alexametrics
Sabtu, 19 September 2020
Sabtu, 19 September 2020

Zainal Tewas, Empat Polisi Diperiksa

MATARAM-Tewasnya Zaenal Abidin berbuntut panjang. Polda NTB mulai bertindak. Empat anggota polisi yang dduga terlibat dalam tindak kekerasan terhadap  warga Tunjang Lauk, Paokmotong, Masbagik itu diperiksa Bidpropam Polda NTB.

Kapolda NTB Irjen Pol Nana Sudjana mengatakan, pihaknya sudah membentuk tim investigasi. Hal  ini guna mendalami fakta sebenarnya. ”Kalau yang benar kita katakan benar,” kata Nana saat jumpa pers di Mapolda NTB, kemarin (9/9).

Dia sudah memanggil anggota yang bertugas saat itu. Mereka diperiksa di Bidpropam. ”Sekarang masih dilakukan pemeriksaan,” ucapnya.

Ada empat anggota yang saat ini diperiksa. Mereka adalah anggota yang saat itu sedang berjaga. ”Sementara empat orang anggota kita periksa dulu,” ucapnya.

Kapolda berjanji tidak akan menutup nutupi hasil pemeriksaan. Polda NTB akan memberikan keterangan sesuai fakta dan bukti yang dikumpulkan. ”Saya memposisikan kasus ini  yang benar adalah benar,” tegasnya.

 Nana membeberkan kronologis terjadinya pemukulan. Pada Kamis pagi (5/9) lalu, Ihsan (keponakan Zainal Abidin) terjaring operasi Patuh Gatarin di Selong, Lotim. Sekitar pukul 20.20 Wita, Zainal Abidin datang bersama Ihsan ke Kantor Satlantas. “Saat datang ke kantor pun mereka melawan jalur,” ucapnya.

Setibanya di Mapolres, Zainal meminta motornya dikembalikan dengan nada keras. Saat itu, Aipda Wayan Merta Subagia dan Bripka Nuzul Huzaen sedang melaksanakan tugas piket. ”Nuzul langsung menegur yang bersangkutan,” bebernya.

Menurut polisi  Zainal langsung melayangkan hantaman ke pipi kiri  Nuzul. Sehingga terjadi  baku hantam.

Aipda I Wayan Merta Subagia mencoba melerai. Tetapi, Zainal cukup kuat dan menyerang Wayan dan Nuzul. Selanjutnya, datang dua anggota melerai.

Tak bisa juga dilerai. Hingga Zainal menggigit jari Nuzul. Empat anggota itu pun berhasil melumpuhkan Zainal.  ”Ya, ada pemukulan empat anggota. Mereka melakukan pemukulan untuk melindungi diri,” bebernya.

Selanjutnya Zainal dibawa  ke Ruang Reskrim untuk menjalani pemeriksaan.”Saat akan diperiksa, Zainal tiba-tiba terjatuh dari kursi,” klaim kapolda.

Dari ruang pemeriksaan Zainal  dibawa ke RSUD R Soedjono Selong. Dia mendapatkan perawatan. ”Dinyatakan meninggal pada Sabtu dini hari,” bebernya.

 Sementara itu, ayahnya Zainal,  Sahabudin mengatakan, ia tidak mengetahui secara pasti apa yang terjadi dengan puteranya. “Apa yang terjadi di sana saya tidak tahu. Tapi saya lihat anak saya babak belur,” kata Sahabudin atau yang akrab disapa Amaq Ani, kemarin (8/9).

Dia menjelaskan, pihaknya memang tidak ingin memperpanjang perkara tersebut.

Akan tetapi, ia meminta agar anggota polisi yang mengakibatkan luka serius pada kepalanya diproses secara hukum juga. “Saya orang tidak tahu apa-apa. Jadi saya serahkan kepada bapak-bapak (polisi) di sana,” jelasnya.

Sahabudin juga mengaku telah mendapat uang tali asih dari Polres Lotim sebesar Rp 32 juta. Hal itu menurutnya tidak bisa mengembalikan nyawa, tapi semua keluarga sudah sepakat untuk tidak melanjutkan perkara tersebut. “Memang sudah jalan takdirnya juga putera saya yang memiliki kekurangan,” pungkasnya. (arl/tih/r2)

- advertisement mobile-

Berita Terbaru

Siswa SMP di Loteng Menikah, Kenal Lewat HP, Pacaran Cuma Empat Hari

Meski belum cukup umur, Suhaimi dan Nur Herawati telah resmi menjadi pasangan suami istri. Bagaimana kisahnya sampai mereka memutuskan menikah? Berikut ulasannya.

Proyek Pasar ACC Ampenan Terancam Molor

Pengerjaan konstruksi fisik Pasar ACC Ampenan masih dalam proses sanggah. Belajar dari pengalaman tahun lalu, Dinas Perdagangan (Disdag) Kota Mataram tidak ingin gegabah mengerjakan proyek yang anggarannya dari Kementerian Perdagangan itu. “Kita tidak ingin kejadian seperti  tahun lalu di Pasar Cakarenagara. Molor,” kata Kepala Disdag Kota Mataram H Amran M Amin, kemarin (18/9).

Saat Pandemi, Anak 14 Tahun di Mataram Nikah Dini

Fenomena pernikahan usia anak masih terjadi di Kota Mataram. Seperti yang terjadi di Kelurahan Karang Baru pekan lalu. AA, perempuan usia 14 tahun juga memilih menikah dengan IW, 20 tahun warga kelurahan Selagalas. Keduanya enggan dipisahkan dengan alasan cinta.

Kasus Korona di Mataram Kembali Meningkat

Tren kasus Covid-19 dalam sepekan terakhir mengalami peningkatan. Terjadi penambahan kasus tiap hari. “Biasanya kasus baru positif satu, dua. Tapi tadi malam sepuluh orang yang positif,” kata Juru Bicara Gugus Tugas Penanganan Covid-19 Kota Mataram I Nyoman Suwandiasa, kemarin (17/9).

TGB Minta Kasus Penusukan Syaikh Ali Jaber Diusut Tuntas

Mantan Gubernur NTB yang juga ulama TGB M Zainul Majdi menyinggung kasus penusukan terhadap salah satu ulama nasional Syaikh Ali Jaber. Menurutnya, di balik kasus penusukan ini, ada upaya untuk memecah belah umat dan bangsa Indonesia.

Kampung Sehat NTB Jadi Energi Baru Penanganan Covid-19

Program Kampung Sehat yang diinisiasi Polda NTB mendapat sambutan hangat dari masyarakat dan telah memberi dampak nyata pada upaya memutus mata rantai penyebaran Covid-19. Wakil Gubernur NTB Hj Sitti Rohmi Djalilah pun tak sungkan memberikan apresiasi yang tinggi pada Polda NTB atas program inovatif ini.

Paling Sering Dibaca

Perubahan Sosial di Era Pandemi

KEHADIRAN pandemi Coronavirus Disease 2019 (Covid-19) telah mengubah tatanan dunia dalam waktu singkat. Barangkali juga tidak ada yang pernah membayangkan bahwa pandemi ini akan menyebabkan derita kemanusiaan yang begitu mendalam. Bahkan dalam waktu yang tidak lama, pandemi ini telah menyebar secara cepat dalam skala luas dan menimbulkan banyak korban jiwa.

Di Tengah Pandemi Korona, Dua Murid SMP di Lombok Tengah Menikah

Saat sekolah tak kunjung dibuka karena Pandemi Korona dua pelajar SMP di Lombok Tengah memilih untuk melangsungkan pernikahan Sabtu (12/9) lalu. Mereka adalah Suhaimi, kelas 2 SMP asal  Desa Pengenjek, Kecamatan Pringgarata menikahi Nur Herawati, kelas 1 SMP.

Bantuan Uang Tunai untuk Warga Terdampak Korona Diperpanjang Sampai Desember

JAKARTA–Pemerintah memutuskan untuk memperpanjang pemberian bansos. Awalnya, bansos hanya diberikan tiga bulan dari April sampai Juni, namun akhirnya diperpanjang hingga Desember 2020. Sehingga, total...

Siswa SMP di Loteng Menikah, Kenal Lewat HP, Pacaran Cuma Empat Hari

Meski belum cukup umur, Suhaimi dan Nur Herawati telah resmi menjadi pasangan suami istri. Bagaimana kisahnya sampai mereka memutuskan menikah? Berikut ulasannya.

Pemda di NTB Wajib Daftarkan Honorer Ikut BPJS Ketenagakerjaan

"Seluruh tenaga kerja di NTB, baik yang ada di lingkungan pemerintah atau pun swasta, baik sektor formal maupun informal wajib mendapatkan jaminan sosial ketenagakerjaan," tegas Wisma.
Enable Notifications    Ok No thanks