alexametrics
Minggu, 7 Juni 2020
Minggu, 7 Juni 2020

15 Sekolah Tak Punya Kepala, Pencairan Dana BOS di Mataram Terhambat

MATARAM-Sekitar 15 sekolah di Kota Mataram masih dijabat pelaksana tugas. Kondisi ini membuat pencairan dana BOS tak bisa dilakukan. ”Memang seharusnya sudah cair, tapi sampai sekarang belum ada sekolah yang mencairkan,”  kata Kadis Pendidikan Kota Mataram HL Fatwir Uzali, kemarin.

Pencairan dana BOS membutuhkan SK dari wali kota. Tapi itu hanya boleh diusulkan oleh kepala sekolah (kasek) definitif. Bukan, pelaksana tugas. ”Hambatannya sekarang itu. Jadi saya berharap pemkot bisa segera melantik kasek definitif ini,” tuturnya.

Tahun ini terdapat peningkatan dana BOS. Per siswa di tingkat SD mendapat Rp 900 ribu per tahun. Sementara siswa SMP menerima Rp 1,1 juta per tahunnya. Selain itu, transfer dana BOS langsung ke rekening sekolah.

Pola ini diakui Fatwir memangkas alur birokrasi. Membuat pencairan tak lagi ribet. Hanya saja, di sisi lain, sekolah harus sangat hati-hati dalam penggunannya. ”Gunakan untuk kepentingan pendidikan, sesuai juklak juknis,” pesannya.

Fatwir menyebut transfer dana BOS ke sekolah memiliki risiko tinggi. Rentan terjadi penyalahgunaan. Untuk itu, Disdik tetap memberi atensi lebih. Melakukan pengawasan, bimbingan, pengarahan hingga monitoring.

”Jadi segala sesuatu tentang pelaksanaan penerimaan BOS, itu tetap dalam kendali Disdik,” ujarnya.

Adanya juklak juknis, membuat kasek tak bisa bermain-main. Apalagi mencoba mengutak-atik penggunaan dana BOS di luar kepentingan pendidikan.

Misalnya, tidak boleh membeli untuk pakaian seragam; membangun fisik berat seperti kelas atau toilet sekolah. Tidak juga boleh untuk pelesiran anak sekolah hingga membeli saham. Termasuk dipinjam untuk kepentingan pribadi dan orang lain.

Fatwir menyebut, sebelum pencairan, Disdik Kota Mataram bakal melakukan bimbingan teknis. Bagaimana menggunakan, mempertanggungjawabkan, hingga membuat laporan dana BOS. Sehingga tidak ada lagi kasek yang salah menggunakan dana tersebut.

”Kalau memang ada yang berani menanggung risiko (hukum), silakan saja,” tandas Fatwir.

Dana BOS sudah pantas menjadi atensi Disdik Kota Mataram. Apalagi pada tahun lalu Inspektorat Kota Mataram menerima laporan mengenai dugaan penyimpangan penggunaan dana BOS.

Ada dua laporan mengenai dana BOS di tingkat SD dan SMP. Terkait dengan pengerjaan fisik. Mengenai pelaporan tersebut, Inspektur Inspektorat Kota Mataram Lalu Alwan Basri menyebut mengapresiasi langkah proaktif dari masyarakat.

”Yang lapor ini kan masyarakat. Dan itu tetap kita tindaklanjuti,” kata Alwan. (dit/r3)

- advertisement mobile-

Berita Terbaru

Pesta Narkoba, Dua Lelaki dan Tiga Perempuan Ditangkap di Batulayar

GIRI MENANG-Lima warga digerebek tim Satres Narkoba Polres Lobar usai "pesta" narkoba di salah satu hotel di Batulayar, Kamis (4/6) lalu. Mereka terdiri dari...

Gunjingan Tetangga Lebih Menyiksa, Jangan Kucilkan Penderita Korona!

GIRI MENANG-Sebagian orang menganggap Korona sebagai ‘penyakit fitnah’. Sebab, stigma negatif yang selalu disematkan kepada pasien positif Korona maupun eks pasien positif. Atas dasar itu,...

Dampak Korona, Lombok Barat Kehilangan Rp 430 Miliar

GIRI MENANG-Keuangan Pemkab Lombok Barat (Lobar) dibuat babak belur oleh wabah Covid-19. Hal tersebut terungkap dalam Rapat Pimpinan (Rapim) terbatas di Aula Utama Kantor...

Tak Ada Zona Hijau di KLU, Kasus Korona ada di Semua Kecamatan

TANJUNG-Kasus positif Covid-19 di Kabupaten Lombok Utara (KLU) terus bertambah. Total kini 45 kasus, dengan Kecamatan Gangga yang akhirnya pecah telur, sebagai kecamatan yang...

Ahyar Abduh : Perekonomian Mataram Harus Tetap Tumbuh

MATARAM-Mataram ingin perekonomian tetap tumbuh meski pada masa Pandemi Covid-19. ”Kalau semua tutup tentu perekonomian tidak jalan,” kata Wali Kota Mataram H Ahyar Abduh.   Ia...

Restoran New Bebek Ijo Ibu Fenny G Siapkan Undian Berhadiah

MATARAM-Restoran New Bebek Ijo Ibu Fenny G outlet Lombok Epicentrum Mall (LEM) mengadakan undian berhadiah mulai Jumat (5/6) kemarin. ”Promo ini salah satu usaha...

Paling Sering Dibaca

Cek Korona di Mataram, Biaya Rapid Test Rp 400 Ribu, Swab Rp 1.250.000

MATARAM-Di masa New Normal, hasil rapid test dan swab sangat dibutuhkan. Misalnya jika Anda ingin bepergian dengan menggunakan pesawat. Padahal, biaya untuk rapid test dan...

Naik Pesawat di Masa Korona, Ini Dokumen yang Harus Dibawa!

MATARAM-Pembatasan penerbangan komersial diperpanjang hingga 7 Juni. Dengan demikian penumpang pesawat domestik wajib melengkapi sejumlah dokumen untuk bisa terbang. ”Semua syarat itu harus dipenuhi calon...

Direktur RSUD Mataram Dorong Masjid dan Mall Dibuka, Warga Bahagia Bisa Lawan Korona

MATARAM— Di tengah meningkatnya penyebaran virus korona Direktur RSUD Kota Mataram dr Lalu Herman Mahaputra justru meminta sejumlah aktivitas publik tetap dibuka seperti biasa. Ketika...

Siap-siap, Pendaftaran CPNS Lulusan SMA Dibuka 1 Juni

JAKARTA–Pemerintah mengumumkan tahun ini bakal membuka seleksi CPNS baru untuk lulusan SMA sederajat melalui jalur sekolah kedinasan. Kuotanya belum ditetapkan. Politeknik Keuangan Negara STAN,...

NTB Coba-coba “New Normal”, Mulai dari Masjid dan Pusat Perbelanjaan

MATARAM-Tidak ada daerah di NTB layak new normal. Dari 102 daerah yang dipersilakan pemerintah pusat menerapkan New Normal, tak ada satu pun daerah dari...