alexametrics
Kamis, 6 Agustus 2020
Kamis, 6 Agustus 2020

Diminta Dampingi Mohan, Ini Jawaban TGH Mujib

Jawaban TGH Mujiburrahman kini dinanti. Terutama yang tengah mencari kepastian, siapa pasangan H Mohan Roliskana. Mujib kabarnya mendapat dorongan sangat kencang untuk dampingi Mohan.

Setelah beberapa kali menghindar memberi keterangan pada media, tokoh agama kharismatik itu akhirnya buka suara. Berikut petikan wawancaranya dengan Lombok Post.

——————–

Nama Anda muncul sebagai kandidat Wakil Wali Kota di DPD II Golkar Kota Mataram, kok bisa?

Saya juga tidak tahu. Daftar saja tidak pernah, tapi muncul nama saya. Saya juga tidak hadir dalam acara  (penyampaian visi-misi kandidat, Sabtu 11/1 kemarin).

Mungkin itu bentuk aspirasi dan dorongan DPD II Partai Golkar Kota Mataram?

Saya berharap ada orang lain (yang didukung) selain saya mendampingi beliau (Mohan). Siapapun yang mendampingi, saya all out mendukung lahir-batin. Saya memilih di jalur luar pemerintahan seperti di DPRD sebagai anggota biasa. Agar bisa meneruskan dakwah sebagimana diharapkan masyarakat.

Sementara di eksekutif saya blank, apakah dakwah bisa berjalan seperti ini atau tidak.

Dakwah seperti apa anda inginkan?

Saat masyarakat menginginkan (saya dakwah), bisa hadir seperti yang mereka kehendaki.   Saya berprinsip, apapun kegiatan itu boleh datang dan pergi (dalam hidup saya) kecuali dakwah. Dia (dakwah, Red) hanya boleh datang, (tapi) tidak boleh pergi. Sedangkan kegiatan lain boleh datang dan pergi. Termasuk sebagai anggota DPRD.

Apa anda akan kesulitan berdakwah bila jadi Wakil Wali Kota?

Yang diurus pejabat pemerintah sangat banyak. Mulai dari masyarakat, OPD, dan lain-lain. Sementara keahlian saya hanya dibidang rohani. Posisi pemerintah sangat sentral. Saya tidak punya keahlian di bidang itu.

Bagaimana menjawab aspirasi yang menginginkan anda dampingi Mohan?

Prinsipnya begini, saya berharap ada orang lain yang dampingi Pak Mohan. Saya siap all out beri dukungan lahir dan batin. Tetapi kalau kedaruratan yang muncul baru istikharah (minta petunjuk tuhan).

Apa sekarang sudah darurat?

Pandangan saya belum darurat. Enjoy-enjoy saja.

Seperti apa kondisi darurat itu?

Ya itu kan DPD II (Golkar Kota Mataram) yang menilai.

Nama anda muncul, mungkin karena DPD menilai sudah darurat?

Ya saya tidak tahu. Tapi tentu DPD punya pandangan seperti apa darurat itu, begitu juga darurat menurut saya. Baru saya istikharah. Itupun baru istikharah, belum memutuskan.

Lalu apa tujuan anda masuk ke dunia politik?

Saya masuk ke dunia politik bukan mencari jabatan atau derajat tapi mencari kemaslahatan. Posisi saya saat ini sudah cukup memberi kemaslahatan bagi umat. Saya tidak berambisi ke posisi lain. Tidak pernah daftar di (partai) manapun, pasang baliho juga tidak.

Pernah bicara langsung dengan Mohan (Soal Pilwali)?

Tidak pernah.

Sudah merasa cukup berkarir di politik?

Orang mungkin bilang politik tidak ada akhirnya. Tetapi bagi saya ada kok akhirnya. Saat saya merasa di posisi itu, sudah bisa memberi manfaat luas.

Mengapa tidak melihat ini sebagai kesempatan mengabdi lebih luas?

Itu yang saya kasih garis bawah: kalau darurat. Sebenarnya tanpa duduk di pemerintahan saya sudah bisa membantu masyarakat.

Salah satunya dengan membangun  Yayasan Peduli Umat Baitul Askhiya, di sana saya bisa membantu orang-orang yang membutuhkan pertolongan. Tanpa harus menyerahkan syarat administrasi apapun. Bagi saya itu sudah sangat membahagiakan. (zad/r2)

- advertisement mobile-

Berita Terbaru

2021, Pemkot Mataram Usulkan 400 Formasi CPNS

Pemkot Mataram mengusulkan 400 formasi Calon Pegawai Negeri Sipil (CPNS) 2021. Jumlah tersebut hasil kalkulasi dari kebutuhan pegawai daerah ini pada tahun 2020 dan 2021.

VIDEO : Pilwali Mataram Dianul-Badrun Maju ke Tahap Verfak

Bakal pasangan calon (Bapaslon) Wali Kota dan Wakil Wali Kota H Dianul Hayezi-H Badrun Nadianto yang maju melalui jalur perseorangan melaju ke tahap verifikasi faktual (Verfak). “Dari hasil Vermin (verifikasi administrasi) syarat dukungan pasangan DR (Dianul-Badrun) sudah melebih target. Lanjut ke tahap verfak,” kata Ketua KPU Kota Mataram M Husni Abidin, Selasa (4/8).

Kisah Baitul Askhiya Sekarbela (1) : Semua Berawal dari 12 Dermawan

Apa yang dilakukan 97 dermawan ini patut diteladani. Kehadiran mereka yang tergabung dalam Yayasan Peduli Umat Baitul Askhiya telah meringankan beban ratusan orang.

Libur Korona Semakin Panjang, Anak-anak Lupa Pelajaran Sekolah

"Kita sudah lupa (pelajaran)," kata Rio, salah satu anak di Pagutan, Kota Mataram saat ditanya, apakah ia masih ingat materi pelajarannya di sekolah.

Lulus 2018, Pelantikan 262 CPNS Mataram Tertunda Karena Korona

Sebanyak 262 Calon Pegawai Negeri Sipil (CPNS) yang lulus pada tahun 2018 lalu harus bersabar. Sebab, pelantikan mereka harus ditunda karena wabah Korona.

Di NTB, Keluarga Kini Boleh Ikut Pemulasaraan Jenazah Pasien Korona

Dirreskrimsus Polda NTB Kombes Pol I Gusti Putu Gede Ekawana Putra mendatangi RSUD Kota Mataram, Senin (3/8) lalu. Ia melihat bagaimana proses pemulasaran jenazah pasien Covid-19 yang dilakukan pihak rumah sakit.

Paling Sering Dibaca

Perubahan Sosial di Era Pandemi

KEHADIRAN pandemi Coronavirus Disease 2019 (Covid-19) telah mengubah tatanan dunia dalam waktu singkat. Barangkali juga tidak ada yang pernah membayangkan bahwa pandemi ini akan menyebabkan derita kemanusiaan yang begitu mendalam. Bahkan dalam waktu yang tidak lama, pandemi ini telah menyebar secara cepat dalam skala luas dan menimbulkan banyak korban jiwa.

Tertangkap di Bandara Lombok, Satpam Selundupkan Sabu dari Batam

Pria asal Batam berinisial AK, 47 tahun dibekuk tim khusus Ditresnarkoba Polda NTB, Minggu (2/8). Pria yang bekerja  sebagai satpam itu ditangkap setelah turun dari pesawat di Bandara Internasional Lombok (BIL).

NTB Waspada, Penularan Korona Terdeteksi di Usaha Rumahan

Penularan virus Korona di NTB kian tidak terkendali. Transmisi lokal kian merajalela. Hampir tidak ada ruang yang bebas dari penularan virus. Bahkan rumah pun mulai tidak aman. Terutama bagi mereka yang membuka usaha di rumah.

Tabrakan, Pengendara Terbakar di Sindu Cakranegara

Satlantas Polresta Mataram menelusuri penyebab kecelakaan sepeda motor yang terjadi di Jalan Gora, Sindu Cakranegara, Senin malam (3/8). Peristiwa itu menyebabkan pengendara, Gusti Gede Kumbang meninggal dunia dengan kondisi terbakar.

Bantuan Uang Tunai untuk Warga Terdampak Korona Diperpanjang Sampai Desember

JAKARTA–Pemerintah memutuskan untuk memperpanjang pemberian bansos. Awalnya, bansos hanya diberikan tiga bulan dari April sampai Juni, namun akhirnya diperpanjang hingga Desember 2020. Sehingga, total...
Enable Notifications.    Ok No thanks