alexametrics
Senin, 21 September 2020
Senin, 21 September 2020

Polisi Bedil Buron Pencurian

MATARAM-Rehan, 19 tahun, buronan Polres Mataram selama sembilan bulan terakhir, berhasil ditangkap. Bersama Rehan, anggota Resmob 701 Satreskrim Polres Mataram juga mengamankan Budi, 37 tahun, terduga penadah barang curian, akhir pekan kemarin.

Rehan tergabung dalam komplotan curat yang beraksi di Kelurahan Pagutan Barat, Kecamatan Mataram, Kota Mataram, medio Juni 2018. Pelaku bersama dua rekannya menggondol isi rumah berupa televisi hingga motor.

Setelah aksinya, polisi meringkus dua kawan kejahatan Rehan, yakni Bandi dan Pian. Petugas turut menangkap dua penadah barang curian, Uloh dan Mail. Keempat orang tersebut telah mendekam di Lapas Mataram.

”Pelaku masuk DPO setelah jaringannya berhasil kita ungkap,” kata Kapolres Mataram AKBP Saiful Alam, Sabtu (9/3).

Rehan rupanya lebih lihai menghindari tangkapan polisi. Tahu jika rekan kejahatannya tertangkap, Rehan memilih kabur ke pulau seberang, Bali. Di sana, pelaku menghabiskan waktunya dengan bekerja serabutan.

Polisi mengetahui Rehan kabur ke Bali. Meski demikian, petugas memutuskan untuk tidak mengejar yang bersangkutan ke Pulau Dewata. Tim Resmob memilih menunggu Rehan pulang ke Lombok.

Insting anggota buser Polres Mataram tepat. Kamis (7/3), tim mendapat informasi bahwa Rehan berada di wilayah Batu Ringgit, Kelurahan Tanjung Karang. Petugas langsung bergerak menuju lokasi guna melakukan penangkapan.

Setelah tiba di TKP, Rehan melihat kedatangan polisi. Bukannya menyerahkan diri, pelaku malah memilih untuk kabur. ”Petugas di lapangan akhirnya memilih untuk melumpuhkan pelaku dengan timah panas. Tentu, didahului dengan tembakan peringatan,” terang Alam.

Aksi pencurian Rehan bukan di satu TKP saja. Pelaku, kata Kapolres, mengulangi perbuatannya di tujuh TKP lainnya. Menyasar tempat kos dan rumah kosong yang ditinggal pemiliknya.

Hasil pencuriannya kemudian dijual kepada Budi, warga Desa Gegelang, Kecamatan Lingsar, Lombok Barat. Karena itu, setelah menangkap Rehan, Jumat (8/3), polisi bergerak ke kediaman Budi untuk menangkapnya.

Alam mengatakan, pelaku Budi sempat mengelak. Tidak mengakui telah membeli barang curian. Tetapi, ketika dikonfrontasi dengan Rehan, Budi dengan pasrah mengakui perbuatannya.

”Pelaku mengaku sudah enam kali membeli barang curian dari Rehan,” ungkap kapolres.

Terhadap Budi, polisi menjeratnya dengan Pasal 481 KUHP. Alam menerangkan, Budi menjadikan pembelian barang curian sebagai pekerjaannya. ”Dia mengetahui itu barang curian, diterima dan dibeli secara berulang kali dari pelaku 363 (pencurian, Red),” tandas Alam.(dit/r2)

- advertisement mobile-

Berita Terbaru

Ada Apa dengan Pulau-pulau Kecil?

SAYA diundang oleh Ketua LPPM Unram, Dr. Muhammad Ali dalam diskusi untuk merevisi Rencana Induk Penelitian Universitas Mataram lima tahun ke depan. Salah satu bagian yang cukup alot diskusinya adalah ketika mendiskusikan fokus penelitian di Unram. Mengapa harus ada fokus?

Penyuntikan Vaksin Korona Untuk Warga Dimulai Januari 2021

Pemerintah telah bekerja sama dengan Uni Emirat Arab dan mendapatkan vaksin untuk Covid-19 sebanyak 20 juta dosis. Rencananya, vaksin mulai didistribusikan pada Desember.

Kampung Sehat, Warga Desa Setanggor Semangat Gotong Royong

GAIRAH warga Desa Setanggor, Kecamatan Praya Barat sedang menggebu-gebu untuk mewujudkan lingkungan mereka yang bersih dan sehat. Karena itu, jangan heran manakala menemukan semangat gotong royong masyarakat di desa ini sangat tinggi.

Satu Gerakan, Warga Desa Kuripan Lawan Penyebaran Covid-19

Warga Desa Kuripan kian konsisten menerapkan protokol kesehatan. Apalagi setelah berhasil menyabet juara pertama untuk tingkat kabupaten di lomba Kampung Sehat. Sederet inovasi pun telah disiapkan Desa Kuripan.

Simulasi KBM Tatap Muka SMA Sederajat di NTB Pekan Kedua Dimulai

Simulasi KBM tatap muka untuk SMA sederajat di NTB memasuki pekan kedua. ”Sambil kami tetap memantau perkembangan penyebaran Pandemi Virus Korona,” kata Kepala Dinas Dikbud NTB H Aidy Furqan, pada Lombok Post, Minggu (20/9/2020).  

Mendikbud Pastikan Wacana Penghapusan Mapel Sejarah Hoaks

”Tidak ada sama sekali kebijakan regulasi atau perencanaan penghapusan mata pelajaran sejarah di kurikulum nasional,” tegas dia.

Paling Sering Dibaca

Perubahan Sosial di Era Pandemi

KEHADIRAN pandemi Coronavirus Disease 2019 (Covid-19) telah mengubah tatanan dunia dalam waktu singkat. Barangkali juga tidak ada yang pernah membayangkan bahwa pandemi ini akan menyebabkan derita kemanusiaan yang begitu mendalam. Bahkan dalam waktu yang tidak lama, pandemi ini telah menyebar secara cepat dalam skala luas dan menimbulkan banyak korban jiwa.

Siswa SMP di Loteng Menikah, Kenal Lewat HP, Pacaran Cuma Empat Hari

Meski belum cukup umur, Suhaimi dan Nur Herawati telah resmi menjadi pasangan suami istri. Bagaimana kisahnya sampai mereka memutuskan menikah? Berikut ulasannya.

Bantuan Uang Tunai untuk Warga Terdampak Korona Diperpanjang Sampai Desember

JAKARTA–Pemerintah memutuskan untuk memperpanjang pemberian bansos. Awalnya, bansos hanya diberikan tiga bulan dari April sampai Juni, namun akhirnya diperpanjang hingga Desember 2020. Sehingga, total...

Film MOHAN, Ini Dia Official Teasernya

Rumah Produksi Warna tengah merampungkan pembuatan film MOHAN. Film bergenre drama remaja tersebut tengah memasuki fase shooting. Namun demikian sebagai bocoran Warna telah meluncurkan cuplikan Official Teaser nya.

Di Tengah Pandemi Korona, Dua Murid SMP di Lombok Tengah Menikah

Saat sekolah tak kunjung dibuka karena Pandemi Korona dua pelajar SMP di Lombok Tengah memilih untuk melangsungkan pernikahan Sabtu (12/9) lalu. Mereka adalah Suhaimi, kelas 2 SMP asal  Desa Pengenjek, Kecamatan Pringgarata menikahi Nur Herawati, kelas 1 SMP.
Enable Notifications    Ok No thanks