alexametrics
Kamis, 1 Oktober 2020
Kamis, 1 Oktober 2020

Jangan Lupakan Perjuangan Pahlawan!

MATARAM-Para legiun veteran tersenyum usai memperingati upacara Hari Pahlawan Nasional di kantor gubernur NTB, kemarin (10/11). Mereka mendapatkan bingkisan dari gubernur NTB usai upacara. Tapi mereka bahagia bukan karena nilai bingkisan, namum merasa lebih dihargai.

Selama ini, para legiun veteran hanya mendapatkan salam hangat dari kepala daerah. Namun dalam beberapa kali pertemuan dengan gubernur, mereka mengeluhkan minimnya perhatian pemerintah terhadap mereka. Sekali pun mereka berjuang demi kemerdekaan Indonesia, tidak sedikit legiun veteran yang nasibnya memperihatinkan.

Melalui aksi itu, Gubernur NTB H Zulkieflimansyah bersama Wakilnya Hj Sitti Rohmi Djalilah ingin mengajak masyarakat lebih menghargai perjuangan para pejuang kemerdekaan. Pada usia mudanya, mereka berjuang mempertaruhkan jiwa dan raga demi kemerdekaan bangsa Indonesia. ”Kaum milenial harus tetap ingat perjuangan para pejuang kita dulu,” ujarnya.

Wagub Rohmi selaku inspektur upacara saat membacakan sambutan Menteri Sosial RI menjelaskan, masyarakat harus lebih menghargai pengorbanan para pahlawan. Sebagaimana ungkapan Presiden RI Soekarno, hanya bangsa yang menghargai jasa para pahlawannya dapat menjadi bangsa yang besar.

Selain itu, dia harap peringatan Hari Pahlawan menjadi momentum dalam membangkitkan semangat berinovasi anak-anak muda. Supaya mereka juga bisa menjadi pahlawan masa kini. Karena itu, tema peringatan hari pahlawan kali ini “Menjadi Pahlawan Masa Kini”.

Menjadi pahlawan masa kini dapat dilakukan siapa pun. Bisa dilakukan dalam bentuk aksi nyata memperkuat keutuhan NKRI. Menolong saudara yang terkena musibah juga wujud semangat kepahlawanan. Termasuk  tidak melakukan provokasi yang dapat mengganggu ketertiban umum, tidak menyebarkan berita hoax, serta tidak melakukan perbuatan anarkis atau merugikan orang lain.

”Peringatan Hari Pahlawan harus menjadi motivasi untuk lebih mencintai tanah air dan menjaganya sampai akhir hayat,” ujarnya.

Rohmi mengingatkan, semua elemen bangsa harus bersatu. Jangan memberikan ruang kepada pihak-pihak yang ingin merong-rong kedaulatan NKRI. Meski hidup penuh dengan perbedaan, namun warga tidak boleh tercerai berai, terprovokasi untuk saling menghasut dan berkonflik satu sama lain.

”Mari kita maknai hari pahlawan dalam wujud nyata, bekerja dan bekerja membangun negeri menuju Indonesia maju,” pungkasnya.

Selain memberikan bingkisan kepada veteran, gubernur NTB juga menyerahkan bantuan rehabilitasi sosial rumah tidak layak huni (RS-RTLH) dari Kementerian Sosial RI untuk 630 unit rumah fakir miskin. Rumahnya tersebar di lima kabupaten di NTB, nilai Rp 15 juta masing-masing unit rumah.

Lima kabupaten yang mendapatkan bantuan RTLH antara lain Kabupaten Bima 190 unit dengan total bantuan Rp 2,8 milir lebih; Kabupaten Sumbawa 150 unit Rp 2,2 miliar lebih; Kabupaten Sumbawa Barat 100 unit Rp 1,5 miliar; Kabupaten Lombok Timur 150 unit dengan dana Rp 2,2 miliar; dan Kabupaten Lombok Barat 40 unit, total bantuan Rp 600 juta. (ili/r5)

- advertisement mobile-

Berita Terbaru

Sah! Gaji dan Tunjangan PPPK Sama dengan PNS

Penantian panjang honorer K2 yang lulus seleksi tes Pegawai Pemerintah dengan Perjanjian Kerja (PPPK) 2019 lalu akhirnya usai sudah. Payung hukum terkait gaji dan tunjangan PPPK telah diterbitkan.

Antisipasi Penyebaran Covid Klaster Kampus!

KONDISI masyarakat pada era tatanan kehidupan baru (new normal) saat ini seolah-olah menggambarkan situasi masyarakat telah beradaptasi dengan tenangnya, kembalinya kehidupan normal saat ini kesadaran kita sebagai masyarakat dalam menghadapi pandemi covid-19 sedikit demi sedikit sudah mulai abai dalam menerapkan pola hidup sehat dalam upaya pencegahan dan memutus rantai penularan virus corona.

Penurunan Kasus Korona di NTB Ternyata Semu

Perubahan warna zona Covid-19 di NTB tidak menentu. Kabupaten Dompu yang sebelumnya digadang-gadang sebagai daerah percontohan kini malah masuk zona merah kasus penularan Covid-19.

Pemerintah Harus Turunkan Harga Tes Swab

TARIF uji usap atau tes swab dinilai masih terlalu mahal. Ketua DPR RI Puan Maharani pun meminta pemerintah mengendalikan tarif tes sebagai salah satu langkah pengendalian dan penanganan penyebaran Covid-19. Jumlah masyarakat yang melakukan tes mandiri akan meningkat ketika harganya lebih terjangkau.

Desa Sekotong Tengah Punya Taman Obat Keluarga

ADA budidaya tanaman obat di Desa Sekotong Tengah, Kecamatan Sekotong, Lombok Barat. Tanaman obat ini dibudidayakan oleh masyarakat setempat melalui Kelompok Taman Obat Keluarga Suren.

Desa Pesanggrahan Lotim, Tangguh Berkat Kawasan Rumah Pangan Lestari

Desa Pesanggrahan terpilih menjadi Kampung Sehat terbaik di Kecamatan Montong Gading. Desa ini punya Tim Gerak Cepat Pemantau Covid-19 yang sigap. Ekonomi masyarakat juga tetap terjaga meski pandemi melanda.

Paling Sering Dibaca

Perubahan Sosial di Era Pandemi

KEHADIRAN pandemi Coronavirus Disease 2019 (Covid-19) telah mengubah tatanan dunia dalam waktu singkat. Barangkali juga tidak ada yang pernah membayangkan bahwa pandemi ini akan menyebabkan derita kemanusiaan yang begitu mendalam. Bahkan dalam waktu yang tidak lama, pandemi ini telah menyebar secara cepat dalam skala luas dan menimbulkan banyak korban jiwa.

Zona Hijau Korona di NTB Kian Berat

”Indikatornya lebih tajam lagi. Kemarin, yang dihitung hanya pasien positif (Covid-19) saja. Sekarang probable juga dihitung,” kata Kepala Dinas Kesehatan NTB dr Hj Nurhandini Eka Dewi, usai rapat evaluasi penanganan Covid-19, di kantor gubernur NTB, kemarin (28/9).

Bantuan Uang Tunai untuk Warga Terdampak Korona Diperpanjang Sampai Desember

JAKARTA–Pemerintah memutuskan untuk memperpanjang pemberian bansos. Awalnya, bansos hanya diberikan tiga bulan dari April sampai Juni, namun akhirnya diperpanjang hingga Desember 2020. Sehingga, total...

Perkembangan Bahasa Indonesia sebagai Pemersatu Bangsa

Kongres pemuda kedua pada 28 Oktober 1928 menyatakan pengakuan terhadap tumpah darah yang satu, tanah air indonesia; satu bangsa, bangsa Indonesia; dan menjunjung bahasa...

Karyawan Swasta Gaji di Bawah 5 Juta Bakal Dapat Bansos Rp 600 Ribu

KONSUMSI masyarakat yang rendah membuat pemerintah memutar otak mencari solusi. Kepala Badan Kebijakan Fiskal (BKF) Kementerian Keuangan (Kemenkeu) Febrio Kacaribu menuturkan, pemerintah tengah memfinalisasi pemberian bansos bagi karyawan non PNS dan BUMN senilai Rp 600 ribu per bulan.
Enable Notifications    Ok No thanks