alexametrics
Senin, 28 September 2020
Senin, 28 September 2020

Terdakwa Dorfin Tolak Penerjemah Bahasa Prancis yang Dimintanya

MATARAM-Sidang terdakwa penyelundup sabu Dorfin Felix kembali ditunda, kemarin (14/3). Alasan penundaan kali ini, Dorfin menolak penerjemah yang dihadirkan Penuntut Umum. Padahal, di sidang sebelumnya, terdakwa sendiri yang meminta untuk dihadirkan penerjemah Bahasa Prancis ke Indonesia.

 ”Sekarang saya memilih penerjemah dari Bahasa Inggris,” kata terdakwa Dorfin di hadapan majelis hakim, kemarin.

Menurut Dorfin, orang yang dihadirkan jaksa, tidak memiliki kapasitas sebagai penerjemah dalam  persidangan. ”Penerjemah yang diberikan seorang pemandu wisata. Dia tidak mengerti apa-apa soal jalannya persidangan,” terang Dorfin.

Meski ada ketidakkonsistenan yang ditunjukkan Dorfin selama mengikuti persidangan, Ketua Majelis Hakim Isnurul Syamsul Arif tak mempersoalkannya. Arif mengatakan, apa yang disebut Dorfin merupakan bagian dari haknya sebagai terdakwa.

”Itu hak terdakwa. Untuk memenuhi itu, sidang kita tunda hingga 18 Maret,” kata Arif.

Dalam persidangan kemarin, Dorfin rupanya tidak didampingi penasihat hukum yang sempat hadir di sidang perdananya. Menyikapi ini, JPU akhirnya mengambil langkah untuk menunjuk penasihat hukum yang disediakan pengadilan.

”Kemarin ada pengacara Jakarta. Tapi, sekarang tidak kelihatan. Ya sudah, kita pakai dari posbakum. Nanti masalah ada pengacara baru atau tidak, itu dari pihak keluarga,” kata JPU Ginung Pratidina.

Dalam dakwaan jaksa, terdakwa diketahui membawa narkoba dengan berat kotor 3.194,57 gram. Rinciannya, 9 bungkus besar kristal cokelat diduga narkotika jenis MDMA; satu bungkus besar serbuk kuning diduga narkoba jenis amphetamine.

Ada juga satu bungkus besar serbuk putih diduga narkotika jenis ketamine; satu bungkus berisi pil diduga MDMA sebanyak 828 butir; dan satu bungkus pil cokelat berlogo tengkorak jenis MDMA sebanyak 22 butir.

Narkoba dibawa dari Prancis dan disimpan dalam koper. Koper diberikan seseorang yang tak dikenal Dorfin di Prancis. Orang tersebut meminta tolong agar Dorfin membawa koper ke Lombok. Dorfin sendiri mengaku tidak mengetahui apa isi koper itu.

Meski tidak tahu koper berisi narkoba, Dorfin tetap membawa koper menuju Lombok. Dia terbang dari Lyon, Prancis menuju Frankfurt, Jerman. Dari Jerman, terdakwa berangkat menuju Bandara Changi, Singapura.

Ketika tiba di Lombok, petugas otoritas bandara ZAM, Lombok Tengah (Loteng) menemukan 3,1 kilogram narkoba di koper. Meski demikian, tes urine Dorfin menunjukkan hasil negatif mengandung zat narkoba.

Jaksa mendakwa Dorfin dengan pasal subsidaritas. Yakni, Pasal 113, Pasal 114, dan Pasal 112 Undang-undang Nomor 35 Tahun 2009 tentang Narkotika.

Di sidang perdananya itu, Dorfin telah menunjukkan drama. Dia menolak penerjemah Bahasa Inggris, yang kala itu dihadirkan jaksa, untuk menerjemahkan isi dakwaan.

Dorfin meminta surat dakwaan diterjemahkan secara detail. Dia tidak ingin kejadian di kantor polisi, terulang saat persidangan. ”Karena saat penyidikan kepolisian, didampingi penerjemah bahasa Inggris yang kurang baik,” terang Toni, penerjemah yang dihadirkan jaksa.

Dorfin juga meminta adanya penerjemah yang bisa Bahasa Prancis. Langsung dari kedutaan.(dit/r2)

- advertisement mobile-

Berita Terbaru

Proyek Pembangunan Dermaga Senggigi Tak Jelas

Dermaga Senggigi berpotensi mangkrak lebih lama. Meski Dinas Perhubungan (Dishub) Lombok Barat (Lobar) tetap mengupayakan kelanjutan pembangunannya. ”Mau tidak mau harus kita lanjutkan. Itu kewajiban kita,” kata Kadishub Lobar HM Najib.

Distribusi Bantuan Beras Lelet, Dewan Minta Pemprov NTB Ambil Alih

”Pemda harus secepatnya koordinasi ke pusat, kalau ada kemungkinan ambil alih, take over secepatnya, kasihan masyarakat,” tegas Anggota Komisi V DPRD NTB Akhdiansyah, Minggu (27/9/2020).

Kantongi Persetujuan Mendagri, Pjs Bupati Boleh Lakukan Mutasi

”Bisa (rombak) tetapi ada kendali di situ yakni rekom KASN. Pejabat definitif saja harus ada rekom KASN,” katanya.

Akhir September, Tren Konsumsi BBM dan LPG di NTB Meningkat

”Jumlah ini meningkat dibandingkan Bulan Mei 2020, ketika Pembatasan Sosial Berskala Besar (PSBB) dilaksanakan di berbagai daerah,” kata Unit Manager Communication, Relations, & CSR MOR V Jatimbalinus Rustam Aji, Jumat (25/9/2020) lalu.

LEM Hadirkan Baby Crab dan Gelar Plants Exhibition

Kami terus menghadirkan apa pun yang menjadi kebutuhan dan keinginan konsumen. Terpenting bisa menghibur mereka selama masa pandemi ini,” imbuh Eva.

Soal Kuota Gratis, Sekolah di Mataram Masih Validasi Data

”Verval ini kita lakukan  secara bertahap juga, setiap hari ada saja yang divalidasi,” jelas Suherman.

Paling Sering Dibaca

Perubahan Sosial di Era Pandemi

KEHADIRAN pandemi Coronavirus Disease 2019 (Covid-19) telah mengubah tatanan dunia dalam waktu singkat. Barangkali juga tidak ada yang pernah membayangkan bahwa pandemi ini akan menyebabkan derita kemanusiaan yang begitu mendalam. Bahkan dalam waktu yang tidak lama, pandemi ini telah menyebar secara cepat dalam skala luas dan menimbulkan banyak korban jiwa.

Bantuan Uang Tunai untuk Warga Terdampak Korona Diperpanjang Sampai Desember

JAKARTA–Pemerintah memutuskan untuk memperpanjang pemberian bansos. Awalnya, bansos hanya diberikan tiga bulan dari April sampai Juni, namun akhirnya diperpanjang hingga Desember 2020. Sehingga, total...

Karyawan Swasta Gaji di Bawah 5 Juta Bakal Dapat Bansos Rp 600 Ribu

KONSUMSI masyarakat yang rendah membuat pemerintah memutar otak mencari solusi. Kepala Badan Kebijakan Fiskal (BKF) Kementerian Keuangan (Kemenkeu) Febrio Kacaribu menuturkan, pemerintah tengah memfinalisasi pemberian bansos bagi karyawan non PNS dan BUMN senilai Rp 600 ribu per bulan.

Perkembangan Bahasa Indonesia sebagai Pemersatu Bangsa

Kongres pemuda kedua pada 28 Oktober 1928 menyatakan pengakuan terhadap tumpah darah yang satu, tanah air indonesia; satu bangsa, bangsa Indonesia; dan menjunjung bahasa...

Bantuan Presiden, Pedagang Kaki Lima Bakal Diberi Rp 2,4 Juta

Kucuran bantuan pemerintah dalam rangka stimulus ekonomi di tengah pandemi Covid-19 semakin beragam. Kemarin (19/8) sore di halaman tengah Istana Merdeka bersama sejumlah pedagang kecil, Presiden Joko Widodo (Jokowi) memperkenalkan Bantuan Presiden (Banpres) Produktif.
Enable Notifications    Ok No thanks