alexametrics
Minggu, 9 Agustus 2020
Minggu, 9 Agustus 2020

Warga Pondok Perasi Ngadu ke Gubernur

MATARAM-Korban penggusuran Pondok Perasi, Ampenan mengadu ke Pemprov NTB. ”Tolong kami pak gubernur, kami mau tempat tinggal,” kata Inaq Nikmah, 55 tahun, salah satu warga Pondok Perasi saat berunjuk rasa di depan kantor gubernur NTB, kemarin (13/1).

                Dalam aksi itu, Nikmah membawa plang di barisan belakang. Sementara para pemuda di barisan depan. ”Mudahan pemerintah mau dengar kami,” harapnya.

Seperti warga lainnya, Nikmah susah payah membangun rumah di tempat itu, namun kini sudah digusur. ”Dari dulu kami sudah tinggal di sana,” ujarnya.

Setelah dieksekusi, kini warga masih bertahan. ”Kami tinggal di jalan, tidak ada tempat lain,” ujarnya.

Hal sama diungkapkan, Muksin, 60 tahun. ”Kita tinggal di tenda tepi pantai,” katanya.

Mereka membuat tenda sendiri tanpa bantuan pemerintah. Keluarga yang bertahan di sana ini ada 53 KK. ”Ada nelayan dan buruh nelayan,” katanya.

Dia berharap, pemerintah membuatkan mereka rumah tempat tinggal. ”Seperti rumah korban gempa itu,” harapnya.

Warga telah menempati lahan itu sejak 21 tahun lalu, pemerintah yang meminta mereka tinggal. ”Dulu kami tinggal di tanah wakaf,” katanya.

Sementara 23 keluarga lainnya memilih keluar dan tinggal di lahan yang disediakan Pemkot Mataram. Sedangkan mereka tetap bertahan untuk melawan. ”Kami mau gubernur memberikan kepastian tempat tinggal,” harapnya.

Dalam aksi itu, Forum Warga Pondok Perasi menuntut pemerintah memberikan jaminan sosial bagi warga. Memberikan ganti rugi korban penggusuran.

Kepala Dinas Sosial NTB Hj Wismaningsih Drajadiah menjelaskan, pemprov sudah menyalurkan bantuan logistik dari gubernur NTB sejak minggu lalu. ”Kami salurkan melalui dinas sosial kota,” katanya.

Petugas dinas sosial terus dikerahkan untuk memantau kondisi warga. ”Kita bekerja sama dengan lembaga lain membuka posko di sana,” kata dia.

Terkait tempat tinggal, menurut Wisma hal itu menjadi kewenangan Pemkot Mataram dan Dinas Perumahan dan Permukiman NTB. ”Kami membantu korban dari sisi sosialnya,” ujar Wisma. (ili/r5)

- advertisement mobile-

Berita Terbaru

Mata Air Lombok Utara Hanya Tersisa 77 Titik

Pemerintah KLU mencatat jumlah mata air potensial hanya tersisa 77 titik. Angka potensial itu terdeteksi sangat minim, dibandingkan total 238 mata air yang sebelumnya ada.

NTB Tuan Rumah Festival Ekonomi Syariah 2020

Provinsi NTB terpilih menjadi tuan rumah penyelenggaraan Indonesia Sharia Economic Festival (ISEF) atau Festival Ekonomi Syariah Indonesia ke-7 tahun 2020. ”Provinsi NTB sekaligus menjadi koordinator penyelenggaraan festival tahun ini,” kata Gubernur Bank Indonesia (BI) Perry Warjiyo dalam pembukaan ISEF 2020 secara virtual, Jumat (7/8).

Layangan Nyangkut Ganggu Jaringan Listrik Lombok

MATARAM-Akhir-akhir ini layang-layang kerap mengganggu aktivitas warga. Layangan putus banyak nyangkut di jaringan listrik PLN. Akibatnya listrik harus dipadamkan. ”PLN mencatat beberapa kali gangguan listrik yang disebabkan oleh layang layang,” kata Manager PLN UP3 Mataram Dony Noor Gustiarsyah, Jumat (7/8).

Tahun ini NTB Butuh Rp 8,3 Miliar Tangani Kekeringan

Seperti tahun-tahun sebelumnya, dana penanganan kekeringan tidak pernah sedikit. Tahun ini, BPBD NTB kembali mengusulkan dana hingga Rp 8,3 miliar lebih untuk atasi bencana kekeringan. ”Ini sedang kami usulkan mudahan dananya tersedia,” kata Plt Kepala Pelaksana BPBD NTB H Ahmadi, Jumat  (7/8).

Pemkab Loteng Persilakan Ibu Hamil Kerja Dari Rumah

          PRAYA-Bupati Loteng HM Suhaili FT mengeluarkan surat edaran (SE) terbaru terkait sistem kerja aparatur sipil negara (ASN). “Ini karena belum terkendalinya penyebaran covid-19,” ujar juru bicara gugus tugas Covid-19 Loteng HL Herdan, Kamis (6/8) lalu.

Bila Rinjani Tak Dirawat, Status Geopark Dunia Bisa Dicabut

Status Rinjani sebagai geopark dunia bisa dicopot Unesco bila tidak dijaga dengan baik. Karena itu, kekayaan alam di kawasan Rinjani harus tetap dilestarikan. ”Selain sebagai geopark dunia Rinjani juga merupakan cagar biosfer dunia, kita harus sungguh-sungguh mengelolanya,” kata Wakil Gubernur NTB Hj Sitti Rohmi Djalilah

Paling Sering Dibaca

Karyawan Swasta Gaji di Bawah 5 Juta Bakal Dapat Bansos Rp 600 Ribu

KONSUMSI masyarakat yang rendah membuat pemerintah memutar otak mencari solusi. Kepala Badan Kebijakan Fiskal (BKF) Kementerian Keuangan (Kemenkeu) Febrio Kacaribu menuturkan, pemerintah tengah memfinalisasi pemberian bansos bagi karyawan non PNS dan BUMN senilai Rp 600 ribu per bulan.

Perubahan Sosial di Era Pandemi

KEHADIRAN pandemi Coronavirus Disease 2019 (Covid-19) telah mengubah tatanan dunia dalam waktu singkat. Barangkali juga tidak ada yang pernah membayangkan bahwa pandemi ini akan menyebabkan derita kemanusiaan yang begitu mendalam. Bahkan dalam waktu yang tidak lama, pandemi ini telah menyebar secara cepat dalam skala luas dan menimbulkan banyak korban jiwa.

Peredaran Gelap Tramadol di Gomong Mataram, Lima Orang Ditangkap

Tim Satnarkoba Polresta Mataram menggerebek rumah pengedar obat-obatan daftar G di Gomong, Mataram, Rabu (5/8). Sebanyak lima orang ditangkap. ”Dua pembeli, satu perempuan sebagai  penyedia, dan dua penjual,” kata Kasatnarkoba Polresta Mataram AKP Elyas Ericson usai penggerebekan.

Idola Baru Wisatawan, Bukit Pal Jepang Terapkan Sistem Booking Online

Begitu dibuka, Bukit Pal Jepang Desa Sapit, Kecamatan Suela, jadi incaran wisatawan. Dalam sebulan, bukit dengan ketinggian 2.300 meter di atas permukaan laut itu sudah didaki 3.550 wisatawan. Ibarat tengah berpuasa, inilah waktunya berbuka, setelah selama pandemi Covid-19 menahan dahaga akan sepinya wisatawan.

TGB Dukung Mohan, Bang Zul Jagokan Selly di Mataram

Jika Bang Zul (panggilan akrab H Zulkieflimansyah) mendukung pasangan Hj Putu Selly Andayani-TGH Abdul Manan (paket Salaman). Maka tidak dengan TGB. Pria yang berkuasa selama 10 tahun di NTB itu memilih mendukung pasangan H Mohan Roliskana-TGH Mujibburahman (pasangan Harum).
Enable Notifications.    Ok No thanks