alexametrics
Selasa, 22 September 2020
Selasa, 22 September 2020

Gawat, 167 Ribu Balita NTB Mengalami Stunting

MATARAM–Angka stunting di NTB masih tinggi. Sekitar 167 ribu atau 33,49 persen dari 500 ribu balita mengalami stunting. ”Makanya ini menjadi PR kita bersama,” kata Kepala Dinas Kesehatan NTB dr Hj Nurhandini Eka Dewi, kemarin (14/2).

                Angka itu, kata Eka, masih berada di atas rata-rata angka stunting nasional yakni 28 persen. ”Target penurunan tahun 2024 secara nasional turun di angka 14 persen,” katanya.

                Provinsi NTB sendiri cukup berat menekan hingga 14 persen. Karena itu, ia menargetkan stunting turun hingga 20 persen.”Tapi kita punya kabupaten yang bagus yakni KSB, angka stuntingnya 18 persen,” kata Eka.

               Penanganan stunting harus dilakukan secara menyeluruh. Tidak hanya soal memberi makanan saja. ”Ada masalah sanitasi, makanan bergizi hingga pendidikan ibu, jadi komprehensif,” katanya.

                Stunting, menurut Eka bukan hanya masalah tinggi pendek badan anak atau kurus dan gemuk tubuh anak. ”Stunting adalah kekurangan gizi secara kronis,” jelasnya.

                Jika anak mengalami gizi kronis, itu artinya dia kekurangan gizi sejak dalam kandungan atau sejak lahir. Sementara 80 persen otak anak tumbuh di bawah usia tiga tahun. ”Bila di usia itu tidak urus masalah gizi dan stunting maka akan lahir anak dengan pertumbuan otak tidak maksimal,” katanya.

                Ketika perkembangan otak tidak maksimal, intelektualitasnya rendah. ”Sehingga dia akan menjadi generasi buruh bukan intelektual,” katanya.

                Salah satu upaya menekan angka stunting adalah dengan menggalakkan aksi bergizi. Kemarin, Dinas Kesehatan NTB mengkampanyekan aksi bergizi saat peringatan Hari Gizi Nasional (HGN) ke-60.di SMAN 1 Lembar Lombok Barat. ”Ini bagian dari pencegahan stunting di tahap awal, sebelum perkawinan,” katanya.

                Sebelum masa perkawinan, siswa sudah diberikan ilmu tentang gizi. Sehingga mereka punya pengetahuan tentang pencegahan stunting. ”Gerakan aksi bergizi serentak di sembilan kabupaten,” katanya.

Aksi bergizi dilaksanakan oleh 145 puskesmas dan 145 sekolah, tingkat SMP maupun SMA. Tiga aktivitas utama yang dilakukan yakni sarapan bersama, minum tablet penambah darah, dan literasi tentang gizi serta kesehatan produksi remaja.

Wakil Gubernur NTB Hj Sitti Rohmi Djalilah yang hadir dalam acara itu memotivasi para siswa untuk menjaga kesehatan dan tetap konsisten mengonsumsi makanan yang bergizi. ”Tidak perlu mahal asalkan bergizi,” katanya.

Dia menyebut, beberapa makanan khas NTB yang bermanfaat bagi tubuh, di antaranya sayur bening, tahu, tempe, urap-urap, pelecing dan beberok. ”Selain menjaga gizi tubuh, hal ini juga sebagai bentuk pelestarian makanan khas NTB,” katanya.

Rohmi juga menekankan agar generasi muda rutin sarapan pagi dan mengonsumsi tablet penambah darah sesuai anjuran. “Karena anak-anak di Indonesia banyak sekali yang terindikasi anemia,” ungkapnya. (ili/r5)

- advertisement mobile-

Berita Terbaru

Tagih Piutang Rp 3 Miliar PT GNE Libatkan Kejaksaan

Sekitar Rp 3 miliar uang PT Gerbang NTB Emas (GNE) tercatat sebagai piutang. Sejumlah perusahaan masih berhutang pada perusahaan daerah milik Pemprov NTB ini. “Makanya kita akan menggunakan JPN (jaksa pengacara negara) untuk menagih,” kata Direktur PT GNE Samsul Hadi, Jumat (18/9).

VIDEO : Buron ke Kalimantan, Pulang, Saen Diringkus di Lingsar

Pelarian anggota komplotan pencurian dengan pemberatan berinisial SR alias Saen, berakhir. Pria 31 tahun, asal Dusun Bagek Nunggal, Desa Peteluan Indah, Lingsar, Lombok Barat, itu dibekuk setelah setahun buron. ”Pelaku pulang karena rindu keluarga,” kata Kapolsek Lingsar AKP Dewi Komalasari, Sabtu (19/9).

WCD, Warga Lobar Bebaskan Pantai Cemara dari Sampah

Ribuan orang di Lombok Barat (Lobar) memperingati World Cleanup Day (WCD), akhir pekan kemarin. Kegiatan ini dipusatkan di Pantai Cemara. ”Semuanya terlibat. OPD, kecamatan, desa, bahkan masyarakat juga ramai ikut,” kata Bupati Lobar H Fauzan Khalid, Sabtu (19/9).

Bawaslu Dorong Pendaftaran Sengketa Online

Penetapan pasangan calon Pilkada 2020 akan dilakukan pada lusa mendatang (23/9) di Kantor KPU masing-masing daerah. Bawaslu kini mulai mempersiapkan diri menghadapi sengketa pencalonan. Sebab diperkirakan, bapaslon yang dinyatakan tidak memenuhi syarat akan membawa kekecewaannya ke Bawaslu.

Ada Apa dengan Pulau-pulau Kecil?

SAYA diundang oleh Ketua LPPM Unram, Dr. Muhammad Ali dalam diskusi untuk merevisi Rencana Induk Penelitian Universitas Mataram lima tahun ke depan. Salah satu bagian yang cukup alot diskusinya adalah ketika mendiskusikan fokus penelitian di Unram. Mengapa harus ada fokus?

Penyuntikan Vaksin Korona Untuk Warga Dimulai Januari 2021

Pemerintah telah bekerja sama dengan Uni Emirat Arab dan mendapatkan vaksin untuk Covid-19 sebanyak 20 juta dosis. Rencananya, vaksin mulai didistribusikan pada Desember.

Paling Sering Dibaca

Perubahan Sosial di Era Pandemi

KEHADIRAN pandemi Coronavirus Disease 2019 (Covid-19) telah mengubah tatanan dunia dalam waktu singkat. Barangkali juga tidak ada yang pernah membayangkan bahwa pandemi ini akan menyebabkan derita kemanusiaan yang begitu mendalam. Bahkan dalam waktu yang tidak lama, pandemi ini telah menyebar secara cepat dalam skala luas dan menimbulkan banyak korban jiwa.

Siswa SMP di Loteng Menikah, Kenal Lewat HP, Pacaran Cuma Empat Hari

Meski belum cukup umur, Suhaimi dan Nur Herawati telah resmi menjadi pasangan suami istri. Bagaimana kisahnya sampai mereka memutuskan menikah? Berikut ulasannya.

Bantuan Uang Tunai untuk Warga Terdampak Korona Diperpanjang Sampai Desember

JAKARTA–Pemerintah memutuskan untuk memperpanjang pemberian bansos. Awalnya, bansos hanya diberikan tiga bulan dari April sampai Juni, namun akhirnya diperpanjang hingga Desember 2020. Sehingga, total...

Film MOHAN, Ini Dia Official Teasernya

Rumah Produksi Warna tengah merampungkan pembuatan film MOHAN. Film bergenre drama remaja tersebut tengah memasuki fase shooting. Namun demikian sebagai bocoran Warna telah meluncurkan cuplikan Official Teaser nya.

Di Tengah Pandemi Korona, Dua Murid SMP di Lombok Tengah Menikah

Saat sekolah tak kunjung dibuka karena Pandemi Korona dua pelajar SMP di Lombok Tengah memilih untuk melangsungkan pernikahan Sabtu (12/9) lalu. Mereka adalah Suhaimi, kelas 2 SMP asal  Desa Pengenjek, Kecamatan Pringgarata menikahi Nur Herawati, kelas 1 SMP.
Enable Notifications    Ok No thanks