alexametrics
Senin, 21 September 2020
Senin, 21 September 2020

Penyidik Klarifikasi Penerbit Terkait Dugaan Korupsi Buku Kemenag NTB

MATARAM—Penyelidikan dugaan korupsi pengadaan buku kurikulum 2013 (K13) di Kantor Kemenag NTB dari dana bos terus berjalan. Klarifikasi kasus berlanjut ke Jakarta guna menelusuri perusahaan penerbit buku dan dokumen penyalurannya.

Dirreskrimsus Polda NTB Kombes Pol Syamsudin Baharuddin mengatakan, sudah ada tim penyidik yang berangkat menuju Jakarta. Upaya ini masuk sebagai upaya penyelidikan guna mencari bukti-bukti terkait unsur perbuatan korupsi di proyek pengadaan buku tersebut.

”Iya, ada (penyidik) yang ke Jakarta,” kata Syamsudin.

Polisi berencana mengecek ke sejumlah distributor. Mendatangi satu per satu guna memastikan buku tersebut benar diperoleh dari penerbit. Termasuk mengecek dokumen terkait penyalurannya ke perusahaan di NTB.

”Klarifikasi untuk penyelidikan,” ujar dia.

Menurut Syamsudin, penanganan kasus dana bos membutuhkan waktu cukup panjang. Banyak pihak yang perlu dipanggil untuk diklarifikasi. Dari sana, penyelidik baru bisa menentukan apakah proses pengadaan buku K13 menggunakan dana bos terdapat perbuatan melawan hukum atau tidak.

Penyelidikan dugaan korupsi ini tak terlepas dari temuan ORI NTB. ORI NTB menyebutkan adanya dugaan penyalahgunaan wewenang serta maladministrasi dalam proses pencairan dana BOS untuk pengadaan buku di 2.256 madrasah.

Kuat dugaan terjadi proses pengkondisian secara sistemik untuk pembelian buku K13. Pengaturan dilakukan mulai dari pembelian hingga penyalurannya. Ribuan madrasah tersebut, juga diduga dipaksa untuk membeli buku.

Dalam hasil investigasi ORI NTB, PT AK merupakan perusahaan penyalur tunggal dalam proses pembelian buku kurikulum 2013, dengan total nilai sekitar Rp 239 miliar.

ORI NTB sendiri mendapatkan banyak bukti maladministrasi. Juga mengenai dugaan korupsi. Bukti ini diperoleh dari hasil pemeriksaan pejabat Kemenag NTB hingga madrasah.

Bukti tersebut tidak saja mengenai dokumen. Ombudsman juga mendapat bukti percakapan via chat whatsapp dari sejumlah madrasah. Isinya mengenai upaya paksaan untuk pembelian buku yang dilakukan 2.256 madrasah.

Dari sejumlah bukti yang didapatkan ORI NTB, beberapa di antaranya menunjukkan penyalahgunaan kewenangan. Unsur penyalahgunaan kewenangan erat kaitannya dengan tipikor.

Sebelumnya, ORI Perwakilan NTB telah menuntaskan laporan akhir hasil pemeriksaan (LAHP). Laporan tersebut terkait maladministrasi dalam proses pengadaan buku K13 menggunakan dana BOS.

Kepala ORI NTB Adhar Hakim mengatakan, penyerahan LAHP langsung ke Jakarta melalui sejumlah pertimbangan. Salah satunya mengenai atasan langsung pejabat Kemenag di NTB, yakni Menteri Agama.

”Kami melihat potensi maladministrasi yang sangat kuat terjadi dalam proses pengadaan buku ini. Namun, tindakan selanjutnya kita tunggu dari Jakarta (ORI),” tutur dia.

Seperti apa materi rekomendasi dalam LAHP? Rekomendasi, sebut Adhar, belum bisa disampaikan secara terbuka ke publik. Meski demikian, poin rekomendasi meminta Kemenag mengambil tindakan tegas karena adanya maladmistrasi di sektor pendidikan agama.

”Secara garis besarnya seperti itu. Kita minta Kemenag mengambil tindakan, karena ini masalah serius,” tandas dia.(dit/r2)

- advertisement mobile-

Berita Terbaru

Penyuntikan Vaksin Korona Untuk Warga Dimulai Januari 2021

Pemerintah telah bekerja sama dengan Uni Emirat Arab dan mendapatkan vaksin untuk Covid-19 sebanyak 20 juta dosis. Rencananya, vaksin mulai didistribusikan pada Desember.

Kampung Sehat, Warga Desa Setanggor Semangat Gotong Royong

GAIRAH warga Desa Setanggor, Kecamatan Praya Barat sedang menggebu-gebu untuk mewujudkan lingkungan mereka yang bersih dan sehat. Karena itu, jangan heran manakala menemukan semangat gotong royong masyarakat di desa ini sangat tinggi.

Satu Gerakan, Warga Desa Kuripan Lawan Penyebaran Covid-19

Warga Desa Kuripan kian konsisten menerapkan protokol kesehatan. Apalagi setelah berhasil menyabet juara pertama untuk tingkat kabupaten di lomba Kampung Sehat. Sederet inovasi pun telah disiapkan Desa Kuripan.

Simulasi KBM Tatap Muka SMA Sederajat di NTB Pekan Kedua Dimulai

Simulasi KBM tatap muka untuk SMA sederajat di NTB memasuki pekan kedua. ”Sambil kami tetap memantau perkembangan penyebaran Pandemi Virus Korona,” kata Kepala Dinas Dikbud NTB H Aidy Furqan, pada Lombok Post, Minggu (20/9/2020).  

Mendikbud Pastikan Wacana Penghapusan Mapel Sejarah Hoaks

”Tidak ada sama sekali kebijakan regulasi atau perencanaan penghapusan mata pelajaran sejarah di kurikulum nasional,” tegas dia.

HARUM Goda Pemilih Millenial Lewat Lomba Film Pendek dan E-Sport

Bakal Calon Wali Kota Mataram H Mohan Roliskana mencoba menggoda pemilih milenial. Caranya, dengan menggelar film pendek dan e-sport. "Orang yang menggeluti dunia film tidak banyak. Bagi sebagian orang ini ekslusif. Prosesnya panjang," kata Mohan Sabtu malam (19/9) lalu.

Paling Sering Dibaca

Perubahan Sosial di Era Pandemi

KEHADIRAN pandemi Coronavirus Disease 2019 (Covid-19) telah mengubah tatanan dunia dalam waktu singkat. Barangkali juga tidak ada yang pernah membayangkan bahwa pandemi ini akan menyebabkan derita kemanusiaan yang begitu mendalam. Bahkan dalam waktu yang tidak lama, pandemi ini telah menyebar secara cepat dalam skala luas dan menimbulkan banyak korban jiwa.

Siswa SMP di Loteng Menikah, Kenal Lewat HP, Pacaran Cuma Empat Hari

Meski belum cukup umur, Suhaimi dan Nur Herawati telah resmi menjadi pasangan suami istri. Bagaimana kisahnya sampai mereka memutuskan menikah? Berikut ulasannya.

Bantuan Uang Tunai untuk Warga Terdampak Korona Diperpanjang Sampai Desember

JAKARTA–Pemerintah memutuskan untuk memperpanjang pemberian bansos. Awalnya, bansos hanya diberikan tiga bulan dari April sampai Juni, namun akhirnya diperpanjang hingga Desember 2020. Sehingga, total...

Film MOHAN, Ini Dia Official Teasernya

Rumah Produksi Warna tengah merampungkan pembuatan film MOHAN. Film bergenre drama remaja tersebut tengah memasuki fase shooting. Namun demikian sebagai bocoran Warna telah meluncurkan cuplikan Official Teaser nya.

Di Tengah Pandemi Korona, Dua Murid SMP di Lombok Tengah Menikah

Saat sekolah tak kunjung dibuka karena Pandemi Korona dua pelajar SMP di Lombok Tengah memilih untuk melangsungkan pernikahan Sabtu (12/9) lalu. Mereka adalah Suhaimi, kelas 2 SMP asal  Desa Pengenjek, Kecamatan Pringgarata menikahi Nur Herawati, kelas 1 SMP.
Enable Notifications    Ok No thanks