alexametrics
Senin, 28 September 2020
Senin, 28 September 2020

Bunuh Polisi, Jinggo 20 Tahun di Bui

MATARAM-Pembunuh anggota Polri Nengah Sukarta, I Made Subrata alias Jinggo harus mendekam di penjara selama 20 tahun. Majelis hakim Pengadilan Negeri (PN) Mataram memvonis Jinggo bersalah secara sengaja menghilangkan nyawa korban.

”Menyatakan terdakwa secara sah dan meyakinkan bersalah dengan pidana penjara selama 20 tahun,” kata Ketua Majelis Hakim Didiek Jatmiko membaca amar putusan, kemarin (14/3).

Putusan 20 tahun penjara sesuai dengan tuntutan dari Jaksa Penuntut Umum (JPU). Terdakwa terbukti bersalah dalam dakwaan kedua. Yakni, di Pasal 338 KUHP tentang pembunuhan dengan sengaja dan Pasal 362 KUHP mengenai pencurian.

Alasan yang memberatkan terdakwa, Jinggo merupakan residivis yang pernah tersangkut kasus narkoba; terdakwa mengetahui korban sedang sakit; dan terdakwa adalah kerabat dekat korban.

”Vonis sesuai dengan tingkat kekejian perbuatan tedakwa. Dan, perbuatan terdakwa itu melanggar norma-norma agama,” terang dia.

Meski diputus sesuai dengan tuntutannya, JPU Kejaksaan Negeri (Kejari) Mataram Ema Muliawati mengaku masih pikir-pikir. Begitu juga dengan penasihat hukum terdakwa Deni Nur Indra.

”Kami pikir-pikir dulu,” kata Deni.

Perbuatan terdakwa terjadi November 2018. Pelaku memukul bagian belakang kepala korban dengan menggunakan pipa besi. Ketika pukulan pertama, korban sempat bangun dan berusaha mengejar. Tetapi, Jinggo semakin beringas. Dia kembali melancarkan pukulan sebanyak lima kali.

Perbuatan terdakwa membuat Sukarta terkapar. Setelah korban tak bernyawa, Jinggo mengambil kain dan berusaha membersihkan darah yang berceceran di lantai. Terdakwa kemudian mengambil dua unit handphone milik korban. Jinggo juga membawa kabur motor Sukarta yang terparkir di garasi.

Handphone korban kemudian digadai sebesar Rp 1,2 juta. Adapun motor Honda Vario milik korban digadai dengan nilai lebih besar, yakni Rp 5 juta. Uang tersebut digunakan Jinggo untuk menebus motor lain, sejumlah Rp 3 juta. Sisa uang kemudian digunakan terdakwa untuk berjudi.(dit/r2)

- advertisement mobile-

Berita Terbaru

Distribusi Bantuan Beras Lelet, Dewan Minta Pemprov NTB Ambil Alih

”Pemda harus secepatnya koordinasi ke pusat, kalau ada kemungkinan ambil alih, take over secepatnya, kasihan masyarakat,” tegas Anggota Komisi V DPRD NTB Akhdiansyah, Minggu (27/9/2020).

Kantongi Persetujuan Mendagri, Pjs Bupati Boleh Lakukan Mutasi

”Bisa (rombak) tetapi ada kendali di situ yakni rekom KASN. Pejabat definitif saja harus ada rekom KASN,” katanya.

Akhir September, Tren Konsumsi BBM dan LPG di NTB Meningkat

”Jumlah ini meningkat dibandingkan Bulan Mei 2020, ketika Pembatasan Sosial Berskala Besar (PSBB) dilaksanakan di berbagai daerah,” kata Unit Manager Communication, Relations, & CSR MOR V Jatimbalinus Rustam Aji, Jumat (25/9/2020) lalu.

LEM Hadirkan Baby Crab dan Gelar Plants Exhibition

Kami terus menghadirkan apa pun yang menjadi kebutuhan dan keinginan konsumen. Terpenting bisa menghibur mereka selama masa pandemi ini,” imbuh Eva.

Soal Kuota Gratis, Sekolah di Mataram Masih Validasi Data

”Verval ini kita lakukan  secara bertahap juga, setiap hari ada saja yang divalidasi,” jelas Suherman.

Simulasi Pembukaan Sekolah di NTB, Kerumunan Siswa Masih Terjadi

”Kalau di dalam lingkungan sekolah, semuanya tertib, tetapi pada saat pulang, masih ada kita temukan (kerumunan) meski tidak terlalu banyak ya,” ujarnya.

Paling Sering Dibaca

Perubahan Sosial di Era Pandemi

KEHADIRAN pandemi Coronavirus Disease 2019 (Covid-19) telah mengubah tatanan dunia dalam waktu singkat. Barangkali juga tidak ada yang pernah membayangkan bahwa pandemi ini akan menyebabkan derita kemanusiaan yang begitu mendalam. Bahkan dalam waktu yang tidak lama, pandemi ini telah menyebar secara cepat dalam skala luas dan menimbulkan banyak korban jiwa.

Bantuan Uang Tunai untuk Warga Terdampak Korona Diperpanjang Sampai Desember

JAKARTA–Pemerintah memutuskan untuk memperpanjang pemberian bansos. Awalnya, bansos hanya diberikan tiga bulan dari April sampai Juni, namun akhirnya diperpanjang hingga Desember 2020. Sehingga, total...

Perkembangan Bahasa Indonesia sebagai Pemersatu Bangsa

Kongres pemuda kedua pada 28 Oktober 1928 menyatakan pengakuan terhadap tumpah darah yang satu, tanah air indonesia; satu bangsa, bangsa Indonesia; dan menjunjung bahasa...

Bantuan Presiden, Pedagang Kaki Lima Bakal Diberi Rp 2,4 Juta

Kucuran bantuan pemerintah dalam rangka stimulus ekonomi di tengah pandemi Covid-19 semakin beragam. Kemarin (19/8) sore di halaman tengah Istana Merdeka bersama sejumlah pedagang kecil, Presiden Joko Widodo (Jokowi) memperkenalkan Bantuan Presiden (Banpres) Produktif.

Karyawan Swasta Gaji di Bawah 5 Juta Bakal Dapat Bansos Rp 600 Ribu

KONSUMSI masyarakat yang rendah membuat pemerintah memutar otak mencari solusi. Kepala Badan Kebijakan Fiskal (BKF) Kementerian Keuangan (Kemenkeu) Febrio Kacaribu menuturkan, pemerintah tengah memfinalisasi pemberian bansos bagi karyawan non PNS dan BUMN senilai Rp 600 ribu per bulan.
Enable Notifications    Ok No thanks