alexametrics
Selasa, 22 September 2020
Selasa, 22 September 2020

Masuk Gili Trawangan, Wisatawan Wajib Cek Kesehatan

MATARAM-Pintu-pintu masuk NTB masih dijaga ketat. Mereka yang datang dari luar negeri mendapat pemeriksaan khusus. Termasuk wisatawan mancanegara yang datang ke NTB menggunakan kapal cepat ke kawasan tiga gili.

”Sesuai SOP, mereka yang datang dari bandara dan pelabuhan kita periksa,” kata Kepala Kantor Kesehatan Pelabuhan (KKP) Kelas II Mataram dr I Wayan Diantika, kemarin (12/2).

Dia mencontohkan di Pelabuhan Bangsal, Kecamatan Pemenang. Kapal-kapal cepat dari Bali yang membawa wisman diperiksa. Sebelum semua penumpang turun, petugas KKP bersama Dinas Kesehatan naik ke kapal mengecek satu per satu penumpang.

”Semua kapal wisata dari Bali harus diperiksa dulu sebelum menurunkan penumpang di gili atau Teluk Nare dan Senggigi,” kata Wayan.

Pemeriksaan itu bertujuan untuk mencegah masuknya virus Korona ke NTB. Kawasan tiga gili merupakan salah satu tujuan utama wisman yang berlibur ke Lombok, sehingga mendapat perhatian khusus. Saat ini, sedikitnya 1.200 wisatawan mancanegara datang dari Bali menggunakan kapal cepat setiap hari di kawasan wisata tiga gili.

Untungnya, dari ribuan wisatawan yang diperiksa, belum ada yang terindikasi terjangkit virus Korona. ”Tidak ada yang suspek,” katanya.

Terpisah, Kepala Dinas Kesehatan NTB dr Hj Nurhandini Eka Dewi menegaskan, seminggu terakhir, semua kapal cepat dari Bali wajib melewati Pemenang baru bisa ke gili. ”Tidak boleh lagi langsung dari Bali ke gili,” tegasnya.

Di Pemenang ada kantor kesehatan pelabuhan, sementar di gili belum ada sehingga mereka diarahkan ke sana. Tapi pengawasan tidak hanya dilakukan di kawasan tiga gili. ”Semua pintu masuk kita periksa, dari Mataram sampai Bima,” katanya.

Dia pun sudah keliling memantau di wilayah Sumbawa dan Bima. Awak-awak kapal di beberapa pelabuhan juga diperiksa tim medis. Pemerintah tidak mau kecolongan.

Bahkan saat ini, pemerintah memberi antensi khusus bagi mereka yang datang dari Singapura. ”Kalau yang datang dari China sedikit, tapi dari Singapura banyak,” katanya.

Tapi hal itu masih dikoordinasikan dengan pemerintah pusat. Sebab, NTB memiliki penerbangan langsung ke Singapura. ”Kami tunggu petunjuk untuk yang Singapura,” katanya.

Sementara itu, observasi terharap warga yang pulang dari China masih terus dilakukan. Baik yang jalani karantina rumah maupun observasi di RSUD. ”Total yang kita pantau 42 orang,” kata dr Eka.

Empat orang sudah melewati masa inkubasi 14 hari dan dilepas dari pemantauan. Sisanya 28 orang masih dipusatkan di Graha Mandalika RSUD NTB, sebagian jalani karantina rumah. ”Mereka dipantau petugas Puskesmas masing-masing daerah,” katanya.

Dari hasil pemantauan petugas Puskesmas di lapangan, hingga saat ini belum ada gejala mereka terjangkit Korona. ”Suhu tubuh mereka masih normal,” tandasnya.

Itu artinya NTB sampai saat ini masih bebas dari virus Korona. Sehingga warga diminta tetap tenang. (ili/r6)

- advertisement mobile-

Berita Terbaru

Sejak Pandemi, Omzet Pedagang Pasar Tradisional Turun 40 persen

”Penurunan omzet juga diikuti penurunan kapasitas pedagang di pasar sebesar 40 persen,” katanya saat ditemui di ruang kerja, Senin (21/9/2020).

Manfaatkan Simulasi KBM Tatap Muka untuk Pembiasaan Pola Hidup Sehat

”Kita lihat mana yang belum pakai masker sekaligus kita kampanye 3M itu, bersama guru-guru yang lain,” jelas Winarna.

Menag Positif Korona, UIN Mataram Langsung Instruksikan Pegawai WFH

”Pegawai UIN Mataram semaksimal mungkin, agar bekerja dari rumah menyelesaikan tugas masing-masing,” tegas dia.

Tagih Piutang Rp 3 Miliar PT GNE Libatkan Kejaksaan

Sekitar Rp 3 miliar uang PT Gerbang NTB Emas (GNE) tercatat sebagai piutang. Sejumlah perusahaan masih berhutang pada perusahaan daerah milik Pemprov NTB ini. “Makanya kita akan menggunakan JPN (jaksa pengacara negara) untuk menagih,” kata Direktur PT GNE Samsul Hadi, Jumat (18/9).

VIDEO : Buron ke Kalimantan, Pulang, Saen Diringkus di Lingsar

Pelarian anggota komplotan pencurian dengan pemberatan berinisial SR alias Saen, berakhir. Pria 31 tahun, asal Dusun Bagek Nunggal, Desa Peteluan Indah, Lingsar, Lombok Barat, itu dibekuk setelah setahun buron. ”Pelaku pulang karena rindu keluarga,” kata Kapolsek Lingsar AKP Dewi Komalasari, Sabtu (19/9).

WCD, Warga Lobar Bebaskan Pantai Cemara dari Sampah

Ribuan orang di Lombok Barat (Lobar) memperingati World Cleanup Day (WCD), akhir pekan kemarin. Kegiatan ini dipusatkan di Pantai Cemara. ”Semuanya terlibat. OPD, kecamatan, desa, bahkan masyarakat juga ramai ikut,” kata Bupati Lobar H Fauzan Khalid, Sabtu (19/9).

Paling Sering Dibaca

Perubahan Sosial di Era Pandemi

KEHADIRAN pandemi Coronavirus Disease 2019 (Covid-19) telah mengubah tatanan dunia dalam waktu singkat. Barangkali juga tidak ada yang pernah membayangkan bahwa pandemi ini akan menyebabkan derita kemanusiaan yang begitu mendalam. Bahkan dalam waktu yang tidak lama, pandemi ini telah menyebar secara cepat dalam skala luas dan menimbulkan banyak korban jiwa.

Siswa SMP di Loteng Menikah, Kenal Lewat HP, Pacaran Cuma Empat Hari

Meski belum cukup umur, Suhaimi dan Nur Herawati telah resmi menjadi pasangan suami istri. Bagaimana kisahnya sampai mereka memutuskan menikah? Berikut ulasannya.

Bantuan Uang Tunai untuk Warga Terdampak Korona Diperpanjang Sampai Desember

JAKARTA–Pemerintah memutuskan untuk memperpanjang pemberian bansos. Awalnya, bansos hanya diberikan tiga bulan dari April sampai Juni, namun akhirnya diperpanjang hingga Desember 2020. Sehingga, total...

Dua Terduga Pengedar Ekstasi Tertangkap di Karang Kediri

Dua terduga pengedar ekstasi berinsial PAW alias Patrick, 28 tahun, dan AZP alias Agli, 25 tahun, dibekuk tim Satnarkoba Polresta Mataram, Kamis (17/9) malam. ”Kita tangkap mereka di Lingkungan Karang Kediri, Cakranegara,” kata Kasatnarkoba Polresta Mataram AKP Elyas Ericson, kemarin (18/9).

Perkembangan Bahasa Indonesia sebagai Pemersatu Bangsa

Kongres pemuda kedua pada 28 Oktober 1928 menyatakan pengakuan terhadap tumpah darah yang satu, tanah air indonesia; satu bangsa, bangsa Indonesia; dan menjunjung bahasa...
Enable Notifications    Ok No thanks