alexametrics
Kamis, 1 Oktober 2020
Kamis, 1 Oktober 2020

Islamic Center Butuh Perbaikan, Eskalator Rusak Atap Bocor

MATARAM-Kondisi masjid Hubbul Wathan Islamic Center (IC) cukup memprihatinkan. Eskalatornya rusak dan atapnya bocor.

“Mengganggu jamaah yang ibadah dan bagaimana kalau dilihat wisatawan,” kata Yusi Susanti, warga Kota Mataram usai salat di Islamic Center pada Lombok Post, kemarin (10/2).

Sebagai warga NTB, ia berharap pemerintah provinsi segera memperbaiki fasilitas di IC. Mengingat, masjid ini menjadi salah satu ikon NTB yang dikenal dengan pulau seribu masjid. “Semoga pemerintah bisa cepat merespons,” ujarnya.

Senada dengan Yusi, Devi Handayani, warga Karang Panas, Ampenan juga berharap pemerintah segera memperbaiki fasilitas yang ada. Mengingat, banyak wisatawan domestik maupun asing kerap mengunjungi masjid untuk berswafoto.

“Eskalatornya sering rusak, jadi cukup mengganggu bagi jamaah wanita. Khususnya lansia yang ingin salat di lantai atas,” katanya, kemarin.

Banyaknya fasilitas masjid yang rusak dapat memberi citra buruk.bagi pariwisata NTB. “Jangan sampai orang luar berpikir jika rumah ibadah kita tidak layak, semoga pemerintah bisa turun membenahi,” harapnya.

Sekertaris Daerah (Sekda) NTB H Lalu Gita Ariadi mengatakan pihaknya akan segera memperbaiki fasilitas-fasilitas di Islamic Center yang rusak. Seperti atap yang bocor hingga eskalator yang tidak beroperasi.

“Kita sudah rapatkan beberapa kali, dan Dinas PUPR NTB sudah dalam tataran teknisnya akan bagaimana. Intinya akan segera diperbaiki,” katanya, kemarin.

Ia menjelaskan, pihaknya di bawah PUPR NTB akan segera melakukan perbaikan secara teknis. Mengingat, Islamic Center menjadi ikon penting bagi NTB.

“Kita akan selesaikan (dengan cepat), kita punya anggaran dari APBD untuk perbaikan ini,” tuturnya.

Rencananya, perbaikan fasilitas-fasilitas yang rusak ini akan dibagi ke dalam beberapa tahap. “Untuk saat ini, kami prioritaskan perbaikan atap-atap yang bocor dulu. Sisanya akan menyusul, intinya akan kita selesaikan,” tandasnya. (tea/r5)

- advertisement mobile-

Berita Terbaru

Sah! Gaji dan Tunjangan PPPK Sama dengan PNS

Penantian panjang honorer K2 yang lulus seleksi tes Pegawai Pemerintah dengan Perjanjian Kerja (PPPK) 2019 lalu akhirnya usai sudah. Payung hukum terkait gaji dan tunjangan PPPK telah diterbitkan.

Antisipasi Penyebaran Covid Klaster Kampus!

KONDISI masyarakat pada era tatanan kehidupan baru (new normal) saat ini seolah-olah menggambarkan situasi masyarakat telah beradaptasi dengan tenangnya, kembalinya kehidupan normal saat ini kesadaran kita sebagai masyarakat dalam menghadapi pandemi covid-19 sedikit demi sedikit sudah mulai abai dalam menerapkan pola hidup sehat dalam upaya pencegahan dan memutus rantai penularan virus corona.

Penurunan Kasus Korona di NTB Ternyata Semu

Perubahan warna zona Covid-19 di NTB tidak menentu. Kabupaten Dompu yang sebelumnya digadang-gadang sebagai daerah percontohan kini malah masuk zona merah kasus penularan Covid-19.

Pemerintah Harus Turunkan Harga Tes Swab

TARIF uji usap atau tes swab dinilai masih terlalu mahal. Ketua DPR RI Puan Maharani pun meminta pemerintah mengendalikan tarif tes sebagai salah satu langkah pengendalian dan penanganan penyebaran Covid-19. Jumlah masyarakat yang melakukan tes mandiri akan meningkat ketika harganya lebih terjangkau.

Desa Sekotong Tengah Punya Taman Obat Keluarga

ADA budidaya tanaman obat di Desa Sekotong Tengah, Kecamatan Sekotong, Lombok Barat. Tanaman obat ini dibudidayakan oleh masyarakat setempat melalui Kelompok Taman Obat Keluarga Suren.

Desa Pesanggrahan Lotim, Tangguh Berkat Kawasan Rumah Pangan Lestari

Desa Pesanggrahan terpilih menjadi Kampung Sehat terbaik di Kecamatan Montong Gading. Desa ini punya Tim Gerak Cepat Pemantau Covid-19 yang sigap. Ekonomi masyarakat juga tetap terjaga meski pandemi melanda.

Paling Sering Dibaca

Perubahan Sosial di Era Pandemi

KEHADIRAN pandemi Coronavirus Disease 2019 (Covid-19) telah mengubah tatanan dunia dalam waktu singkat. Barangkali juga tidak ada yang pernah membayangkan bahwa pandemi ini akan menyebabkan derita kemanusiaan yang begitu mendalam. Bahkan dalam waktu yang tidak lama, pandemi ini telah menyebar secara cepat dalam skala luas dan menimbulkan banyak korban jiwa.

Zona Hijau Korona di NTB Kian Berat

”Indikatornya lebih tajam lagi. Kemarin, yang dihitung hanya pasien positif (Covid-19) saja. Sekarang probable juga dihitung,” kata Kepala Dinas Kesehatan NTB dr Hj Nurhandini Eka Dewi, usai rapat evaluasi penanganan Covid-19, di kantor gubernur NTB, kemarin (28/9).

Bantuan Uang Tunai untuk Warga Terdampak Korona Diperpanjang Sampai Desember

JAKARTA–Pemerintah memutuskan untuk memperpanjang pemberian bansos. Awalnya, bansos hanya diberikan tiga bulan dari April sampai Juni, namun akhirnya diperpanjang hingga Desember 2020. Sehingga, total...

Perkembangan Bahasa Indonesia sebagai Pemersatu Bangsa

Kongres pemuda kedua pada 28 Oktober 1928 menyatakan pengakuan terhadap tumpah darah yang satu, tanah air indonesia; satu bangsa, bangsa Indonesia; dan menjunjung bahasa...

Karyawan Swasta Gaji di Bawah 5 Juta Bakal Dapat Bansos Rp 600 Ribu

KONSUMSI masyarakat yang rendah membuat pemerintah memutar otak mencari solusi. Kepala Badan Kebijakan Fiskal (BKF) Kementerian Keuangan (Kemenkeu) Febrio Kacaribu menuturkan, pemerintah tengah memfinalisasi pemberian bansos bagi karyawan non PNS dan BUMN senilai Rp 600 ribu per bulan.
Enable Notifications    Ok No thanks