alexametrics
Rabu, 23 September 2020
Rabu, 23 September 2020

Siapa Pembunuh Putu Winda ?

MATARAM-Dugaan pembunuhan Putu Winda Dewi Kartika belum terungkap. Polres Lombok Barat (Lobar) masih berupaya keras mencari petunjuk guna mengungkap kasus tersebut. Salah satunya berkoordinasi dengan Polda NTB.

Kapolres Lobar AKBP Heri Wahyudi mengatakan, informasi petunjuk terkait kasus dugaan pembunuhan masih sangat minim. Jajarannya baru memperoleh identitas korban, yang ditemukan di Dusun Taman, Desa Taman Ayu, akhir Januari lalu.

”Indikasi tersangka belum kita temukan,” kata Heri.

Satreskrim Polres Lobar telah memeriksa sekitar enam saksi dari keluarga dan teman korban. Pemeriksaan itu menjadi bagian penyelidikan guna membuat terang arah kasus.

Selain itu, Polres Lobar juga telah berkoordinasi dengan Polda NTB. Ada dua satker di Polda NTB yang turut dilibatkan untuk pengungkapan kasus tersebut. Antara lain, Direktorat Reserse Kriminal Khusus (Ditreskrimsus) dan Direktorat Reserse Kriminal Umum (Ditreskrimum).

Heri menyebut ada beberapa petunjuk dari Polda untuk mengungkap pelaku. Namun, karena berkaitan dengan teknis penyelidikan, kapolres tak ingin mengungkapkannya dengan detail. ”Masih lidik. Intinya, kita sudah koordinasi dengan Polda terkait itu,” sebut dia.

Setelah identitas korban diketahui, kata kapolres, ada dua tahapan lain yang harus diungkap. Yakni, tempat kejadian perkara (TKP) dan pelaku yang diduga melakukan tindak pidana hingga menyebabkan Putu Winda tewas.

”Ada tiga ini yang harus kita ungkap. Identitas, TKP, dan pelaku. Yang pertama sudah, sisa kedua dan ketiga yang lagi diupayakan,” tandas Heri.

Sebelumnya, jenazah Putu Winda pertama kali ditemukan Nurimin, 50 tahun, warga Desa Taman Ayu. Saksi melihat korban ketika tengah mencari barang rongsokan di pinggir pantai.

Saat itu, Nurimin melihat karung yang terseret ombak hingga pinggir pantai. Karena dipikirnya berisi barang rongsokan, karung ditarik saksi. Ketika melihat isi karung, Nurimin terkejut karena melihat mayat perempuan.

Kondisi jenazah, yang belakangan diketahui bernama Putu Winda, dalam keadaan terikat kaki dan tangannya. Dari hasil autopsi, terdapat bekas trauma di bagian leher korban. Sehingga, Polres Lobar mengambil kesimpulan kematian Putu Winda adalah kasus pembunuhan.

(dit/r2)

- advertisement mobile-

Berita Terbaru

Gali Terowongan, Napi Narkoba asal China Kabur dari Lapas Tangerang

KAPOLRES Metro Tangerang Kota Kombes Pol Sugeng Hariyanto mengungkapkan, pihaknya menemukan beberapa barang bukti berupa linggis, pahat, obeng dan lainnya yang digunakan terpidana mati kasus narkoba asal Tiongkok tersebut. Pihaknya telah melakukan pemeriksaan terhadap empat orang pegawai dan satu orang sipil.

Desa Mantang Masuk Nominasi Juara Lomba Kampung Sehat

Desa Mantang menjadi salah satu desa yang masuk nominasi juara pada Lomba Kampung Sehat di Lombok Tengah. Total ada 10 desa terbaik dari 139 desa dan kelurahan yang mengikuti lomba dari Gumi Tatas Tuhu Trasna.

Jasa Raharja NTB turut Berpartisipasi Meriahkan Hut Lantas Ke-65

Sebagai bentuk koordinasi dan memperkokoh sinergi Kepala Cabang Jasa Raharja (JR) NTB bersama jajaran, Selasa (22/9) turut serta memeriahkan puncak HUT Lalu Lintas Bhayangkara Ke-65.

Sejak Pandemi, Omzet Pedagang Pasar Tradisional Turun 40 persen

”Penurunan omzet juga diikuti penurunan kapasitas pedagang di pasar sebesar 40 persen,” katanya saat ditemui di ruang kerja, Senin (21/9/2020).

Manfaatkan Simulasi KBM Tatap Muka untuk Pembiasaan Pola Hidup Sehat

”Kita lihat mana yang belum pakai masker sekaligus kita kampanye 3M itu, bersama guru-guru yang lain,” jelas Winarna.

Menag Positif Korona, UIN Mataram Langsung Instruksikan Pegawai WFH

”Pegawai UIN Mataram semaksimal mungkin, agar bekerja dari rumah menyelesaikan tugas masing-masing,” tegas dia.

Paling Sering Dibaca

Perubahan Sosial di Era Pandemi

KEHADIRAN pandemi Coronavirus Disease 2019 (Covid-19) telah mengubah tatanan dunia dalam waktu singkat. Barangkali juga tidak ada yang pernah membayangkan bahwa pandemi ini akan menyebabkan derita kemanusiaan yang begitu mendalam. Bahkan dalam waktu yang tidak lama, pandemi ini telah menyebar secara cepat dalam skala luas dan menimbulkan banyak korban jiwa.

Siswa SMP di Loteng Menikah, Kenal Lewat HP, Pacaran Cuma Empat Hari

Meski belum cukup umur, Suhaimi dan Nur Herawati telah resmi menjadi pasangan suami istri. Bagaimana kisahnya sampai mereka memutuskan menikah? Berikut ulasannya.

Bantuan Uang Tunai untuk Warga Terdampak Korona Diperpanjang Sampai Desember

JAKARTA–Pemerintah memutuskan untuk memperpanjang pemberian bansos. Awalnya, bansos hanya diberikan tiga bulan dari April sampai Juni, namun akhirnya diperpanjang hingga Desember 2020. Sehingga, total...

Dua Terduga Pengedar Ekstasi Tertangkap di Karang Kediri

Dua terduga pengedar ekstasi berinsial PAW alias Patrick, 28 tahun, dan AZP alias Agli, 25 tahun, dibekuk tim Satnarkoba Polresta Mataram, Kamis (17/9) malam. ”Kita tangkap mereka di Lingkungan Karang Kediri, Cakranegara,” kata Kasatnarkoba Polresta Mataram AKP Elyas Ericson, kemarin (18/9).

Perkembangan Bahasa Indonesia sebagai Pemersatu Bangsa

Kongres pemuda kedua pada 28 Oktober 1928 menyatakan pengakuan terhadap tumpah darah yang satu, tanah air indonesia; satu bangsa, bangsa Indonesia; dan menjunjung bahasa...
Enable Notifications    Ok No thanks