa bilang orang gangguan jiwa kebal virus korona, buktinya lima...

Pesta Narkoba, Dua Lelaki dan Tiga Perempuan Ditangkap di Batulayar

GIRI MENANG-Lima warga digerebek tim Satres Narkoba Polres Lobar usai "pesta" narkoba di salah satu hotel di Batulayar, Kamis (4/6) lalu. Mereka terdiri dari...

Gunjingan Tetangga Lebih Menyiksa, Jangan Kucilkan Penderita Korona!

GIRI MENANG-Sebagian orang menganggap Korona sebagai ‘penyakit fitnah’. Sebab, stigma negatif yang selalu disematkan kepada pasien positif Korona maupun eks pasien positif. Atas dasar itu,...

Dampak Korona, Lombok Barat Kehilangan Rp 430 Miliar

GIRI MENANG-Keuangan Pemkab Lombok Barat (Lobar) dibuat babak belur oleh wabah Covid-19. Hal tersebut terungkap dalam Rapat Pimpinan (Rapim) terbatas di Aula Utama Kantor...

Tak Ada Zona Hijau di KLU, Kasus Korona ada di Semua Kecamatan

TANJUNG-Kasus positif Covid-19 di Kabupaten Lombok Utara (KLU) terus bertambah. Total kini 45 kasus, dengan Kecamatan Gangga yang akhirnya pecah telur, sebagai kecamatan yang...

Ahyar Abduh : Perekonomian Mataram Harus Tetap Tumbuh

MATARAM-Mataram ingin perekonomian tetap tumbuh meski pada masa Pandemi Covid-19. ”Kalau semua tutup tentu perekonomian tidak jalan,” kata Wali Kota Mataram H Ahyar Abduh.   Ia...

Paling Sering Dibaca

Cek Korona di Mataram, Biaya Rapid Test Rp 400 Ribu, Swab Rp 1.250.000

MATARAM-Di masa New Normal, hasil rapid test dan swab sangat dibutuhkan. Misalnya jika Anda ingin bepergian dengan menggunakan pesawat. Padahal, biaya untuk rapid test dan...

Naik Pesawat di Masa Korona, Ini Dokumen yang Harus Dibawa!

MATARAM-Pembatasan penerbangan komersial diperpanjang hingga 7 Juni. Dengan demikian penumpang pesawat domestik wajib melengkapi sejumlah dokumen untuk bisa terbang. ”Semua syarat itu harus dipenuhi calon...

Direktur RSUD Mataram Dorong Masjid dan Mall Dibuka, Warga Bahagia Bisa Lawan Korona

MATARAM— Di tengah meningkatnya penyebaran virus korona Direktur RSUD Kota Mataram dr Lalu Herman Mahaputra justru meminta sejumlah aktivitas publik tetap dibuka seperti biasa. Ketika...

Siap-siap, Pendaftaran CPNS Lulusan SMA Dibuka 1 Juni

JAKARTA–Pemerintah mengumumkan tahun ini bakal membuka seleksi CPNS baru untuk lulusan SMA sederajat melalui jalur sekolah kedinasan. Kuotanya belum ditetapkan. Politeknik Keuangan Negara STAN,...

NTB Coba-coba “New Normal”, Mulai dari Masjid dan Pusat Perbelanjaan

MATARAM-Tidak ada daerah di NTB layak new normal. Dari 102 daerah yang dipersilakan pemerintah pusat menerapkan New Normal, tak ada satu pun daerah dari...