alexametrics
Kamis, 1 Oktober 2020
Kamis, 1 Oktober 2020

Otak Pemalsu STNK Tertangkap

MATARAM—Purna alias Gejer kembali berurusan dengan polisi. Pria asal Lombok Barat (Lobar) tersebut ditangkap tim Resmob Polres Mataram karena tindak pidana pemalsuan STNK dan notice pajak, kemarin (13/2).

Gejer pernah tersangkut tindak pidana penadahan barang curian. Dia baru saja keluar dari Lembaga Pemasyarakatan (Lapas) Mataram tahun 2018. Kapolres Mataram AKBP Saiful Alam mengatakan, pelaku ditangkap di salah satu rumah makan di Desa Bengkel, Kecamatan Labuapi, Lobar.

”Petugas melakukan penyamaran, undercover buy, berpura-pura sebagai pemesan STNK palsu. Pelaku ini residivis juga, dulu jadi penadah,” kata Alam, kemarin (13/2).

Kejahatan Gejer terungkap ketika anggota Resmob 701 menangkap Riadi, pelaku pencurian kendaraan bermotor. Saat itu, Riadi mengaku memesan dan membuat STNK motor Kawasaki Ninja curian, ke pelaku Gejer.

Informasi tersebut ditindaklanjuti anggota dengan melakukan penyamaran. Mereka berpura-pura sebagai pemesan STNK palsu. Umpan dari kepolisian disambut Gejer. Pelaku sepakat untuk bertemu di salah satu rumah makan.

”Pas pelaku datang, diamati dan sesuai dengan ciri-ciri, anggota di lapangan langsung menangkap Gejer,” terang kapolres.

Pelaku melakukan praktik pembuatan dokumen palsu di kediamannya, Desa Batu Kumbung, Kecamatan Lingsar, Lobar. Gejer hanya mengandalkan alat sederhana untuk membuat STNK dan notice pajak palsu. Antara lain, laptop, printer, cat air, pensil warna, hingga penggaris.

Barang bukti tersebut ditemukan anggota ketika menggeledah rumah Gejer. Kapolres mengatakan, sebelum dicetak, dokumen palsu lebih dulu diedit menggunakan aplikasi photoshop di laptop pelaku.

Setelah dokumen palsu dicetak menggunakan printer, pelaku menambahkan stempel Direktorat Lalu Lintas (Ditlantas) Polda NTB. ”Diedit dulu kemudian ditambahkan data-data sesuai dengan pesanan,” tutur Alam.

Untuk satu STNK dan notice pajak roda dua, kata Alam, pelaku menjualnya seharga Rp 500 ribu. Nominal lebih tinggi ditetapkan Gejer bagi pemesan yang ingin dibuatkan dokumen palsu untuk kendaraan roda empat.

”Yang roda empat dijual Rp 2 juta sama pelaku,” beber Kapolres.

Sementara itu, Gejer mengaku mendapat ilmu membuat dokumen kendaraan palsu dari Riadi. Dia kemudian membuat STNK dan notice pajak palsu secara mandiri selama dua bulan terakhir.

”Riadi yang ajarkan saya,” kata Gejer.

Mengenai blangko sebagai bahan STNK dan notice pajak palsu, Gejer mengaku diperoleh saat dirinya bekerja sebagai debt collector. Dari sejumlah kendaraan yang menunggak bayaran, Gejer mengambil STNK aslinya untuk bahan pembuatan dokumen palsu.

”Dapat pas saya kerja di leasing dulu. Ada juga dikasih sama Riadi,” tandas dia.(dit/r2)

- advertisement mobile-

Berita Terbaru

Sah! Gaji dan Tunjangan PPPK Sama dengan PNS

Penantian panjang honorer K2 yang lulus seleksi tes Pegawai Pemerintah dengan Perjanjian Kerja (PPPK) 2019 lalu akhirnya usai sudah. Payung hukum terkait gaji dan tunjangan PPPK telah diterbitkan.

Antisipasi Penyebaran Covid Klaster Kampus!

KONDISI masyarakat pada era tatanan kehidupan baru (new normal) saat ini seolah-olah menggambarkan situasi masyarakat telah beradaptasi dengan tenangnya, kembalinya kehidupan normal saat ini kesadaran kita sebagai masyarakat dalam menghadapi pandemi covid-19 sedikit demi sedikit sudah mulai abai dalam menerapkan pola hidup sehat dalam upaya pencegahan dan memutus rantai penularan virus corona.

Penurunan Kasus Korona di NTB Ternyata Semu

Perubahan warna zona Covid-19 di NTB tidak menentu. Kabupaten Dompu yang sebelumnya digadang-gadang sebagai daerah percontohan kini malah masuk zona merah kasus penularan Covid-19.

Pemerintah Harus Turunkan Harga Tes Swab

TARIF uji usap atau tes swab dinilai masih terlalu mahal. Ketua DPR RI Puan Maharani pun meminta pemerintah mengendalikan tarif tes sebagai salah satu langkah pengendalian dan penanganan penyebaran Covid-19. Jumlah masyarakat yang melakukan tes mandiri akan meningkat ketika harganya lebih terjangkau.

Desa Sekotong Tengah Punya Taman Obat Keluarga

ADA budidaya tanaman obat di Desa Sekotong Tengah, Kecamatan Sekotong, Lombok Barat. Tanaman obat ini dibudidayakan oleh masyarakat setempat melalui Kelompok Taman Obat Keluarga Suren.

Desa Pesanggrahan Lotim, Tangguh Berkat Kawasan Rumah Pangan Lestari

Desa Pesanggrahan terpilih menjadi Kampung Sehat terbaik di Kecamatan Montong Gading. Desa ini punya Tim Gerak Cepat Pemantau Covid-19 yang sigap. Ekonomi masyarakat juga tetap terjaga meski pandemi melanda.

Paling Sering Dibaca

Perubahan Sosial di Era Pandemi

KEHADIRAN pandemi Coronavirus Disease 2019 (Covid-19) telah mengubah tatanan dunia dalam waktu singkat. Barangkali juga tidak ada yang pernah membayangkan bahwa pandemi ini akan menyebabkan derita kemanusiaan yang begitu mendalam. Bahkan dalam waktu yang tidak lama, pandemi ini telah menyebar secara cepat dalam skala luas dan menimbulkan banyak korban jiwa.

Zona Hijau Korona di NTB Kian Berat

”Indikatornya lebih tajam lagi. Kemarin, yang dihitung hanya pasien positif (Covid-19) saja. Sekarang probable juga dihitung,” kata Kepala Dinas Kesehatan NTB dr Hj Nurhandini Eka Dewi, usai rapat evaluasi penanganan Covid-19, di kantor gubernur NTB, kemarin (28/9).

Bantuan Uang Tunai untuk Warga Terdampak Korona Diperpanjang Sampai Desember

JAKARTA–Pemerintah memutuskan untuk memperpanjang pemberian bansos. Awalnya, bansos hanya diberikan tiga bulan dari April sampai Juni, namun akhirnya diperpanjang hingga Desember 2020. Sehingga, total...

Perkembangan Bahasa Indonesia sebagai Pemersatu Bangsa

Kongres pemuda kedua pada 28 Oktober 1928 menyatakan pengakuan terhadap tumpah darah yang satu, tanah air indonesia; satu bangsa, bangsa Indonesia; dan menjunjung bahasa...

Karyawan Swasta Gaji di Bawah 5 Juta Bakal Dapat Bansos Rp 600 Ribu

KONSUMSI masyarakat yang rendah membuat pemerintah memutar otak mencari solusi. Kepala Badan Kebijakan Fiskal (BKF) Kementerian Keuangan (Kemenkeu) Febrio Kacaribu menuturkan, pemerintah tengah memfinalisasi pemberian bansos bagi karyawan non PNS dan BUMN senilai Rp 600 ribu per bulan.
Enable Notifications    Ok No thanks