alexametrics
Minggu, 20 September 2020
Minggu, 20 September 2020

Oknum Mahasiswa Jadi Kurir Sabu

MATARAM-Misi SH, mahasiswa salah satu perguruan tinggi swasta di Kota Mataram, untuk mengantarkan sabu gagal ditunaikannya. Pemuda 21 tahun tersebut keburu tertangkap anggota Ditresnarkoba Polda NTB sebelum sabu diterima pemesannya.

Kabidhumas Polda NTB AKBP Purnama mengatakan, SH diduga berperan sebagai kurir narkotika jenis sabu. Kegiatan tersebut telah dipantau anggota Subdit I Ditresnarkoba Polda NTB.

”Sebelum penangkapan, anggota mendapatkan informasi kalau pelaku mau melakukan transaksi narkoba,” kata Purnama, kemarin (12/3).

Polisi kemudian memantau pergerakan SH. Purnama menyebut, SH akan bertransaksi di seputar wilayah Sayang-sayang, Kota Mataram. Informasi ini ditindaklanjuti petugas dengan bersiaga di lokasi yang akan dijadikan tempat transaksi.

Sekitar pukul 20.30 Wita, kemarin, polisi melihat SH melintas di Jalan Raya Kekeri, Kelurahan Sayang-sayang, Kecamatan Cakranegara, Kota Mataram. SH yang terlihat mengendarai sepeda, langsung diberhentikan anggota opsnal Subdit I Ditresnarkoba.

Tim, kata Purnama, melakukan penggeledahan badan terhadap pelaku. Hasilnya, ditemukan satu poket besar berisi kristal putih diduga sabu. Barang haram tersebut dibungkus kantong plastik hitam dan disimpan SH di saku celananya.

”Berat sabunya 79,47 gram,” ungkap dia.

Selain sabu, polisi mendapati satu unit handphone serta uang sebanyak Rp 120 ribu. Kepada petugas, SH mengaku sabu tersebut bukan kepunyaannya. Dia hanya disuruh mengantar ke seseorang yang telah menunggu di Sayang-sayang.

”Pelaku suruh seseorang berinisial NH dari Karang Bagu. Disuruh antar ke WY di Sayang-sayang,” terang Purnama.

Selain SH, polisi juga menangkap kurir sabu lainnya, berinisial ZU. Pria 37 tahun tersebut tertangkap di Lingkungan Batu Raja, Kelurahan Ampenan Utara, Kecamatan Ampenan, Kota Mataram.

Purnama mengatakan, polisi mendapati barang bukti sabu seberat 3,4 gram. ”Pelaku kurir juga. Sering melakukan transaksi di salah satu losmen di Ampenan,” tandas Purnama.(dit/r2)

- advertisement mobile-

Berita Terbaru

14 Ribu UMKM Lombok Utara Diusulkan Terima Banpres

Jumlah UMKM KLU yang diusulkan menerima bantuan presiden (Banpres) Rp 2,4 juta bertambah. Dari sebelumnya hanya 4. 890, kini tercatat ada 14 ribu UMKM. ”Itu berdasarkan laporan kabid saya, sudah 14 ribu UMKM yang tercatat dan diusulkan ke pusat,” ujar Plh Kepala Diskoperindag KLU HM Najib, kemarin (18/9).

Cegah Penyimpangan, Bupati Lobar Amankan 640 Dokumen Aset Daerah

Dinas Arsip dan Perpustakaan Lombok Barat (Lobar) terus mencari dokumen-dokumen aset milik pemkab. ”Kalau arsip (dokumen) hilang, aset daerah juga melayang,” kata Kepala Dinas Arsip dan Perpustakaan Lobar H Muhammad Yamil.

Penuh Sampah, Warga Dasan Geres Turun Bersihkan Sungai

Pola hidup bersih digalakkan warga di Lingkungan Dasan Geres Tengah. Salah satunya melalui program sungai bersih. ”Kita ciptakan lingkungan bersih dan asri,” kata Lurah Dasan Geres Hulaifi, kemarin.

Perintah Menteri, RT Wajib Bentuk Satgas Penaganan Covid-19

Upaya menekan penyebaran virus COVID-19 masih harus gencar. Salah satu kebijakan baru yang digagas adalah mewajibkan membentuk satgas penanganan COVID-19 hingga level kelurahan, dusun atau RT/RW. Satgas tersebut nantinya bertugas mengawal pelaksanaan kebijakan satgas pusat di lapangan.

Senggigi Telah Kembali (Bagian-2)

SELAMA berminggu-minggu “kegiatan tidak berarti ini” dilaksanakan tanpa ada maksud apa-apa kecuali biar sampah tidak menumpuk. Namun keberartian “kegiatan tidak berarti ini” justru menjadi simpul efektif dari kebersamaan dan rasa senasib sepenangungan seluruh komponen yang ikut bergotong royong.

Gowes di Jalan Raya Kini Tak Bisa Lagi Serampangan, Ini Aturannya

Belakangan tren bersepeda marak. Agar tertib, maka Kementerian Perhubungan mengeluarkan Peraturan Menteri Perhubungan Nomor PM 59 Tahun 2020 Tentang Keselamatan Pesepeda di Jalan pada 14 Agustus lalu. Kemenhub rutin untuk melakukan sosialisasi.

Paling Sering Dibaca

Perubahan Sosial di Era Pandemi

KEHADIRAN pandemi Coronavirus Disease 2019 (Covid-19) telah mengubah tatanan dunia dalam waktu singkat. Barangkali juga tidak ada yang pernah membayangkan bahwa pandemi ini akan menyebabkan derita kemanusiaan yang begitu mendalam. Bahkan dalam waktu yang tidak lama, pandemi ini telah menyebar secara cepat dalam skala luas dan menimbulkan banyak korban jiwa.

Di Tengah Pandemi Korona, Dua Murid SMP di Lombok Tengah Menikah

Saat sekolah tak kunjung dibuka karena Pandemi Korona dua pelajar SMP di Lombok Tengah memilih untuk melangsungkan pernikahan Sabtu (12/9) lalu. Mereka adalah Suhaimi, kelas 2 SMP asal  Desa Pengenjek, Kecamatan Pringgarata menikahi Nur Herawati, kelas 1 SMP.

Siswa SMP di Loteng Menikah, Kenal Lewat HP, Pacaran Cuma Empat Hari

Meski belum cukup umur, Suhaimi dan Nur Herawati telah resmi menjadi pasangan suami istri. Bagaimana kisahnya sampai mereka memutuskan menikah? Berikut ulasannya.

Bantuan Uang Tunai untuk Warga Terdampak Korona Diperpanjang Sampai Desember

JAKARTA–Pemerintah memutuskan untuk memperpanjang pemberian bansos. Awalnya, bansos hanya diberikan tiga bulan dari April sampai Juni, namun akhirnya diperpanjang hingga Desember 2020. Sehingga, total...

Pemda di NTB Wajib Daftarkan Honorer Ikut BPJS Ketenagakerjaan

"Seluruh tenaga kerja di NTB, baik yang ada di lingkungan pemerintah atau pun swasta, baik sektor formal maupun informal wajib mendapatkan jaminan sosial ketenagakerjaan," tegas Wisma.
Enable Notifications    Ok No thanks