alexametrics
Rabu, 23 September 2020
Rabu, 23 September 2020

Polda NTB Bentuk Tim Telusuri Dugaan Penyimpangan Bibit Jagung Bima

MATARAM-Polemik pengadaan bibit jagung 2018 di Kabupaten Bima disikapi Polda NTB. Kepolisian berencana membentuk tim untuk menelusuri apakah terdapat penyimpangan di lapangan.

Dirreskrimsus Polda NTB Kombes Pol Syamsudin Baharuddin mengatakan, tim yang dibentuk akan mencari fakta di lapangan. Guna melihat benang merah penyebab kelompok tani melakukan penolakan terhadap bantuan bibit jagung.

”Tim akan kita turunkan untuk investigasi lapangan,” kata Syamsudin.

Rencana pembentukan tim tak terlepas dari informasi bahwa Komisi II DPRD Bima telah membentuk pansus. Hasil kerja pansus menunjukkan adanya indikasi penyimpangan dalam proses pengadaan bibit jagung.

”Kita kumpulkan dulu data di lapangan. Setelah itu dilanjutkan dengan permintaan keterangan,” ujarnya.

Berdasarkan hasil penelusuran Tim Pansus Komisi II DPRD Kabupaten Bima, indikasi penyimpangannya muncul dalam tiga tahun terakhir, sejak pengadaan 2016 hingga 2018. Masalah muncul karena adanya pembagian varietas bibit jagung yang berbeda dengan usulan petani.

Tahun 2018 misalnya, kelompok tani mengusulkan bibit jagung dengan jenis Bisi 18. Namun, yang diterima adalah jenis Premium 919, Biosed, Bisi 2, Bima Uri, dan Bima Super, yang di luar usulan.

Apa yang diberikan pemerintah melalui Dinas Pertanian Kabupaten Bima, dinilai kurang berkualitas dan tidak cocok dengan kondisi lahan pertanian. Imbasnya, beberapa kelompok tani memilih menolak dan mengembalikan bibit jagung tersebut.

Masalah ini juga disoroti peneliti hukum Somasi NTB Johan Rahmatulloh. Johan mengatakan, persoalan tersebut telah jadi atensi luas. Bahkan, legislator di Kabupaten Bima mengindikasikan adanya penyimpangan dalam program bantuan bibit jagung untuk kelompok tani.

Johan sangat menyayangkan munculnya masalah di program bantuan tersebut. Padahal, semangat pengadaan bibit jagung dimaksudkan untuk mencapai swasembada pangan.

Karena itu, dia mengharapkan pemerintah lebih serius menjalankan program skala nasional. Mulai dengan memperketat pengawasan serta melakukan evaluasi dari permasalahan yang hampir setiap tahunnya muncul di kalangan penerima bantuan.

”Perlu jadi perhatian serius bagi dinas agar meningkatkan pengawasan terhadap pengadaan. Dari mulai perencanaan hingga distribusi di lapangan,” tandas dia.(dit/r2)

- advertisement mobile-

Berita Terbaru

Dorong Pertumbuhan Ekonomi, NTB Promosikan Peluang Investasi

Ini merupakan kegiatan yang diselenggarakan Kedutaan Besar Republik Indonesia (KBRI) Singapura, Badan Koordinasi Penanaman Modal (BKPM), dan Bank Indonesia. ”Pasti ujungnya juga dapat meningkatkan kesejahteraan masyarakat,” kata Kepala Perwakilan BI NTB Heru Saptaji.

Efek Pandemi, Transaksi Valas di NTB Melorot 90 Hingga Persen

”Hingga kini pandemi telah memukul telak seluruh kegiatan usaha penukaran valuta asing (kupva) di money changer hingga 90 persen,” kata Darda Subarda, pemilik Money Changer PT Tri Putra Darma Valuta, kepada Lombok Post, Selasa (22/9/2020).

Silky Pudding Drink Lombok, Minuman Kekinian Satu-satunya di Lombok

Minuman ini hadir dengan delapan varian rasa, yakni Red Island, Choco Dream, Magical Blue, dan Beauty Sunset. Juga Baby Queen, Sweet Choco, Deep Purple dan terakhir ada Snlight Choco. “Harganya hanya Rp 13.000 per cup,” kata Ramadarima, pemilik Silky Pudding Drink Lombok.

Sumbawa Gelar Simulasi KBM Tatap Muka

”Masing-masing kecamatan, ada perwakilan atau piloting, minimal dua sekolah yang kami tunjuk,” kata Sahril.

Disdik Kota Mataram Berharap Bantuan Kuota Dimanfaatkan Maksimal

”Kami belum tahu persis, makanya kami akan tunggu petunjuk berikutnya,” ujarnya, pada Lombok Post, Selasa (22/9/2020).

Saatnya Kota Mataram Dipimpin Arsitek

“Tidak bisa kita mengharapkan perubahan, kalau masih memberikan kepemimpinan pada orang yang sama,” kata Ketua Partai Gelora NTB HL Fahrurrozi.

Paling Sering Dibaca

Perubahan Sosial di Era Pandemi

KEHADIRAN pandemi Coronavirus Disease 2019 (Covid-19) telah mengubah tatanan dunia dalam waktu singkat. Barangkali juga tidak ada yang pernah membayangkan bahwa pandemi ini akan menyebabkan derita kemanusiaan yang begitu mendalam. Bahkan dalam waktu yang tidak lama, pandemi ini telah menyebar secara cepat dalam skala luas dan menimbulkan banyak korban jiwa.

Siswa SMP di Loteng Menikah, Kenal Lewat HP, Pacaran Cuma Empat Hari

Meski belum cukup umur, Suhaimi dan Nur Herawati telah resmi menjadi pasangan suami istri. Bagaimana kisahnya sampai mereka memutuskan menikah? Berikut ulasannya.

Bantuan Uang Tunai untuk Warga Terdampak Korona Diperpanjang Sampai Desember

JAKARTA–Pemerintah memutuskan untuk memperpanjang pemberian bansos. Awalnya, bansos hanya diberikan tiga bulan dari April sampai Juni, namun akhirnya diperpanjang hingga Desember 2020. Sehingga, total...

Dua Terduga Pengedar Ekstasi Tertangkap di Karang Kediri

Dua terduga pengedar ekstasi berinsial PAW alias Patrick, 28 tahun, dan AZP alias Agli, 25 tahun, dibekuk tim Satnarkoba Polresta Mataram, Kamis (17/9) malam. ”Kita tangkap mereka di Lingkungan Karang Kediri, Cakranegara,” kata Kasatnarkoba Polresta Mataram AKP Elyas Ericson, kemarin (18/9).

Perkembangan Bahasa Indonesia sebagai Pemersatu Bangsa

Kongres pemuda kedua pada 28 Oktober 1928 menyatakan pengakuan terhadap tumpah darah yang satu, tanah air indonesia; satu bangsa, bangsa Indonesia; dan menjunjung bahasa...
Enable Notifications    Ok No thanks