alexametrics
Minggu, 27 September 2020
Minggu, 27 September 2020

Polisi Tipu Bandar Sabu dengan Pura-pura Belanja Rp 100 Juta

MATARAM—Terduga bandar narkotika jenis sabu di wilayah Lombok berinisial SP, diringkus Tim Satresnarkoba Polres Mataram. Polisi mendapati barang bukti sebanyak 20,81 gram saat penangkapan di Kelurahan Sayang-sayang, Kota Mataram.

Kapolres Mataram AKBP Saiful Alam mengatakan, pelaku biasa melakukan transaksi jual beli narkotika jenis sabu dalam jumlah besar. Wilayah transaksinya lebih banyak dilakukan di Lombok Timur (Lotim).

”Jualnya memang di wilayah Lombok, tapi dominan di Lotim,” kata Alam, kemarin (13/2).

Untuk menangkap SU, tim berpura-pura memesan sabu sebanyak satu ons. SU menyambut tawaran itu dengan harga Rp 100 juta. Pelaku SU juga sepakat untuk bertemu dengan polisi yang menyamar sebagai pembeli.

Setelah beberapa hari menunggu lokasi transaksi, Jumat (8/2), SU sepakat bertemu di salah satu lesehan di wilayah Sayang-sayang, Kota Mataram.

Kapolres mengatakan, saat itu bukan pelaku sendiri yang datang ke lokasi. Tetapi, kurir SU yang lebih dulu datang dengan meminta tanda jadi. Setelah kurir pergi, sekitar pukul 12.30 Wita, datang SU menggunakan motor.

”Pelaku mendatangi petugas dengan memperlihatkan barang bukti berupa dua poket berisi kristal bening diduga sabu,” ungkap dia.

Setelah memastikan isi plastik bening adalah sabu, petugas langsung meringkus pria yang sebelumnya pernah masuk penjara akibat kasus uang palsu. Penangkapan terhadap SU ditindaklanjuti dengan menggeledah kediaman pelaku di Terara, Lotim.

”Ada dua tempat yang digeledah. Rumah orang tua pelaku dan kontrakannya,” sebut Alam.

Dari hasil penggeledahan, polisi menemukan satu pipa kaca; tiga bong yang terbuat dari plastik dan kaca; serta sekop sabu. Barang bukti ini diamankan petugas dan dibawa ke Polres Mataram.

”Hasil urine pelaku juga positif zat narkoba,” terang kapolres.

Sementara itu, SU membantah jika barang tersebut merupakan miliknya. ”Saya ke lesehan itu untuk ketemu teman. Tapi, pas sampai di sana, teman saya itu lari, terus ada sabu di sana,” aku SU.

Meski demikian, pelaku menyebut dirinya sebagai pemakai sabu. Aktivitas menyalahgunakan narkoba itu telah dilakukan selama satu tahun terakhir ini.

”Saya beli kalau ada uang saja. Kadang beli Rp 100 ribu, kadang Rp 50 ribu,” tandas dia.(dit/r2)

- advertisement mobile-

Berita Terbaru

Penataan Kawasan Wisata Senggigi Dimulai

Penataan kawasan wisata Senggigi direalisasikan Dinas Pariwisata (Dispar) Lombok Barat (Lobar). Sayang, dari tujuh proyek dalam perencanaan, hanya lima yang bisa dieksekusi.

LPPOM MUI NTB Target Sertifikasi Halal 125 Usaha Rampung Tahun Ini

”Rinciannya, dari Dinas Perindustrian NTB dan pusat sebanyak 75 usaha, serta Dinas Koperasi Lombok Barat sebanyak 50 usaha,” katanya, kepada Lombok Post, Rabu (23/9/2020).

Solusi BDR Daring, Sekolah Diminta Maksimalkan Peran Guru BK

Jika terkendala akses dan jaringan internet, layanan dilaksanakan dengan pola guru kunjung atau home visit. ”Di sanalah mereka akan bertemu dengan siswa, orang tua, keluarga. Apa permasalahan yang dihadapi, kemudiann dibantu memecahkan masalah,” pungkas Sugeng.

Subsidi Kuota Internet, Daerah Blank Spot di NTB Pertanyakan Manfaat

”Kalau jangkauan towernya luas, tentu ini sangat menunjang sekaligus mendukung pemanfaatan kebijakan pusat,” tandasnya.

Anugerah Pewarta Astra 2020 Kembali Digelar

Astra mengajak setiap anak bangsa untuk menebar inspirasi dengan mengikuti Anugerah Pewarta Astra 2020. ”Di NTB sendiri kami membina warga Kelurahan Dasan Cermen yang merupakan wilayah Kampung Berseri Astra. Harapannya, masyarakat dapat menggambarkan dukungan Astra untuk mewujudkan masyarakat Indonesia yang lebih optimis demi kemajuan dan kesejahteraan bangsa,” ujar Gusti Ayu.

Pilwali Mataram, HARUM satu SALAM dua MUDA tiga BARU empat

Pengundian nomor Pasangan Calon (Paslon) Wali Kota Mataram dan Wakil Wali Kota Mataram berjalan di bawah protokol Pandemi Covid-19 dengan ketat, pukul 19.00 wita-selesai semalam.

Paling Sering Dibaca

Perubahan Sosial di Era Pandemi

KEHADIRAN pandemi Coronavirus Disease 2019 (Covid-19) telah mengubah tatanan dunia dalam waktu singkat. Barangkali juga tidak ada yang pernah membayangkan bahwa pandemi ini akan menyebabkan derita kemanusiaan yang begitu mendalam. Bahkan dalam waktu yang tidak lama, pandemi ini telah menyebar secara cepat dalam skala luas dan menimbulkan banyak korban jiwa.

Bantuan Uang Tunai untuk Warga Terdampak Korona Diperpanjang Sampai Desember

JAKARTA–Pemerintah memutuskan untuk memperpanjang pemberian bansos. Awalnya, bansos hanya diberikan tiga bulan dari April sampai Juni, namun akhirnya diperpanjang hingga Desember 2020. Sehingga, total...

Siswa SMP di Loteng Menikah, Kenal Lewat HP, Pacaran Cuma Empat Hari

Meski belum cukup umur, Suhaimi dan Nur Herawati telah resmi menjadi pasangan suami istri. Bagaimana kisahnya sampai mereka memutuskan menikah? Berikut ulasannya.

Karyawan Swasta Gaji di Bawah 5 Juta Bakal Dapat Bansos Rp 600 Ribu

KONSUMSI masyarakat yang rendah membuat pemerintah memutar otak mencari solusi. Kepala Badan Kebijakan Fiskal (BKF) Kementerian Keuangan (Kemenkeu) Febrio Kacaribu menuturkan, pemerintah tengah memfinalisasi pemberian bansos bagi karyawan non PNS dan BUMN senilai Rp 600 ribu per bulan.

Perkembangan Bahasa Indonesia sebagai Pemersatu Bangsa

Kongres pemuda kedua pada 28 Oktober 1928 menyatakan pengakuan terhadap tumpah darah yang satu, tanah air indonesia; satu bangsa, bangsa Indonesia; dan menjunjung bahasa...
Enable Notifications    Ok No thanks