alexametrics
Selasa, 11 Agustus 2020
Selasa, 11 Agustus 2020

Ditendang PDIP, Husni Djibril Siapkan Perlawanan

H Husni Djibril buka suara terkait pencopotan dirinya sebagai bakal calon Bupati Sumbawa oleh PDIP. Mendadak namanya diganti  Anggota DPRD NTB HL Budi Suryata. Ia mengaku tak berniat membangkang perintah partai. Tapi konsisten pada petunjuk Ketua DPD PDIP NTB H Rachmat Hidayat. Berikut petikan wawancara, Bupati Sumbawa itu dengan Lombok Post.

——————-

PDIP rencana usung Budi-Novi, kok bisa?

Ya itu sebenarnya kan prosesnya nggak begitu. Saya tiidak pernah diajak bicara, tidak pernah diajak rapat. Tapi langsung, dipanggil tim Desk Pilkada.

Di sana, saya diarahkan berpasangan dengan Bu Novi (Dewi Noviany adik Gubernur Zulkieflimansyah). Saya bilang (ke Tim Desk Pilkada) kan jauh-jauh sebelumnya Pak Rachmat Hidayat sebagai Ketua DPD sudah menunjuk orang lain?

Siapa Orangnya?

Pak Doktor Ihsan Majid, Asisten I Sumbawa. Orangnya baik,

Bagaimana ceritanya?

Waktu kita bertemu di ruangan beliau (Rachmat), Dia sendiri yang bertanya, siapa ini? (saya jawab) Asisten I Pak Ihsan Majid, (Racmat bilang) oh ya kamu maju ya, sama Husni, langsung (Ihsan) berdiri (dan berkata) siap!

Dan setelah itu mempersipkan diri pak Ihsan itu. Dia mau membuat surat pensiun dini, karena masih pensiun empat tahun lagi. (Tapi) dia mau berhenti sebagai PNS, segitunya perhatian ke kita,

Lalu sejak kapan nama Novi diusulkan?

Hitungan beberapa bulan setelah itu, saya dipanggil Tim Desk Pilkada. Langsung difinalisasi ke Bu Novi. (Jadi) bukan kita tolak karena Bu Novi-nya, tapi karena saya sudah ada komunikasi intensif dengan Pak Ihsan,”

Jadi lebih memilih berpasangan dengan dengan Ihsan?

Sudah intensif betul (komunikasinya).  Kalau memang mau digiring ke PKS di sana ada tiga nama. Ada pak Andi Tirta, Bu Novi, Miftah. Kalau ingin dipilih harus rapat dulu kita, ini umpama. Baru kita petahkan mana yang bisa kita pilih, membantu saya sebagai bupati. Tapi ini tanpa ba bi bu, ndak ada hujan ndak ada angin, kok sudah dipanggil diarahkan bersama Bu Novi.

Bukankah itu perintah partai?

Ndak ada perintah partai kayak gitu, kok. Kecuali kalau sudah melalui hasil survei. Seharusnya mari petakan melalui survei. Kita survei Ihsan, kita survei Bu Novi, itu baru lihat mana yang tertinggi.

Apa langkah, menyikapi ini?

Ya pasti ada langkah. Tapi tentu secret. Tonton saja nanti. Bukan langkah yang membabi-buta, tetap konsisten saya sesuai petunjuk Pak Rachmat (maju dengan Ihsan).

Jadi Anda merasa, tidak diajak bicara?

Tidak pernah diajak rapat. Padahal saya pengurus DPD loh!

Dengan atau tanpa PDIP, tetap berencana ikut Pilbup?

Insya Allah. Tetapi bagiamanapun saya kader senior di NTB. Paling senior, hampir samaan dengan Pak Rachmat. Paling dia duluan setahun dua tahun kok.

Jangan saya dianggap kerdil, saya dianggap anak-anak yang tidak tahu aturan.

Kabarnya Novi mendampingi anda sebagai kompensasi  koalisi PKS di Kota Mataram?

Kalaupun demikian Dinda ya, kan masih bisa komunikasi dengan saya. Bisa jadi ketika berkomuniasi dengan baik, bertukar informasi, bisa jadi dia (Novi) sudah kita ambil, umpama ini. Tapi ini ndak diajak bicara.

Selama ini saya menghormati (Rachmat) sebagai kader yang luar biasa. Tapi kalau saya sudah diginikan saya lawan. Saya ndak butuh calon-calon lagi, saya sudah duduk sebagai bupati hari ini, bagi saya sudah sangat luar biasa. Saya akan lawan orang-orang zalim seperti ini,” (zad/r2)

- advertisement mobile-

Berita Terbaru

Kapal Tenggelam di Tarakan, Satu Polisi Asal Lombok Tengah Meninggal

Kabar duka datang dari Ditpolairud Polda NTB. Satu anggotanya yang sedang bawah kendali operasi (BKO) di Ditpolairud Polda Kalimantan Utara (Kaltara) meninggal dunia.

Penjualan Mobil Toyota di NTB Masih Stagnan, Avanza Paling Diminati

”Dibanding saat kondisi normal, penjualan mobil baru pulih di angka 40-50 persennya saja. Kondisi ini bisa dibilang masih jauh dari situasi penjualan saat normal dulu,” kata Kepala Cabang Krida Toyota NTB Samsuri Prawiro Hakki, kepada Lombok Post, Senin (10/8/2020).

Data Kemiskinan NTB Belepotan, Verifikasi dan Validasi Sangat Lambat

Verifikasi dan validasi data kemiskinan atau data terpadu kesejahteraan sosial (DTSK) di NTB rupanya masih lambat. Hingga kemarin, baru lima daerah yang melaporkan hasil verifikasi dan validasi DTSK tersebut. Dari lima daerah itu, progres tiga daerah belum sampai 50 persen.

Kurikulum Darurat, Materi Belajar Siswa Dipangkas Hingga 70 Persen

LAMA DINANTI, Kurikulum darurat secara resmi telah diluncurkan oleh Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan (Kemendikbud). Pada kurikulum ini, banyak materi yang dipangkas bahkan lebih dari separo.

Lale Sileng, Figur Pemimpin Perempuan Kaya Pengalaman Birokrasi

Kenyang pengalaman di dunia birokrasi, Hj Lale Prayatni punya modal mumpuni untuk memimpin daerah. Urusan mengelola birokrasi, anggaran, hingga perencanaan dan pelaksanaan pembangunan, sudah lekat dengan kesehariannya. ”Sudah khatam saya soal itu,” kata Prayatni.

Harga Emas Naik, Aktivitas Pegadaian di Mataram Ikut Melonjak

Kondisi ini membuat jumlah penggadai yang mendatangi PT Pegadaian (Persero) terus bertambah. ”Dalam sehari, cabang atau unit besar yang ada di Mataram, biasa melayani lebih dari 50 orang nasabah. Kalau unit kecil sekitar 30-40 saja,” kata Suciati Triastuti, Asisten Manager Pegadaian Kota Mataram kepada Lombok Post, Senin (10/8/2020).

Paling Sering Dibaca

Karyawan Swasta Gaji di Bawah 5 Juta Bakal Dapat Bansos Rp 600 Ribu

KONSUMSI masyarakat yang rendah membuat pemerintah memutar otak mencari solusi. Kepala Badan Kebijakan Fiskal (BKF) Kementerian Keuangan (Kemenkeu) Febrio Kacaribu menuturkan, pemerintah tengah memfinalisasi pemberian bansos bagi karyawan non PNS dan BUMN senilai Rp 600 ribu per bulan.

Perubahan Sosial di Era Pandemi

KEHADIRAN pandemi Coronavirus Disease 2019 (Covid-19) telah mengubah tatanan dunia dalam waktu singkat. Barangkali juga tidak ada yang pernah membayangkan bahwa pandemi ini akan menyebabkan derita kemanusiaan yang begitu mendalam. Bahkan dalam waktu yang tidak lama, pandemi ini telah menyebar secara cepat dalam skala luas dan menimbulkan banyak korban jiwa.

Cucu Bupati Pertama Loteng Siap Mengabdi untuk Lombok Tengah

Menjadi satu-satu sosok perempuan, Hj Lale Prayatni percaya diri maju menjadi calon bupati Lombok Tengah. Birokrat perempuan ini ingin membawa perubahan bagi Lombok Tengah ke arah lebih baik. ”Saya terpanggil untuk mengabdi di kampung halaman saya,” kata Hj Lale Prayatni, Minggu (9/8).

Digerebek Polisi, Doyok dan Tutik Gagal Nyabu di Karang Bagu

Terduga pengedar sabu berinisial H alias Doyok ditangkap tim khusus (Timsus) Ditresnarkoba Polda NTB. Dia diringkus bersama seorang perempuan berinisial HT alias Tutik, Jumat sore (7/8) lalu.

Lale Sileng Pilih Yusuf Saleh Sebagai Wakil di Pilbup Loteng

Lale Prayatni memutuskan untuk menggandeng HM Yusuf Saleh. “Ya,” kata Lale singkat saat dihubungi, Minggu (9/8).
Enable Notifications.    Ok No thanks