alexametrics
Selasa, 29 September 2020
Selasa, 29 September 2020

Mayat Mrs X Senggigi, Alat Kelamin Sobek, Leher Dijerat Kabel

MATARAM-Ada hal baru yang terungkap dari hasil otopsi jenazah yang ditemukan di jalan Raya Senggigi, Lombok Barat (Lobar), 5 Februari lalu. “Vagina jenazah korban terdapat robekan,” kata Dokter Forensik Rumah Sakit Bhayangkara dr Arfi Syamsun saat jumpa pers, kemarin (10/2).

Arfi enggan memastikan Mrs X menjadi korban pemerkosaan. ”Nanti itu ranah penyidik untuk menerangkan. Saya hanya memberikan penjelasan hasil otopsinya saja,” ungkapnya.

Dari hasil otopsi juga ditemukan beberapa ciri Mrs X. Tinggi badan berkisar antara 158 sentimeter.

Tak hanya itu, terdapat gigi karies berwarna hitam pada graham bawah bagian kiri. ”Apabila korban tersenyum lebar akan terlihat gigi berwarna hitam,” jelasnya.

Diperikirakan, korban meninggal tiga sampai lima hari terhitung semenjak dimulai otopsi. “Kita perkirakan, meninggalnya itu tertanggal 1 Februari,” ungkapnya.

Kematiannya diduga diakibatkan karena dicekik dibagian leher menggunakan kabel. Akibatnya, aliran darah ke otak tersendat. ”Tak hanya itu juga, dicekiknya korban mengakibatkan tidak bisa bernafas atau kekurangan oksigen,” terangnya.

Kapolres Lobar AKBP Bagus S Wibowo mengatakan, dia enggan menjawab terkait dengan dugaan pemerkosaan terhadap Mrs X. ”aaahh, ini kan masih penyelidikan,” kata Bagus.

Identitas jenazah yang ditemukan di Jalan Raya Senggigi, Lombok Barat (Lobar), masih misteri. Polisi belum bisa mengidentifikasi identitasnya. ”Identitasnya belum ditemukan,” kata jelasnya.

Dia mengatakan, sudah ada 19 saksi yang diperiksa. Tetapi, Bagus tidak mau membeberkan identitas saksi yang diperiksa. ”Intinya ada 19 saksi,” ungkapnya.

Sebelumnya, polisi mengungkapkan kendala menemukan identitas Mrs X. Diantaranya, sidik jari korban yang sudah rusak akibat semen dan korban tidak pernah melakukan perekaman E-KTP selama ini. ”Ya, itu sudah kendalanya,” ungkapnya.

Jalan satu-satunya untuk mengetahui identitas korban hanya melalui tes DNA. Tetapi, sejauh ini orang yang sudah memeriksa DNA belum ada yang cocok. ”Ya, tes DNA juga belum ditemukan. Kita masih terus mengupayakan mengungkap identitas,” bebernya.

Dia berharap kepada masyarakat yang merasa kehilangan keluarga atau kerabat, untuk datang ke penyidik Polres Lobar. Selanjutnya, dilakukan tes DNA dengan korban. “Silakan datang untuk tes DNA,” imbaunya.

Sementara itu, terkait dengan rencana pemakaman jenazah, pihaknya akan berkoordinasi dengan tim dokter. ”Apabila dirasa cukup, segera kita kebumikan,” kata Bagus. (arl/r2)

- advertisement mobile-

Berita Terbaru

Turunkan Angka Pernikahan Anak, Lobar Apresiasi Program Yes I Do

"Sudah pas Peran NGO melalui Program Yes I Do sangat bagus menekan tingkat pernikahan anak," kata Kepala DP2KBP3A Lobar Ramdan Hariyanto.

Tetap Tumbuh, Sektor Tambang Topang Ekonomi NTB di Masa Pandemi

Sektor pertambangan memang tak lepas dari fondasi ekonomi provinsi NTB. Di triwulan II 2020, sektor pertambangan dan penggalian yang tumbuh sebesar 47,78 persen mampu menahan laju penurunan ekonomi NTB. Pada triwulan II, ekonomi NTB kontraksi 1,4 persen, namun tanpa sektor pertambangan dan penggalian, kontraksi akan lebih dalam lagi hingga mencapai 7,97 persen.  

Taspen Lindungi JKK JKM Non ASN

PT Taspen kini memberikan jaminan dan perlindungan penuh terhadap pegawai non Aparatur Sipil Negara (ASN)

Nomor 4, Era BARU, Industri 4.0, Menang!

Aqi berkomitmen membuat lompatan besar membawa Kota Mataram lebih maju, nyaman, dan beradab. Ia yakin dengan dukungan semua pihak yang menginginkan ibu kota provinsi NTB bersinar terang. “Sebagai putra Mataram, saya ingin memberikan karya terbaik saya buat tanah kelahiran saya,” katanya dengan suara bertenaga.

UT Mataram Beri Beasiswa KIP-K dan CSR se-NTB

“Penerima beasiswa KIP-K mendapatkan bebas biaya kuliah, buku dan uang saku Rp 700 ribu per bulan yang dibayar di akhir semester,” terang Raden.

Dorong Industri Kreatif : HARUM Rancang Mataram Creative District

ebagai sebuah kota yang terus berkembang, Kota Mataram harus menangkap peluang ini sebagai salah satu penguat daya saing global di masa mendatang.  Bagaimana rencana pengembangan Industri Kreatif di Mataram di masa mendatang berikut petikan wawancara kami dengan H Mohan Roliskana calon wali kota Mataram.

Paling Sering Dibaca

Perubahan Sosial di Era Pandemi

KEHADIRAN pandemi Coronavirus Disease 2019 (Covid-19) telah mengubah tatanan dunia dalam waktu singkat. Barangkali juga tidak ada yang pernah membayangkan bahwa pandemi ini akan menyebabkan derita kemanusiaan yang begitu mendalam. Bahkan dalam waktu yang tidak lama, pandemi ini telah menyebar secara cepat dalam skala luas dan menimbulkan banyak korban jiwa.

Bantuan Uang Tunai untuk Warga Terdampak Korona Diperpanjang Sampai Desember

JAKARTA–Pemerintah memutuskan untuk memperpanjang pemberian bansos. Awalnya, bansos hanya diberikan tiga bulan dari April sampai Juni, namun akhirnya diperpanjang hingga Desember 2020. Sehingga, total...

Perkembangan Bahasa Indonesia sebagai Pemersatu Bangsa

Kongres pemuda kedua pada 28 Oktober 1928 menyatakan pengakuan terhadap tumpah darah yang satu, tanah air indonesia; satu bangsa, bangsa Indonesia; dan menjunjung bahasa...

Karyawan Swasta Gaji di Bawah 5 Juta Bakal Dapat Bansos Rp 600 Ribu

KONSUMSI masyarakat yang rendah membuat pemerintah memutar otak mencari solusi. Kepala Badan Kebijakan Fiskal (BKF) Kementerian Keuangan (Kemenkeu) Febrio Kacaribu menuturkan, pemerintah tengah memfinalisasi pemberian bansos bagi karyawan non PNS dan BUMN senilai Rp 600 ribu per bulan.

Bantuan Presiden, Pedagang Kaki Lima Bakal Diberi Rp 2,4 Juta

Kucuran bantuan pemerintah dalam rangka stimulus ekonomi di tengah pandemi Covid-19 semakin beragam. Kemarin (19/8) sore di halaman tengah Istana Merdeka bersama sejumlah pedagang kecil, Presiden Joko Widodo (Jokowi) memperkenalkan Bantuan Presiden (Banpres) Produktif.
Enable Notifications    Ok No thanks