alexametrics
Kamis, 1 Oktober 2020
Kamis, 1 Oktober 2020

Bebas Virus Korona Satu Mahasiswa NTB Dipulangkan

MATARAM-Memasuki hari ke-11 masa observasi, tidak ada tanda-tanda mahasiswa NTB yang baru pulang dari China mengalami gejala terjangkit virus Korona.

”Alhamdulillah semua sehat, tidak ada yang mengarah ke Korona,” kata Kepala Dinas Kesehatan NTB dr Nurhandini Eka Dewi pada Lombok Post, kemarin (11/2).

Ia menjelaskan, masa berakhir observasi mahasiswa beda-beda karena mereka tidak menjalani masa observasi secara serentak. ”Ada yang baru seminggu, jadi belum waktunya pulang,” katanya.

Hingga saat ini, mereka masih dalam masa pemantauan. Dia memastikan mereka dalam kondisi sehat. ”Semoga tidak ada gejala Korona sampai akhir masa inkubasi,” harapnya.

Eka meminta warga tidak khawatir. Dia yakin NTB bebas dari virus Korona. ”Virus ini tidak terlalu ganas, cuma  penyebarannya masif,” jelasnya.

Selama masa observasi, mahasiswa dilayani dengan baik. Meski tidak diberikan keluar ruangan, berbagai kegiatan digelar agar mereka tidak bosan di dalam ruangan.

”Agar tidak jenuh kita isi dengan olahraga, senam dan edukasi serta hipnoterapi,” kata Direktur Utama RSUD NTB dr H Lalu Hamzi Fikri.

Selain itu, RSUD juga membuatkan acara hiburan musik. Tujuannya agar mereka tetap merasa nyaman. ”Kegiatan kita gelar Sabtu malam Minggu,” jelasnya.

Fikri menyebutkan, jumlah mahasiswa yang diobservasi 29 orang. Hingga kemarin suhu tubuhnya dalam keadaan normal. Meski awalnya ada mahasiswa yang naik suhu tubuhnya 1-4 derajat di atas normal, yakni 37,1 hingga 37,4  derajat Celcius.

”Namun  tidak melebihi 38 derajat Celsius dan tidak ada gejala lain selain panas,” terangnya.

Kenaikan suhu tubuh itu disebabkan dehidrasi atau kurang istirahat selama perjalanan dari China. ”Setelah minum dan istirahat cukup serta kita berikan vitamin suhunya kembali normal,” katanya.

Hasil itu didapatkan dari pemeriksaan rutin yang dilakukan setiap hari. ”Sampai  saat ini semua mahasiwa normal dan tidak ada gejala klinis mengarah ke nCOV,” jelasnya.

Dia menyebutkan, jumlah yang diobservasi sampai siang kemarin 29 orang. Tapi satu orang yang masuk ke Indonesia tanggal 28 Januari sudah lewat masa inkubasi. ”Dia sudah bisa kita pulangkan,” katanya.

Sehingga total mahasiswa yang diobservasi sampai kemarin 28 orang. Pantauan Lombok Post, gedung Graha Mandalika nampak lengang siang kemarin.

Para mahasiswa yang diobservasi diinapkan di lantai empat gedung, sehingga jauh dari jangkauan warga lainnya. Tidak ada satu pun mahasiswa yang keluar, meski sekadar menengok ke lantai bawah.

Kepala Bidang Pelayanan Medis RSUD NTB dr Nyoman Wijaya Kusuma menjelaskan, 28 mahasiswa yang diobservasi belum boleh pulang karena belum habis periode pemantauan masa inkubasi virus. ”Yang masuk tanggal 1 Februari tinggal tiga hari lagi diobservasi,” katanya.

Nyoman menjelaskan, tiga orang mahasiswa pulang dari China tanggal 31 Januari, dua orang masuk ke RSUD tanggal 1 Februari. Enam orang masuk ke Graha Mandalika tanggal 2 Ferbruari. Kemudian 18 orang masuk tanggal 5 Februari, dan dua orang masuk tanggal 7 Februari lalu. ”Selama di sini mereka kami periksa tiga kali sehari, pagi, siang dan malam,” jelasnya. (ili/r6)

- advertisement mobile-

Berita Terbaru

Dompu Zona Merah, Simulasi KBM Tatap Muka Dua Sekolah Distop

Rinciannya, SMAN 1 dan 2 Kilo, SMAN 1 dan 3 Pekat, SMAN 1 Kempo, SMKN 1 Manggalewa, SMKN 2 Dompu, dan SMAN 1 Hu’u. Namun, hanya simulasi di SMKN 2 Dompu dan SMAN 1 Hu’u yang dihentikan. ”Pertimbangannya, karena sekolah itu ada di wilayah kota dan dekat kota, sebagai pusat penyebaran Covid-19,” jelasnya.

Cegah Penyakit Jantung di Masa Pandemi

dr. Yusra Pintaningrum, SpJP(K),FIHA,FAPSC,FAsCC

Sah! Gaji dan Tunjangan PPPK Sama dengan PNS

Penantian panjang honorer K2 yang lulus seleksi tes Pegawai Pemerintah dengan Perjanjian Kerja (PPPK) 2019 lalu akhirnya usai sudah. Payung hukum terkait gaji dan tunjangan PPPK telah diterbitkan.

Antisipasi Penyebaran Covid Klaster Kampus!

KONDISI masyarakat pada era tatanan kehidupan baru (new normal) saat ini seolah-olah menggambarkan situasi masyarakat telah beradaptasi dengan tenangnya, kembalinya kehidupan normal saat ini kesadaran kita sebagai masyarakat dalam menghadapi pandemi covid-19 sedikit demi sedikit sudah mulai abai dalam menerapkan pola hidup sehat dalam upaya pencegahan dan memutus rantai penularan virus corona.

Penurunan Kasus Korona di NTB Ternyata Semu

Perubahan warna zona Covid-19 di NTB tidak menentu. Kabupaten Dompu yang sebelumnya digadang-gadang sebagai daerah percontohan kini malah masuk zona merah kasus penularan Covid-19.

Pemerintah Harus Turunkan Harga Tes Swab

TARIF uji usap atau tes swab dinilai masih terlalu mahal. Ketua DPR RI Puan Maharani pun meminta pemerintah mengendalikan tarif tes sebagai salah satu langkah pengendalian dan penanganan penyebaran Covid-19. Jumlah masyarakat yang melakukan tes mandiri akan meningkat ketika harganya lebih terjangkau.

Paling Sering Dibaca

Perubahan Sosial di Era Pandemi

KEHADIRAN pandemi Coronavirus Disease 2019 (Covid-19) telah mengubah tatanan dunia dalam waktu singkat. Barangkali juga tidak ada yang pernah membayangkan bahwa pandemi ini akan menyebabkan derita kemanusiaan yang begitu mendalam. Bahkan dalam waktu yang tidak lama, pandemi ini telah menyebar secara cepat dalam skala luas dan menimbulkan banyak korban jiwa.

Zona Hijau Korona di NTB Kian Berat

”Indikatornya lebih tajam lagi. Kemarin, yang dihitung hanya pasien positif (Covid-19) saja. Sekarang probable juga dihitung,” kata Kepala Dinas Kesehatan NTB dr Hj Nurhandini Eka Dewi, usai rapat evaluasi penanganan Covid-19, di kantor gubernur NTB, kemarin (28/9).

Bantuan Uang Tunai untuk Warga Terdampak Korona Diperpanjang Sampai Desember

JAKARTA–Pemerintah memutuskan untuk memperpanjang pemberian bansos. Awalnya, bansos hanya diberikan tiga bulan dari April sampai Juni, namun akhirnya diperpanjang hingga Desember 2020. Sehingga, total...

Perkembangan Bahasa Indonesia sebagai Pemersatu Bangsa

Kongres pemuda kedua pada 28 Oktober 1928 menyatakan pengakuan terhadap tumpah darah yang satu, tanah air indonesia; satu bangsa, bangsa Indonesia; dan menjunjung bahasa...

Karyawan Swasta Gaji di Bawah 5 Juta Bakal Dapat Bansos Rp 600 Ribu

KONSUMSI masyarakat yang rendah membuat pemerintah memutar otak mencari solusi. Kepala Badan Kebijakan Fiskal (BKF) Kementerian Keuangan (Kemenkeu) Febrio Kacaribu menuturkan, pemerintah tengah memfinalisasi pemberian bansos bagi karyawan non PNS dan BUMN senilai Rp 600 ribu per bulan.
Enable Notifications    Ok No thanks