alexametrics
Sabtu, 19 September 2020
Sabtu, 19 September 2020

Status Jabatan Ispan Junaidi Ditentukan Hari Ini

SAAT Kadis Pariwisata Lobar Ispan Junaidi terjaring OTT oleh Kejaksaan Negeri Mataram, Bupati Lombok Barat H Fauzan Khalid sedang tidak berada di tempat. Dikonfirmasi Lombok Post melalui aplikasi perpesanan, Fauzan mengaku dirinya baru mengetahui informasi OTT Kadispar Lobar ketika baru tiba di Bogor.

Orang nomor satu di Lobar tersebut kemarin memang sedang menghadiri undangan Presiden dalam acara pertemuan Forkopimda provinsi dan kabupaten kota se-Indonesia.

“Kita ikuti proses hukum dan saya juga akan melakukan tindakan sesuai hukum,” jelasnya.

Semua pejabat di Lobar dimintanya harus mengambil pembelajaran dari kasus ini. Namun demikian, Fauzan mengaku tidak bisa berbicara terlalu banyak karena belum tahu detail masalahnya. Termasuk apakah nantinya Ispan bakal diberhentikan atau tidak dari jabatannya.

“Aturan persisnya tanya Pak Sekda,” jawabnya.

Informasi yang dihimpun Lombok Post, Sekda Lobar HM Taufiq langsung menggelar rapat dengan semua kepala OPD pasca OTT Kadispar Lobar. Kabag Humas dan Protokol Setda Lobar Saepul Ahkam melalui keterangan tertulis mengungkapkan, Pemkab Lobar merasa sangat kaget dan prihatin atas OTT Kadis Ispan. Ini dinilai sebagai pembelajaran yang luar biasa pahit sehingga tidak terulang di kemudian hari.

“Pemkab Lobar sangat menghargai proses penegakan hukum dan mendukung sepenuhnya hal tersebut,” kata Saepul.

Namun sebagai objek hukum, Pemkab Lobar berharap asas praduga tidak bersalah juga dikedepankan. Pemkab Lobar menunggu dalam dua hari ke depan untuk proses kepastian hukum.

“Semoga ada jalan terbaik buat semua pihak,” harapnya.

Langkah hukum akan diambil setelah Pemkab Lobar mendapat kepastian hukum status Ispan.

Sementara itu, pantauan Lombok Post kemarin, ruang kerja Kepala Dinas Pariwisata Lombok Barat Ispan Junaedi sudah disegel tim Kejaksaan Negeri Mataram.

Para pegawai Dinas Pariwisata yang ditemui Lombok Post tak berani berkomentar terlalu banyak atas penangkapan atasannya tersebut. Mereka takut salah berbicara. Mereka hanya menuturkan jika sejumlah petugas yang datang mengaku berasal dari kejaksaan.

“Mereka datang menangkap Pak Kadis. Informasinya sih membawa uang dari ruangan, lalu pergi setelah menyegel ruangan itu,” kata salah seorang pegawai.

Sekretaris Dinas Pariwisata Lobar Lalu Satriadi juga mengaku dirinya tak tahu banyak terkait kedatangan pihak kejaksaan. Saat informasi penangkapan Kadispar Lobar berlangsung, ia mengaku dirinya masih ada di dalam ruang kerjanya.

“Setelah penangkapan dilakukan baru saya keluar. Saya lihat ada orang ramai katanya dari kejaksaan membawa Pak Kadis,” akunya.

Ia mengaku merasa kaget sekaligus prihatin dengan apa yang menimpa atasannya tersebut. Terkait informasi mengenai proyek yang menyebabkan Ispan terjaring OTT Kejaksaan, Satriadi juga mengaku tidak tahu persis persoalannya. Karena ia mengaku tidak dilibatkan dalam menangani persoalan proyek di Dinas Pariwisata Lobar.

“Biasanya pak Kadis dengan Kabid yang menangani teknisnya bersama pihak ketiga. Jadi saya mohon maaf tidak tahu mengenai proyek tersebut,” aku mantan Camat Sekotong itu. (ton/r6)

- advertisement mobile-

Berita Terbaru

Siswa SMP di Loteng Menikah, Kenal Lewat HP, Pacaran Cuma Empat Hari

Meski belum cukup umur, Suhaimi dan Nur Herawati telah resmi menjadi pasangan suami istri. Bagaimana kisahnya sampai mereka memutuskan menikah? Berikut ulasannya.

Proyek Pasar ACC Ampenan Terancam Molor

Pengerjaan konstruksi fisik Pasar ACC Ampenan masih dalam proses sanggah. Belajar dari pengalaman tahun lalu, Dinas Perdagangan (Disdag) Kota Mataram tidak ingin gegabah mengerjakan proyek yang anggarannya dari Kementerian Perdagangan itu. “Kita tidak ingin kejadian seperti  tahun lalu di Pasar Cakarenagara. Molor,” kata Kepala Disdag Kota Mataram H Amran M Amin, kemarin (18/9).

Saat Pandemi, Anak 14 Tahun di Mataram Nikah Dini

Fenomena pernikahan usia anak masih terjadi di Kota Mataram. Seperti yang terjadi di Kelurahan Karang Baru pekan lalu. AA, perempuan usia 14 tahun juga memilih menikah dengan IW, 20 tahun warga kelurahan Selagalas. Keduanya enggan dipisahkan dengan alasan cinta.

Kasus Korona di Mataram Kembali Meningkat

Tren kasus Covid-19 dalam sepekan terakhir mengalami peningkatan. Terjadi penambahan kasus tiap hari. “Biasanya kasus baru positif satu, dua. Tapi tadi malam sepuluh orang yang positif,” kata Juru Bicara Gugus Tugas Penanganan Covid-19 Kota Mataram I Nyoman Suwandiasa, kemarin (17/9).

TGB Minta Kasus Penusukan Syaikh Ali Jaber Diusut Tuntas

Mantan Gubernur NTB yang juga ulama TGB M Zainul Majdi menyinggung kasus penusukan terhadap salah satu ulama nasional Syaikh Ali Jaber. Menurutnya, di balik kasus penusukan ini, ada upaya untuk memecah belah umat dan bangsa Indonesia.

Kampung Sehat NTB Jadi Energi Baru Penanganan Covid-19

Program Kampung Sehat yang diinisiasi Polda NTB mendapat sambutan hangat dari masyarakat dan telah memberi dampak nyata pada upaya memutus mata rantai penyebaran Covid-19. Wakil Gubernur NTB Hj Sitti Rohmi Djalilah pun tak sungkan memberikan apresiasi yang tinggi pada Polda NTB atas program inovatif ini.

Paling Sering Dibaca

Perubahan Sosial di Era Pandemi

KEHADIRAN pandemi Coronavirus Disease 2019 (Covid-19) telah mengubah tatanan dunia dalam waktu singkat. Barangkali juga tidak ada yang pernah membayangkan bahwa pandemi ini akan menyebabkan derita kemanusiaan yang begitu mendalam. Bahkan dalam waktu yang tidak lama, pandemi ini telah menyebar secara cepat dalam skala luas dan menimbulkan banyak korban jiwa.

Di Tengah Pandemi Korona, Dua Murid SMP di Lombok Tengah Menikah

Saat sekolah tak kunjung dibuka karena Pandemi Korona dua pelajar SMP di Lombok Tengah memilih untuk melangsungkan pernikahan Sabtu (12/9) lalu. Mereka adalah Suhaimi, kelas 2 SMP asal  Desa Pengenjek, Kecamatan Pringgarata menikahi Nur Herawati, kelas 1 SMP.

Siswa SMP di Loteng Menikah, Kenal Lewat HP, Pacaran Cuma Empat Hari

Meski belum cukup umur, Suhaimi dan Nur Herawati telah resmi menjadi pasangan suami istri. Bagaimana kisahnya sampai mereka memutuskan menikah? Berikut ulasannya.

Bantuan Uang Tunai untuk Warga Terdampak Korona Diperpanjang Sampai Desember

JAKARTA–Pemerintah memutuskan untuk memperpanjang pemberian bansos. Awalnya, bansos hanya diberikan tiga bulan dari April sampai Juni, namun akhirnya diperpanjang hingga Desember 2020. Sehingga, total...

Pemda di NTB Wajib Daftarkan Honorer Ikut BPJS Ketenagakerjaan

"Seluruh tenaga kerja di NTB, baik yang ada di lingkungan pemerintah atau pun swasta, baik sektor formal maupun informal wajib mendapatkan jaminan sosial ketenagakerjaan," tegas Wisma.
Enable Notifications    Ok No thanks