alexametrics
Selasa, 22 September 2020
Selasa, 22 September 2020

PAD Kena Imbas Mahalnya Tiket Pesawat

MATARAM-Badan Keuangan Daerah (BKD) Kota Mataram memprediksi, mahalnya tiket pesawat akan berpengaruh pada tingkat kunjungan wisatawan ke Lombok. Jika berlangsung lama. maka dikhawatirkan berkurangnya tingkat hunian hotel.

Jika ini terjadi, Pendapatan Asli Daerah (PAD) Kota Mataram dipastikan terkena imbasnya. “Melihat kondisi sekarang, tingkat hunian hotel sudah berkurang, selain hotel ada restoran juga karena ada UMKM di dalamnya,” kata Kepala BKD Kota Mataram H M Syakirin Hukmi, kemarin (13/2).

Dijelaskan, potensi PAD Kota Mataram selain dari restoran, Bea Perolehan Hak atas Tanah dan Bangunan (BPHTB) dan Pajak Penerangan Jalan, ada pajak perhotelan yang cukup menjanjikan. Tahun ini saja, BKD Kota Mataram menargetkan penarikan pajak hotel sebesar Rp 26 miliar. Begitu juga dengan restoran.

Berkaca dari 2018, penarikan pajak perhotelan ini perlu genjot lagi. Seperti mengoptimalkan petugas pemungut pajak dengan mengecek, melihat, dan memantau kondisi wajib pajak di lapangan. Biasanya dilakukan hanya sebulan sekali, namun tahun ini mulai diterapkan pemantauan sebanyak tiga sampai empat kali dalam sebulan.

“Tentunya langkah ini yang bisa kami lakukan, agar pajak bisa mendekati potensi riil,” terang Syakirin.

Ia berharap, harga tiket pesawat mahal dan bagasi berbayar, jangan sampai diterapkan terlalu lama. Pemerintah pusat harus tegas dan jeli melihat fenomena ini. Karena akan berdampak pada sektor lain. Tentu, yang paling terasa di sektor pariwisata. Apalagi pascagempa, Syakirin mengakui, sektor pariwisata Kota Mataram saat ini masih dalam kondisi stagnan.

Berbicara soal pariwisata Kota Mataram, memang  berbeda dengan daerah-daerah lain di NTB, tidak ada keindahan wisata alam yang bisa disajikan. Yang bisa diandalkan hanyalah wisata kuliner dan Meeting, Incentive, Convention, and Exhibition (MICE) atau hunian hotel.

“Kalau harga tiket bisa bersaing, tentu saja pariwisata lebih bergeliat lagi, begitu juga di Kota Mataram. Sehingga ada peningkatan PAD dari tahun-tahun sebelumnya,” jelas  Syakirin.

Sementara dari sektor perizinan, dirinya belum terlalu optimis. Meski revisi Perda RTRW telah disahkan, yang artinya pintu sudah terbuka lebar bagi para penanam modal. Memang sudah ada beberapa hotel yang mengajukan izin, atau hotel yang mulai melanjutkan pembangunannya, karena beberapa waktu lalu sempat tersendat.

Namun dampak terhadap PAD belum bisa dirasakan dalam waktu dekat. Pihaknya belum menghitung itu sebagai potensi. Karena hotel harus beroperasi terlebih dulu, baru bisa dihitung potensinya untuk PAD.

“Ini kan belum kelihatan pembangunannya, memang akan berdampak ke PAD, tetapi nanti di 2020,” pungkasnya. (yun/r5)

- advertisement mobile-

Berita Terbaru

Sejak Pandemi, Omzet Pedagang Pasar Tradisional Turun 40 persen

”Penurunan omzet juga diikuti penurunan kapasitas pedagang di pasar sebesar 40 persen,” katanya saat ditemui di ruang kerja, Senin (21/9/2020).

Manfaatkan Simulasi KBM Tatap Muka untuk Pembiasaan Pola Hidup Sehat

”Kita lihat mana yang belum pakai masker sekaligus kita kampanye 3M itu, bersama guru-guru yang lain,” jelas Winarna.

Menag Positif Korona, UIN Mataram Langsung Instruksikan Pegawai WFH

”Pegawai UIN Mataram semaksimal mungkin, agar bekerja dari rumah menyelesaikan tugas masing-masing,” tegas dia.

Tagih Piutang Rp 3 Miliar PT GNE Libatkan Kejaksaan

Sekitar Rp 3 miliar uang PT Gerbang NTB Emas (GNE) tercatat sebagai piutang. Sejumlah perusahaan masih berhutang pada perusahaan daerah milik Pemprov NTB ini. “Makanya kita akan menggunakan JPN (jaksa pengacara negara) untuk menagih,” kata Direktur PT GNE Samsul Hadi, Jumat (18/9).

VIDEO : Buron ke Kalimantan, Pulang, Saen Diringkus di Lingsar

Pelarian anggota komplotan pencurian dengan pemberatan berinisial SR alias Saen, berakhir. Pria 31 tahun, asal Dusun Bagek Nunggal, Desa Peteluan Indah, Lingsar, Lombok Barat, itu dibekuk setelah setahun buron. ”Pelaku pulang karena rindu keluarga,” kata Kapolsek Lingsar AKP Dewi Komalasari, Sabtu (19/9).

WCD, Warga Lobar Bebaskan Pantai Cemara dari Sampah

Ribuan orang di Lombok Barat (Lobar) memperingati World Cleanup Day (WCD), akhir pekan kemarin. Kegiatan ini dipusatkan di Pantai Cemara. ”Semuanya terlibat. OPD, kecamatan, desa, bahkan masyarakat juga ramai ikut,” kata Bupati Lobar H Fauzan Khalid, Sabtu (19/9).

Paling Sering Dibaca

Perubahan Sosial di Era Pandemi

KEHADIRAN pandemi Coronavirus Disease 2019 (Covid-19) telah mengubah tatanan dunia dalam waktu singkat. Barangkali juga tidak ada yang pernah membayangkan bahwa pandemi ini akan menyebabkan derita kemanusiaan yang begitu mendalam. Bahkan dalam waktu yang tidak lama, pandemi ini telah menyebar secara cepat dalam skala luas dan menimbulkan banyak korban jiwa.

Siswa SMP di Loteng Menikah, Kenal Lewat HP, Pacaran Cuma Empat Hari

Meski belum cukup umur, Suhaimi dan Nur Herawati telah resmi menjadi pasangan suami istri. Bagaimana kisahnya sampai mereka memutuskan menikah? Berikut ulasannya.

Bantuan Uang Tunai untuk Warga Terdampak Korona Diperpanjang Sampai Desember

JAKARTA–Pemerintah memutuskan untuk memperpanjang pemberian bansos. Awalnya, bansos hanya diberikan tiga bulan dari April sampai Juni, namun akhirnya diperpanjang hingga Desember 2020. Sehingga, total...

Dua Terduga Pengedar Ekstasi Tertangkap di Karang Kediri

Dua terduga pengedar ekstasi berinsial PAW alias Patrick, 28 tahun, dan AZP alias Agli, 25 tahun, dibekuk tim Satnarkoba Polresta Mataram, Kamis (17/9) malam. ”Kita tangkap mereka di Lingkungan Karang Kediri, Cakranegara,” kata Kasatnarkoba Polresta Mataram AKP Elyas Ericson, kemarin (18/9).

Perkembangan Bahasa Indonesia sebagai Pemersatu Bangsa

Kongres pemuda kedua pada 28 Oktober 1928 menyatakan pengakuan terhadap tumpah darah yang satu, tanah air indonesia; satu bangsa, bangsa Indonesia; dan menjunjung bahasa...
Enable Notifications    Ok No thanks