alexametrics
Senin, 28 September 2020
Senin, 28 September 2020

Kadispar Lombok Barat Terjaring Operasi Tangkap Tangan Kejari Mataram

MATARAM-Praktik kotor di Dinas Pariwisata Lombok Barat dibongkar Kejaksaan Negeri (Kejari) Mataram. Kepala Dinas Pariwisata Lobar Ispan Junaidi terkena Operasi Tangkap dengan barang bukti uang Rp 95,850 juta. Kejari Mataram menyebut, Ispan memeras kontraktor yang mengerjakan proyek di Dinas Pariwisata. Ispan telah ditetapkan sebagai tersangka. Tadi malam (12/11) langsung ditahan di Lapas Mataram.

Ispan dibekuk di kantornya sekitar pukul 13.34 Wita, kemarin. Dia tak bisa berkutik, saat petugas datang. Dari video proses penangkapan yang beredar di kalangan wartawan, tim OTT Kejari Mataram bergegas masuk ke ruangan Ispan begitu tiba di kantor. Salah seorang pegawai sempat mempertanyakan kedatangan tim “Dari mana pak,” kata seorang perempuan yang menjadi staf kadis.

Tim tidak menghiraukan pertanyaan itu. Mereka langsung masuk ke ruangannya. Menyisir hingga ke WC. Ispan pun tak ditemukan.

Setelah seluruh ruangan kadis disisir, Kasi Intel Kejari Mataram Agus Taufikurrahman menemukan Ispan sedang berada di salah satu ruangan rapat yang masih terhubung dengan ruangan kadis. Ispan tak berkutik. Dia terlihat pucat.

Agus kemudian menggeledah dua tas yang ditemukan di ruangan rapat tersebut. Pertama membuka tas berwarna cokelat. Pada tas itu tak ditemukan barang bukti.

Selanjutnya, Agus membongkar isi tas ransel berwarna hitam. Di dalam tas ransel tersebut ditemukan amplop cokelat berisi uang.

Sementara Ispan yang sudah dijaga tim Kejari Mataram yang lain, dipersilakan duduk di kursi tempat menerima tamu di ruangan kerjanya. Tak lama setelah uang dalam tas ditemukan, Ispan kemudian diborgol. Sempat mantan Kebag Humas Pemkab Lobar ini meminta agar tidak doborgol. Tapi, tim Kejari Mataram bergeming.

Informasi dari penyidik, Ispan menyebut bahwa uang dalam tas yang ditemukan penyidik bukan hasil dari fee proyek. ”Itu uang pribadi saya,” kelit Ispan. Informasi dari penyidik menyebut, muka Ispan sangat memelas kala itu. Bahkan disebut nyaris menangis.

Dari kantornya, Ispan kemudian dibawa ke kantor Kejari Mataram. Para staf dan anak buahnya melihat langsung Ispan digiring dari ruang kerjanya oleh tim Kejari Mataram dengan tangan diborgol dan kepala menunduk.

Setelah penyidik menghitung uang yang ditemukan dalam tas ransel warna hitam, total uang dalam amplop cokelat tersebut sebanyak Rp 95.850.000. Uang itulah yang dijadikan barang bukti fee proyek di Dinas Pariwisata Lobar.

Setelah diperiksa intensif selama enam jam, sekitar pukul 20.10 Wita tadi malam, Ispan ditetapkan Kejari Mataram sebagai tersangka. Dia keluar dari ruangan Kasi Intel Kejari Mataram mengenakan baju tahanan.  Selanjutnya, diangkut menggunakan mobil tahanan untuk dititip di Lapas Mataram.

Wakil Kepala Kejaksaan Tinggi (Wakajati) NTB Anwarudin secara terpisah mengungkapkan, Ispan diduga telah memeras salah seorang kontraktor. Dia meminta fee atas pengerjaan proyek fisik pembangunan kawasan wisata di Lobar. ”Tidak perlu disebutkan lokasi proyeknya,” kata Anwarudin.

Anggaran pengerjaan proyek itu kata Anwarudin senilai Rp 1,5 miliar. Ispan meminta 10 persen dari anggaran proyek tersebut. ”Apabila tidak diberikan, dia tidak akan menandatangani termin pencairan anggaran,” ucapnya.

Karena kontraktornya tak memiliki uang, sehingga terjadi tawar menawar. Ispan tetap pagah meminta 10 persen. Negosiasi terus berlanjut. ”Akhirnya dia meminta fee 5 persen lebih ke kontraktor,” ungkap Anwar.

Dalam keadaan terpaksa, kontraktor proyek tersebut kemudian menyerahkan fee proyek tersebut. Dari persoalan itulah, tim Kejari Mataram mendapatkan laporan dan langsung bergerak. ”Kita mendapatkan laporan dari masyarakat,” kata Anwarudin.

Sementara itu, Kejari Mataram Yusuf menambahkan, proses penyelidikan masih berlanjut. Belum ada calon tersangka lain dalam kasus ini. ”Dia bekerja sendiri,” jelasnya soal sepak terjang Ispan Junaidi.

Dari informasi yang didapatkan koran ini, sebenarnya Ispan akan berangkat ke Jakarta pada pukul 18.00 Wita. Rencananya, akan bertemu dengan dengan promorotnya untuk kepentingan penuntasan disertasi doktoralnya.

Apakah uang itu akan digunakan untuk menyelesaikan studi S3-nya? ”Ya, seperti itulah,” kata Yusuf singkat.

Ketika ditanya terkait nama perusahaan yang diperas, Yusuf enggan membeberkan. ”Nanti saja ya, tunggu proses penyelidikan. Saya mau berangkat nih ke Jakarta, nanti ketinggalan pesawat,” kata Yusuf kemudian bergegas dari kantornya.

Ketika ditanyakan apakah ada fee yang diterima Ispan dari proyek lain, Yusuf tak juga memberikan penjelasan. ”Kita fokus saja selesaikan satu kasus ini dulu,” ujarnya.

Kasi Intelijen Kejari Mataram Agus Taufikurrahman mengatakan, setelah dilakukan pemeriksaan, status Ispan sudah ditetapkan menjadi tersangka. Sehingga, Ispan ditahan di Lapas Mataram. ”Kalau sudah ditahan berarti sudah ditetapkan menjadi tersangka,” kata Agus.

Penyidik telah memeriksa empat orang saksi. Mereka adalah kontraktor, pegawai Dinas Pariwisata Lobar, dan tersangka. Dia enggan menyebutkan, jabatan pegawai dari Dinas Pariwisata Lobar yang diperiksa tersebut. Apakah kepala bidang, atau hanya sebatas staf. ”Ya, yang pasti sudah kita periksa,” kelitnya.

Begitu juga mengenai materi pemeriksaannya. Agus irit bicara. ”Nanti saja terlalu substantif itu,” kata dia di kantornya.

Yang pasti, penyidik telah menemukan dua alat bukti yang cukup untuk menetapkan Ispan menjadi tersangka. ”Tunggu hasil perkembangan penyidikannya saja,” kata Agus. (arl/r6)

- advertisement mobile-

Berita Terbaru

Proyek Pembangunan Dermaga Senggigi Tak Jelas

Dermaga Senggigi berpotensi mangkrak lebih lama. Meski Dinas Perhubungan (Dishub) Lombok Barat (Lobar) tetap mengupayakan kelanjutan pembangunannya. ”Mau tidak mau harus kita lanjutkan. Itu kewajiban kita,” kata Kadishub Lobar HM Najib.

Distribusi Bantuan Beras Lelet, Dewan Minta Pemprov NTB Ambil Alih

”Pemda harus secepatnya koordinasi ke pusat, kalau ada kemungkinan ambil alih, take over secepatnya, kasihan masyarakat,” tegas Anggota Komisi V DPRD NTB Akhdiansyah, Minggu (27/9/2020).

Kantongi Persetujuan Mendagri, Pjs Bupati Boleh Lakukan Mutasi

”Bisa (rombak) tetapi ada kendali di situ yakni rekom KASN. Pejabat definitif saja harus ada rekom KASN,” katanya.

Akhir September, Tren Konsumsi BBM dan LPG di NTB Meningkat

”Jumlah ini meningkat dibandingkan Bulan Mei 2020, ketika Pembatasan Sosial Berskala Besar (PSBB) dilaksanakan di berbagai daerah,” kata Unit Manager Communication, Relations, & CSR MOR V Jatimbalinus Rustam Aji, Jumat (25/9/2020) lalu.

LEM Hadirkan Baby Crab dan Gelar Plants Exhibition

Kami terus menghadirkan apa pun yang menjadi kebutuhan dan keinginan konsumen. Terpenting bisa menghibur mereka selama masa pandemi ini,” imbuh Eva.

Soal Kuota Gratis, Sekolah di Mataram Masih Validasi Data

”Verval ini kita lakukan  secara bertahap juga, setiap hari ada saja yang divalidasi,” jelas Suherman.

Paling Sering Dibaca

Perubahan Sosial di Era Pandemi

KEHADIRAN pandemi Coronavirus Disease 2019 (Covid-19) telah mengubah tatanan dunia dalam waktu singkat. Barangkali juga tidak ada yang pernah membayangkan bahwa pandemi ini akan menyebabkan derita kemanusiaan yang begitu mendalam. Bahkan dalam waktu yang tidak lama, pandemi ini telah menyebar secara cepat dalam skala luas dan menimbulkan banyak korban jiwa.

Bantuan Uang Tunai untuk Warga Terdampak Korona Diperpanjang Sampai Desember

JAKARTA–Pemerintah memutuskan untuk memperpanjang pemberian bansos. Awalnya, bansos hanya diberikan tiga bulan dari April sampai Juni, namun akhirnya diperpanjang hingga Desember 2020. Sehingga, total...

Karyawan Swasta Gaji di Bawah 5 Juta Bakal Dapat Bansos Rp 600 Ribu

KONSUMSI masyarakat yang rendah membuat pemerintah memutar otak mencari solusi. Kepala Badan Kebijakan Fiskal (BKF) Kementerian Keuangan (Kemenkeu) Febrio Kacaribu menuturkan, pemerintah tengah memfinalisasi pemberian bansos bagi karyawan non PNS dan BUMN senilai Rp 600 ribu per bulan.

Perkembangan Bahasa Indonesia sebagai Pemersatu Bangsa

Kongres pemuda kedua pada 28 Oktober 1928 menyatakan pengakuan terhadap tumpah darah yang satu, tanah air indonesia; satu bangsa, bangsa Indonesia; dan menjunjung bahasa...

Bantuan Presiden, Pedagang Kaki Lima Bakal Diberi Rp 2,4 Juta

Kucuran bantuan pemerintah dalam rangka stimulus ekonomi di tengah pandemi Covid-19 semakin beragam. Kemarin (19/8) sore di halaman tengah Istana Merdeka bersama sejumlah pedagang kecil, Presiden Joko Widodo (Jokowi) memperkenalkan Bantuan Presiden (Banpres) Produktif.
Enable Notifications    Ok No thanks