alexametrics
Jumat, 25 September 2020
Jumat, 25 September 2020

Oknum PNS Jualan Sabu

MATARAM-Oknum PNS/ASN berinisial WAH alias Yudi di Kecamatan Bolo, Kabupaten Bima, ditangkap polisi. Pria berusia 47 tahun tersebut tertangkap atas dugaan kepemilikan narkotika jenis sabu sebanyak tiga poket.

Kapolres Bima AKBP Bagus S Wibowo mengatakan, pelaku merupakan pengedar sekaligus pengguna narkoba. Wilayah bisnis haram Yudi berada di Kecamatan Bolo. Transaksi jual beli sabu dilakukan Yudi di kediamannya, Desa Rasabou, Kecamatan Bolo.

”Pelaku merupakan target operasi kita,” kata Bagus.

Selama tiga bulan terakhir, petugas memantau dengan intens pergerakan Yudi. Hingga awal pekan lalu, polisi mendapat informasi adanya transaksi sabu yang dilakukan pelaku di rumahnya.

Sekitar puku 16.00 Wita, di bawah komando Kasat Narkoba Polres Bima Iptu Budiman Perangin Angin, petugas bergerak menuju kediaman pelaku. Sebelum tiba di TKP, petugas melihat pelaku di gang depan rumahnya.

”Ciri-cirinya sesuai dengan yang disebutkan, akhirnya saat itu juga kita tangkap,” terang mantan Kasubdit III Tipikor ini.

Setelah mengamankan Yudi, polisi melakukan penggeledahan badan. Upaya ini tidak membuahkan hasil. Polisi tidak menemukan barang bukti berupa sabu yang disimpan pelaku Yudi.

Upaya barang bukti dilanjutkan petugas dengan membawa Yudi ke rumahnya. Polisi kemudian melakukan penggeledahan di setiap sudut rumah pelaku.

Bagus mengatakan, ketika menggeledah kamar pelaku, petugas menemukan satu bungkus rokok yang berisi poketan sabu. Ada tiga poket berisi kristal bening yang diduga sabu.

”Barang bukti sabu kita temukan di dalam bungkus rokok,” ungkap dia.

Selain sabu, polisi juga mendapatkan alat yang digunakan pelaku untuk mengisap sabu. Antara lain, kaca silender ditemukan di bawah mesin cuci; bong sabu di atas lemari; dan 10 klip kosong sisa sabu di atas meja televisi.

Kepada petugas, Yudi mengaku membeli sabu dari seorang pria dengan sebutan Bule. Tiga poket sabu itu dibeli dengan harga Rp 396 ribu. ”Ngakunya disuruh beli sama dua orang, inisialnya IL dan JA,”  terang Bagus.

Lebih lanjut, kata Bagus, polisi juga sudah mengecek urine Yudi di laboratorium dengan hasil mengandung zat ampetamine. Atas perbuatannya, pelaku dijerat dengan Pasal 114 ayat 1Jo Pasal 112 ayat 1 Jo Pasal 127 ayat 1 huruf a Undang-undang Nomor 35 Tahun 2009 tentang Narkotika.

”Ancaman hukumannya itu paling lama 20 tahun penjara,” tandas dia.(dit)

- advertisement mobile-

Berita Terbaru

Catat, Kampanye Undang Massa Bisa Dipidana

Seluruh calon kepala daerah yang akan berlaga dalam Pilkada serentak di tujuh kabupaten/kota di NTB telah ditetapkan, kemarin (23/6). Hari ini, para calon kepala daerah tersebut akan melakukan pengundian nomor urut. Kampanye akan dimulai pada 26 September. Seluruh kandidat harus hati-hati berkampanye di masa pandemi. Sebab, mengundang massa dalam kampanye bisa dikenakan pidana.

Dua Sopir Bupati Lotim pun Positif Tertular Covid-19

PELACAKAN kontak erat Bupati Lombok Timur HM Sukiman Azmy yang positif terinfeksi Covid-19 masih terus dilakukan. Hingga kemarin, dari kontak erat yang telah menjalani uji usap atau swab, dua orang sopir Bupati Sukiman telah dipastikan positif Covid-19.

Dua Jempol untuk Penanggulangan Covid-19 Desa Bentek Lombok Utara

Desa Bentek meraih juara satu Kampung Sehat di Kecamatan Gangga, Lombok Utara. Berada di pintu masuk Kecamatan Gangga, desa ini memang dua jempol. Bidang kesehatannya oke. Bidang ekonominya mantap. Sementara bidang ketahanan pangannya juga menuai decak kagum. Pokoknya top!

Disdag Kota Mataram Gelar Pasar Rakyat, Warga Antusias

”Kami berterima kasih pada pihak Disdag karena kebutuhan rumah tangga bisa diakomodir sekaligus di sini dengan harga terjangkau,”  kara Nasrullah, lurah Pagutan Barat.

Dapodik Versi Terbaru Buat Bingung, Dikbud NTB Latih Operator Sekolah

Kami rancang untuk yang pulau Lombok dulu,” kata Kepala Seksi  GTK SMK Bidang Pembinaan Ketenagaan Dinas Dikbud NTB Mu'azam, Rabu (23/9/2020).

SMK di NTB Mulai Persiapan Ikuti LKS Tingkat Nasional

”Siswa yang ikut, sedang menjalani training center (TC),” kata Kepala SMKN 3 Mataram Ruju Rahmad, Rabu (23/9/2020).

Paling Sering Dibaca

Perubahan Sosial di Era Pandemi

KEHADIRAN pandemi Coronavirus Disease 2019 (Covid-19) telah mengubah tatanan dunia dalam waktu singkat. Barangkali juga tidak ada yang pernah membayangkan bahwa pandemi ini akan menyebabkan derita kemanusiaan yang begitu mendalam. Bahkan dalam waktu yang tidak lama, pandemi ini telah menyebar secara cepat dalam skala luas dan menimbulkan banyak korban jiwa.

Siswa SMP di Loteng Menikah, Kenal Lewat HP, Pacaran Cuma Empat Hari

Meski belum cukup umur, Suhaimi dan Nur Herawati telah resmi menjadi pasangan suami istri. Bagaimana kisahnya sampai mereka memutuskan menikah? Berikut ulasannya.

Bantuan Uang Tunai untuk Warga Terdampak Korona Diperpanjang Sampai Desember

JAKARTA–Pemerintah memutuskan untuk memperpanjang pemberian bansos. Awalnya, bansos hanya diberikan tiga bulan dari April sampai Juni, namun akhirnya diperpanjang hingga Desember 2020. Sehingga, total...

Perkembangan Bahasa Indonesia sebagai Pemersatu Bangsa

Kongres pemuda kedua pada 28 Oktober 1928 menyatakan pengakuan terhadap tumpah darah yang satu, tanah air indonesia; satu bangsa, bangsa Indonesia; dan menjunjung bahasa...

Sutradara Trish Pradana, Angkat Kisah Mohan ke Layar Lebar

Sutradara Trish Pradana tak henti melahirkan karya. Di tengah Pandemi Korona ini ia kembali ke balik layar menuntaskan film baru bertajuk "Mohan". Ini merupakan film yang diangkat dari kisah hidup Wakil Wali Kota Mataram H Mohan Roliskana sewaktu remaja.
Enable Notifications    Ok No thanks