alexametrics
Selasa, 11 Agustus 2020
Selasa, 11 Agustus 2020

Dewan Minta BPBD Lebih Teliti pada Korban Gempa

MATARAM-Korban gempa harus ditangani secara tuntas. Tidak boleh ada yang terlupakan. ”Kami ingatkan soal anomali data, jangan sampai ada warga tidak dibantu,” kata Ketua Komisi IV DPRD NTB H Achmad Puaddi, Minggu (12/1)

Politisi Partai Golkar itu khawatir setelah penanganan korban gempa selesai masih ada yang tersisa. Karenanya, dalam rapat dengan OPD, Jumat lalu, dia mempertanyakan hal itu BPBD NTB.

Dia senang, sudah ada mekanisme yang disiapkan pemerintah. Bagi yang tidak masuk data akan dibantu melalui hibah. ”Itu kita syukuri, mudahan menjawab informasi banyaknya masyarakat tidak masuk pendataan,” katanya.

Puaddi berharap, proses perbaikan rumah korban gempa tepat sasaran dan selesai tepat waktu. Selain itu, dia juga mengingatkan, BPBD tidak lupa melakukan upaya pencegahan dampak bencana alam lain seperti longsor dan banjir. ”Karena kita fokus tangani rumah korban gempa bencana yang lain kita tidak antisipasi,” imbuhnya.

                Terpisah, Kepala Pelaksana BPBD NTB H Ahsanul Khalik menjelaskan, terkait itu, mereka sudah rapat koordinasi khusus dengan BNPB dan BPBD kabupaten/kota. ”Saya sendiri sudah bertemu Kepala BNPB Letjen Doni Monardo,” katanya.

BNPB meminta pengajuan data korban ditutup dulu. Hasil review terakhir Irtama BNPB dijadikan acuan. Sebab perubahan usulan data membuat Dirjen Anggaran Kemenkeu bertanya-tanya. ”Kenapa data dari NTB selalu bertambah, padahal mereka sendiri yang membuat data dari awal,” ujar Khalik.

Perubahan data juga dipertanyakan Badan Pemeriksa Keuangan (BPK). Padahal data mempengaruhi jumlah Dana Siap Pakai (DSP) yang diberikan. ”Mereka khawatir kalau berubah-ubah ada yang tidak tepat sasaran,” kata Khalik.

Jumlah korban gempa sesuai review Irtama BNPB ditutup pada angka 226.290 unit. Bagi korban gempa yang belum masuk pendataan, pemda diberi kesempatan mengusulkan kembali. ”Tetap akan melalui proses review Irtama BNPB,” jelasnya.

 Bantuan perbaikan rumah akan diusulkan melalui dana hibah dari BNPB kepada kabupaten/kota. ”Saya sarankan sebelum data diajukan sebaiknya divalidisi dulu,” imbuhnya.

Khalik menambahkan, data detail 226.290 unit rumah rusak ada kabupaten/kota. ”Data by name by address itu bisa jadi acuan untuk melihat mana masyarakat yang belum masuk,” tandasnya. (ili/r5)

- advertisement mobile-

Berita Terbaru

Penjualan Mobil Toyota di NTB Masih Stagnan, Avanza Paling Diminati

”Dibanding saat kondisi normal, penjualan mobil baru pulih di angka 40-50 persennya saja. Kondisi ini bisa dibilang masih jauh dari situasi penjualan saat normal dulu,” kata Kepala Cabang Krida Toyota NTB Samsuri Prawiro Hakki, kepada Lombok Post, Senin (10/8/2020).

Data Kemiskinan NTB Belepotan, Verifikasi dan Validasi Sangat Lambat

Verifikasi dan validasi data kemiskinan atau data terpadu kesejahteraan sosial (DTSK) di NTB rupanya masih lambat. Hingga kemarin, baru lima daerah yang melaporkan hasil verifikasi dan validasi DTSK tersebut. Dari lima daerah itu, progres tiga daerah belum sampai 50 persen.

Kurikulum Darurat, Materi Belajar Siswa Dipangkas Hingga 70 Persen

LAMA DINANTI, Kurikulum darurat secara resmi telah diluncurkan oleh Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan (Kemendikbud). Pada kurikulum ini, banyak materi yang dipangkas bahkan lebih dari separo.

Lale Sileng, Figur Pemimpin Perempuan Kaya Pengalaman Birokrasi

Kenyang pengalaman di dunia birokrasi, Hj Lale Prayatni punya modal mumpuni untuk memimpin daerah. Urusan mengelola birokrasi, anggaran, hingga perencanaan dan pelaksanaan pembangunan, sudah lekat dengan kesehariannya. ”Sudah khatam saya soal itu,” kata Prayatni.

Harga Emas Naik, Aktivitas Pegadaian di Mataram Ikut Melonjak

Kondisi ini membuat jumlah penggadai yang mendatangi PT Pegadaian (Persero) terus bertambah. ”Dalam sehari, cabang atau unit besar yang ada di Mataram, biasa melayani lebih dari 50 orang nasabah. Kalau unit kecil sekitar 30-40 saja,” kata Suciati Triastuti, Asisten Manager Pegadaian Kota Mataram kepada Lombok Post, Senin (10/8/2020).

Tiga Ribu Desa di Indonesia Tanpa Listrik, 11 Ribu Tak Ada Internet

Peresmian Hari Kebangkitan Teknologi Nasional (Hakteknas) ke-25 oleh Wapres Ma’ruf Amin di Jakarta kemarin (10/8) menjadi hari bersejarah untuk warga Dusun Tumba, Desa Tamaila Utara, Kecamatan Tolangohula, Kabupaten Gorontalo. Sebab saat itu juga warga bisa merasakan listrik sekaligus sambungan internet.

Paling Sering Dibaca

Karyawan Swasta Gaji di Bawah 5 Juta Bakal Dapat Bansos Rp 600 Ribu

KONSUMSI masyarakat yang rendah membuat pemerintah memutar otak mencari solusi. Kepala Badan Kebijakan Fiskal (BKF) Kementerian Keuangan (Kemenkeu) Febrio Kacaribu menuturkan, pemerintah tengah memfinalisasi pemberian bansos bagi karyawan non PNS dan BUMN senilai Rp 600 ribu per bulan.

Perubahan Sosial di Era Pandemi

KEHADIRAN pandemi Coronavirus Disease 2019 (Covid-19) telah mengubah tatanan dunia dalam waktu singkat. Barangkali juga tidak ada yang pernah membayangkan bahwa pandemi ini akan menyebabkan derita kemanusiaan yang begitu mendalam. Bahkan dalam waktu yang tidak lama, pandemi ini telah menyebar secara cepat dalam skala luas dan menimbulkan banyak korban jiwa.

Cucu Bupati Pertama Loteng Siap Mengabdi untuk Lombok Tengah

Menjadi satu-satu sosok perempuan, Hj Lale Prayatni percaya diri maju menjadi calon bupati Lombok Tengah. Birokrat perempuan ini ingin membawa perubahan bagi Lombok Tengah ke arah lebih baik. ”Saya terpanggil untuk mengabdi di kampung halaman saya,” kata Hj Lale Prayatni, Minggu (9/8).

Digerebek Polisi, Doyok dan Tutik Gagal Nyabu di Karang Bagu

Terduga pengedar sabu berinisial H alias Doyok ditangkap tim khusus (Timsus) Ditresnarkoba Polda NTB. Dia diringkus bersama seorang perempuan berinisial HT alias Tutik, Jumat sore (7/8) lalu.

Lale Sileng Pilih Yusuf Saleh Sebagai Wakil di Pilbup Loteng

Lale Prayatni memutuskan untuk menggandeng HM Yusuf Saleh. “Ya,” kata Lale singkat saat dihubungi, Minggu (9/8).
Enable Notifications.    Ok No thanks