alexametrics
Kamis, 4 Juni 2020
Kamis, 4 Juni 2020

Kasus Dugaan Korupsi Bank Sampah Dibuka Lagi

MATARAM-Penyelidikan dugaan korupsi proyek bank sampah 2018 dan 2019 sempat tertunda. Proyek yang dicanangkan untuk mendukung program Zero Waste itu kembali dilanjutkan. “Kita mulai lagi penyelidikannya,” kata Juru Bicara Kejati NTB Dedi Irawan, kemarin (10/2).

 

Penyelidikannya sempat terhenti karena ada dua laporan yang diterima Kejati NTB. Laporan penggunaan anggaran 2018 dan 2019. “Kalau laporan 2018 masuk ke bidang Intel. Kalau 2019 masuk ke bidang pidsus,” ujarnya.

 

Sehingga, saat Pulbaket dan Puldata dilakukan terjadi kesalahan data. Lalu, pimpinan mengambil keputusan, penanganan kasusnya diserahkan ke bidang Pidsus. “Saat ini penyelidikannya fokus ditangani Pidsus,” ujarnya.

 

Penyelidik tak melakukan pemeriksaan lantaran harus menunggu laporan pertanggungjawaban anggaran tahun 2019. “Sekarang 2019 sudah berakhir. Makanya kita buka lagi penyelidikannya,” ungkapnya.

 

Penyelidik masih mempersiapkan pemanggilan terhadap para pihak. Guna mendalami bukti awal yang sudah dikantongi jaksa. “Saya tidak tahu pasti kapan dipanggilnya. Yang pasti  pemanggilan pihak-pihak pasti dilakukan,” kata Dedi.

 

Temuan LHP Inspektorat juga menjadi dasar untuk menindaklanjuti kasus itu. Temuan Inspektorat itu belum dilakukan secara menyeluruh. “Bisa saja hanya sebatas persoalan adminitrasi,” ujarnya.

 

Berbeda dengan jaksa, bukan hanya persoalan administrasi saja yang ditelusuri. ”Melainkan, pemeriksaan saksi dan cek fisik hingga menemukan unsur pidananya,” ungkapnya.

 

Pada saat proses Pulbaket dan Puldata jaksa telah mengklarifikasi pejabat pembuat komitmen (PPK) program bank sampah tahun 2019. Ditambah lagi Kabid Pengelolaan Sampah dan Pengendalian Pencemaran Lingkungan Dinas Lingkungan Hidup (DLH) NTB. ”Memungkin mereka bisa dipanggil kembali untuk proses penyelidikan,” terangnya.

 

Termasuk juga pihak dari Badan Pengelolaan Keuangan dan Aset Daerah (BPKAD). Karena, instansi tersebut yang mengelola anggaran untuk program tahun 2018. ”Di tahun 2018 dikelola BPKAD. Sedangkan tahun 2019 dikelola DLH NTB,” terangnya.

 

Dedi mengaku, sepengetahuannya anggaran pada tahun 2019 untuk program bank sampah, sebanyak Rp 5 miliar. Sedangkan pada tahun 2018, hanya Rp 1,5 miliar. ”Kalau tahun 2018, yang diberikan hanya ada di Pulau Lombok saja. Tahun 2019 untuk seluruh NTB. Makanya anggaran tahun 2019 lebih besar,” jelasnya.

 

Diketahui, proyek ini direalisasikan dari dana hibah bansos 2018 sebesar Rp 1,5 miliar. Anggaran tersebut digunakan untuk sejumlah kegiatan.

 

Seperti pelatihan manajemen usaha pengelolaan sampah berbasis masyarakat sebesar Rp 247,5 juta. Juga dana pendampingan untuk 50 kelompok bank sampah Rp 97,5 juta. Serta pembuatan aplikasi online bank sampah seharga Rp 125 juta.

 

Selanjutnya, dari 50 kelompok Bank Sampah yang mendapatkan bantuan uang. Per kelompok mendapatkan Rp 10 juta. Jika dikalkulasikan seluruhnya mencapai Rp 500 juta.

 

Ditambah lagi, anggaran tersebut digunakan untuk bantuan sarana dan prasarana. Berupa gudang penampungan, gerobak, karung, timbangan.  Masing-masing kelompok mendapatkan anggaran Rp 15,6 juta. Total anggarannya Rp 789 juta. (arl/r2)

 

- advertisement mobile-

Berita Terbaru

Susah Tertib, Pengaturan Jam Operasional Pasar di Mataram Tak Mempan

MATARAM-Pembatasan jam operasi pasar tradisional tidak mempan. Tradisi pasar yang sudah ramai usai Salat Subuh tidak bisa dihilangkan. “Ini sesuai dengan pemahaman agama. Rezeki ada...

Gempa 6,0 SR Guncang Perairan Utara NTB, Tidak Berpotensi Tsunami

MATARAM—Gempa tektonik terasa hingga ke Mataram, Rabu (3/6) malam sekitar pukul 23.54 WITA. Guncangan terasa beberapa detik sebelum “lindur” ini berlalu. Laman BMKG melansir gempa...

Abaikan Lonjakan Korona, Pemkot Mataram Mulai Buka Pusat Perbelanjaan

MATARAM-Lonjakan kasus positif korona pasca libur lebaran tak menyurutkan langkah Pemkot Mataram bersiap memasuki new normal. Pembatasan operasional fasilitas publik mulai dilonggarkan.  Kini, masyarakat...

Cuaca Buruk, BPBD Mataram Terjunkan 20 Personel Awasi Pesisir Pantai

MATARAM-Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kota Mataram terus meningkatkan kewaspadaan guna mengantisipasi kemungkinan terjadinya gelombang tinggi di kawasan pesisir pantai. “Kita terjunkan 20 personel memantau...

Bersiap “New Normal” Korona NTB Malah Tembus 705 Kasus, 388 Masih Dirawat, 18 Meninggal

MATARAM—Saat sejumlah daerah di Indonesia bersiap memasuki masa new normal kasus positif korona di NTB justru terus bertambah. Rabu (3/6) Pemprov NTB mengumumkan 20...

Jamaah Gagal Berangkat, Sebagian Dana Haji Bakal Dipakai untuk Penguatan Rupiah

JAKARTA--Kepala Badan Pengelola Keuangan Haji (BPKH) Anggito Abimanyu menuturkan, pihaknya menyimpan uang USD 600 juta atau Rp 8,86 triliun untuk penyelenggaraan haji 2020. Hingga...

Paling Sering Dibaca

11 Dokter Spesialis dan 19 Perawat RSUD Praya Positif Korona, Layanan Umum Ditutup Sementara

MATARAM-Jumlah tenaga kesehatan yang positif terinfeksi korona terus bertambah di NTB. Bahkan di Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Praya, Lombok Tengah, sebanyak 11 dokter...

Siap-siap, Pendaftaran CPNS Lulusan SMA Dibuka 1 Juni

JAKARTA–Pemerintah mengumumkan tahun ini bakal membuka seleksi CPNS baru untuk lulusan SMA sederajat melalui jalur sekolah kedinasan. Kuotanya belum ditetapkan. Politeknik Keuangan Negara STAN,...

Direktur RSUD Mataram Dorong Masjid dan Mall Dibuka, Warga Bahagia Bisa Lawan Korona

MATARAM— Di tengah meningkatnya penyebaran virus korona Direktur RSUD Kota Mataram dr Lalu Herman Mahaputra justru meminta sejumlah aktivitas publik tetap dibuka seperti biasa. Ketika...

13 Pasien Korona di NTB Meninggal, Sebagian Besar Memiliki Penyakit Bawaan

MATARAM-Jumlah pasien positif Covid-19 meninggal dunia terus bertambah. Bila sebelumnya angka kematian cukup lama  bertahan di angka tujuh kasus, kini bertambah hampir dua kali...

Bayi Enam Hari di Lobar Positif Korona : Dokter Bingung, Ibu-Bapaknya Negatif

GIRI MENANG-Bayi berusia enam hari asal Desa Merembu Kecamatan Labuapi dinyatakan positif Korona atau Covid-19. "Memang betul, kami terima informasinya kemarin (bayi positif Korona),"...