alexametrics
Sabtu, 25 Juni 2022
Sabtu, 25 Juni 2022

Kenali Gejala Ringan dan Sedang setelah Divaksin Sinovac

MATARAM—Pejabat yang telah menjalani vaksinasi Covid-19 harus diobservasi untuk menjalani screening terlebih dahulu. Waktu yang dibutuhkan untuk memantau kondisi yang bersangkutan sekitar 30 menit.

“Tidak boleh langsung pulang (setelah divaksin),” kata Kepala Dinas Kesehatan Kota Mataram dr. Usman Hadi kepada Lombok Post, Rabu (13/1/2021).

Langkah ini dilakukan untuk mengantisipasi gejala yang timbul setelah vaksin disuntikkan. “Gejala setelah vaksin ada ringan dan sedang. Sesuai yang disampaikan BPOM. Misalnya nyeri di lokasi suntik, kemerah-merahan, meriang, hingga pegal-pegal,” paparnya.

Jika ada keluhan setelah dilakukan vaksinasi atau setelah pulang, bisa langsung mendatangi pihak Puskesmas atau menghubungi Komisaris Daerah Kejadian Ikutan Pasca Imunisasi (KIPI).

Usman juga menjelaskan, nantinya vaksin akan dilakukan dua kali supaya terjadi kekebalan tubuh yang optimal. “Agar terbentuk antibodinya,” paparnya.

Pada tahap awal vaksinasi, Kota Mataram baru menerima tujuh ribu vial vaksin, sisanya akan didistribusikan bertahap. Distribusi dilakukan dari Dinas Kesehatan Provinsi NTB ke Dinas Kesehatan Kota Mataram dengan pengawalan ketat aparat kepolisian.

Vaksin tersebut disimpan di Gedung Instalasi Farmasi Dinas Kesehatan Kota Mataram yang ada di Jalan dr. Soedjono di Jalur Lingkar Selatan. “Vaksin ini akan digunakan untuk Nakes di Kota Mataram. Ada 7.653 Nakes di Kota Mataram,” bebernya.

Usman menjelaskan, seharusnya, total ada 14.360 vial yang akan diterima Dikes Kota Mataram. Mengingat vaksinasi akan dilakukan dua kali terhadap para tenaga kesehatan. Hanya saja, kapasitas mesin pendingin di Gudang Instalasi Farmasi Kota Mataram hanya tujuh ribu.

“Kalau dipaksakan itu tidak bisa. Saya tidak mau dicampur (penyimpanan vaksin dengan obat-obatan lain). Karena kami menggunakan ruang pendingin dua ini khusus untuk vaksin,” terangnya.

Baca Juga :  Capai Visi Perusahaan Kelas Dunia, Amman Mineral Evaluasi Karyawan

Kadikes merinci ada 22 fasilitas kesehatan yang akan menggunakan vaksin ini. Dengan 11 Puskesmas dan 11 rumah sakit serta klinik. Jadwal pelaksanaan vaksinasi di tiap faskes berbeda.

Khusus untuk di Puskesmas, pelaksanaan vaksinasi dibagi menjadi dua shift. Satu shift dilaksanakan untuk 10 orang. Karena satu orang membutuhkan waktu vaksin 30 menit. Sehingga dalam sehari, vaksinasi di Puskesmas ada 20 orang nakes atau pegawai di faskes tersebut.

Setiap puskesmas juga, sudah memiliki lemari pendingin untuk vaksin. “Salah satu syarat untuk menjadi faskes pelayanan vaksinasi harus memiliki lemari es khusus untuk menyimpan vaksin,” tegasnya.

Khusus untuk hari ini, pencanangan vaksinasi akan dihadiri oleh kepala daerah dan jajaran forum komunikasi Pimpinan Daerah (Forkopimda). “Besok (hari ini, Red) ada pencanangan. Jumlahnya tidak banyak hanya 10 orang,” ucapnya.

Terpisah, juru bicara Satgas Covid-19 Kota Mataram Nyoman Suwandiasa membenarkan jika vaksinasi perdana di Kota Mataram dilaksanakan hari ini di Aula Pendopo Wali Kota Mataram. Wali Kota dan Wakil Wali Kota serta jajaran Forkopimda diagendakan hadir.

“Cuma pak Wali kemungkinan besar tidak divaksin. Karena hasil screening usia beliau 60 tahun. Kemungkinan beliau akan mengikuti vaksin tahap kedua dengan vaksin Novac,” terang Suwandiasa.

Sementara itu, Wakil Wali Kota Mataram H Mohan Roliskana yang akan menjadi salah satu penerima vaksin Covid-19 hari ini, mengaku sangat bahagia. “Ini langkah awal bagi masyarakat merintis pemberian vaksin Covid-19. Saya sangat bangga dengan kesempatan ini,” kata Mohan, kemarin.

Baca Juga :  Duta BPJS Kesehatan Terima Vaksinasi Covid-19 Dosis Pertama

Ia mengaku siap divaksin guna memberikan motivasi dan keyakinan bagi masyarakat secara umum. Sehingga nantinya masyarakat tidak perlu dipaksa untuk mendapatkan vaksin. Apalagi, jika vaksin dipandang efektif dan memiliki garansi terhadap imunitas mencegah Korona.

“Kalau hasilnya efektif, tidak ada alasan bagi masyarakat menolak program yang telah dicanangkan pemerintah ini,” kata wakil wali kota dua periode ini.

Saat ini, lanjut dia, yang diperlukan adalah meyakinkan masyarakat. “Saya rasa, pemberian vaksin berjenjang ini bisa membangun persepsi masyarakat. Kalau vaksin ini bagus, saya yakin masyarakat dengan sukarela divaksinasi,” kata dia.

Setiap warga yang akan divaksin dipastikan tidak memiliki riwayat penyakit kronis dan tidak pernah terpapar Covid-19. Mohan menuturkan, pada dasarnya dia tidak memiliki masalah kesehatan atau masuk dalam kategori masyarakat yang tidak boleh divaksin.

“Kalau dari kesehatan dan usia saya memenuhi kriteria. Tapi, tetap harus diskrining agar tim medis bisa mengambil tindakan tepat,” tutur dia.

Dekan Fakultas Kedokteran Universitas Mataram dr Hamsu Kadriyan memastikan vakin Sinovac aman bagi tubuh. “Saya rasa semua vaksin ada efek samping, tapi hanya beberapa menit,” kata dia.

Dijelaskan, dengan vaksinasi maka akan mencegah penularan Covid-19 sampai 65 persen. Bertahap agar perlindungan sampai 100 persen. Vaksin ini dilakukan bukan hanya sekali, tapi ada kelanjutan. Namun demikian dia menyarankan untuk pencegahan Korona baiknya dengan menerapkan protokol kesehatan (prokes). “Vaksin ini mahal dan tidak mungkin pemerintah akan terus-terusan memberikan vaksin ini,” kata dia. (ton/jay/r3)

 

Berita Terbaru

Paling Sering Dibaca

Enable Notifications    OK No thanks
/