alexametrics
Kamis, 13 Agustus 2020
Kamis, 13 Agustus 2020

Ayo, Tinggalkan Cara Lama!

MATARAM-Permasalahan dan kerusakan hutan di NTB, tak kunjung ada solusi. Berbagai program yang dilakukan, belum juga menjawab persoalan tersebut.

“Pemda di NTB masih berorientasi pada maksimasi input,” kata Guru Besar Kebijakan Kehutanan IPB Prof Hariadi Kartodihardjo, kemarin.

Hal itu ia sampaikan disela-sela kegiatan bedah buku “Merangkai Stanza, Lagu Kebangsaan”. Mengangkat tema, kado kecil dari rimbawan muda untuk NTB Gemilang. “Orang hanya fokus pada anggaran terserap, kalau realisasi besar, apa permasalahan ini selesai?” terangnya.

Dirinya menekankan, pemerintah harus meninggalkan budaya tersebut. Saat OPD atau instansi lemah, jangan dibiasakan menambah anggaran operasional. “Belum tentu kuat ya, tergantung bagaimana memanfaatkan anggaran itu, pintar-pintar kelola saja,” jelasnya.

Selain itu, dalam mencari solusi, pemerintah harus meninggalkan cara lama. Menerima laporan. Tidak meninjau ke lapangan. “Sebagai birokrat, harus tahu lapangannya dulu secara klir dan nyata,” tegasnya.

Maka dalam menentukan program kegiatan, harus bersifat parsitipatif. Bukan solutif sementara. “Ujung-ujungnya tanam jagung jadi solusi kesejahteraan, padahal belum tentu juga,” kata Hariadi.

Begitu juga reboisasi. Harus memastikan lokasi menanam, yang diharapkan bisa menjadi hutan, dalam kurun waktu lima tahun ke atas. Maka, di sinilah pentingnya peran serta masyarakat. “Jangan sampai sudah ditanam, lalu ditinggalkan, nanti malah nggak ada bekas,” ujarnya.

Sehingga dalam buku itu, menjadi pemerintah yang realistis atau nyata itu sangat penting. Sehingga, pemimpin harus memiliki pengetahuan pengelolaan. “Yang saya ulas, birokrat harus punya cara pikir, dari sini, bisa menentukan program yang benar-benar terarah,” jelasnya.

Hariadi memang sengaja membedah buku, bukan dari aspek teknis, namun lebih kepada korupsi dan tata kelola birokrasi. Permasalahan umum yang sering ditemui, dalam pengelolaan hutan di Indonesia.

“Karena jangan lupa juga, apapun program pemerintah, harus ada keterbukaan informasi, agar masyarakat juga terlibat dan mengawasi,” tandasnya.

Dosen Prodi Kehutanan, Fakultas Pertanian Unram Budhy Setiawan menegaskan, sampai saat ini, pemerintah belum mampu menganilisis, apa permasalahan utama hutan NTB. “Akibatnyam hingga sekarang belum tertangani dengan baik,” terangnya.

Akademisi khawatir, jika pengelolaan hutan, yang tidak memperhatikan kaidah-kaidah konservasi, maka akan berujung pada kerusakan. “Kita tentu saja khawatir, sekarang saja, saat hujan, terjadi banjir, dan kemarau benar-benar kekeringan,” kata Budhy.

Sehingga pembahasan buku milik Prof Hariadi Kartodihardjo, yang mencoba menguraikan fakta-fakta di lapangan, ternyata banyak pemda yang keliru menentukan permasalahan. “Intervensi kebijakan daerah, jadinya tidak menyelesaikan masalah,” tegasnya.

Budhy berharap, diskusi mengenai hal ini, bisa lebih diintensifkan. Apalagi, dengan keikutsertaan mahasiswa. Agar bisa berfikir kritis, melihat kondisi baik dan buruk hutan di daerah. “Anak-anak muda ini sebagai pengawal pembangunan, harus dilibatkan,” tandasnya. (yun/r3)

- advertisement mobile-

Berita Terbaru

Belajar Tatap Muka Harus Ada Izin Orang Tua Siswa

TALIWANG- Bupati Kabupaten Sumbawa Barat (KSB) HW. Musyafirin menegaskan belajar tatap muka di sekolah di tengah covid-19 bisa saja digelar. Tetapi syaratnya harus ada izin atau persetujuan orang tua siswa.

Lima Daerah di NTB Alami Kekeringan Parah, Ini Daftarnya

Lima daerah di NTB mengalami kekeringan ekstrem dengan status awas. Yaitu Kabupaten Dompu, Bima, Sumbawa, Sumbawa Barat, dan Lombok Timur. ”Masyarakat  kami imbau mewaspadai dampak dari kekeringan,” kata Kepala Seksi Data dan Informasi BMKG Stasiun Klimatologi Lombok Barat Luhur Tri Uji Prayitno, kemarin (11/8).

Tertular Korona, Satu Anggota DPRD Lombok Timur Diisolasi

SELONG-Salah seorang anggota DPRD Lotim berinisial SM terpapar covid-19. “Ya, ada anggota kami yang dikonfirmasi positif,” kata Wakil Ketua DPRD Lotim H Badran Achsyid membenarkan informasi tersebut saat dihubungi Lombok Post, Selasa (11/8).

Soal Wifi Gratis Dewan Mataram : Pak Sekda Jangan Siap-Siap Saja!

Niat DPRD Kota Mataram untuk memasang wifi gratis di setiap lingkungan segera terealisasi. “Pak Sekda sudah bilang siap. Tapi saya bilang jangan siap-siap saja. Harus segera, karena anak-anak sangat butuh,” terang Sekretaris Komisi IV DPRD Kota Mataram Nyayu Ernawati.

Lale-Yusuf atau Pathul-Nursiah, Siapa Didukung Golkar di Loteng?

MATARAM-Tampilnya H Yusuf Saleh mendampingi Lale Prayatni atau Lale Sileng membuat dinamika politik di Lombok Tengah (Loteng) semakin dinamis. Tidak hanya untuk peta perebutan kursi Kepala Daerah tetapi untuk arah dukungan partai Golkar.

H Masrun : TGH Saleh Hambali Harus Jadi Pahlawan Nasional

PRAYA-Kiprah dan nama besar ulama NU TGH Saleh Hambali tercatat dalam sejarah. Tokoh ulama karismatik yang berkontribusi nyata dalam membangun pendidikan dan semangat kebangsaan di Lombok, NTB.

Paling Sering Dibaca

Perubahan Sosial di Era Pandemi

KEHADIRAN pandemi Coronavirus Disease 2019 (Covid-19) telah mengubah tatanan dunia dalam waktu singkat. Barangkali juga tidak ada yang pernah membayangkan bahwa pandemi ini akan menyebabkan derita kemanusiaan yang begitu mendalam. Bahkan dalam waktu yang tidak lama, pandemi ini telah menyebar secara cepat dalam skala luas dan menimbulkan banyak korban jiwa.

Karyawan Swasta Gaji di Bawah 5 Juta Bakal Dapat Bansos Rp 600 Ribu

KONSUMSI masyarakat yang rendah membuat pemerintah memutar otak mencari solusi. Kepala Badan Kebijakan Fiskal (BKF) Kementerian Keuangan (Kemenkeu) Febrio Kacaribu menuturkan, pemerintah tengah memfinalisasi pemberian bansos bagi karyawan non PNS dan BUMN senilai Rp 600 ribu per bulan.

Penggali Kubur LNS di Mataram Sakit, Arwah Minta Organ Dikembalikan

Penyidik telah melakukan otopsi terhadap jenazah Linda Novita Sari (LNS) maha siswi unram yang diduga jadi korban pembunuhan. Bagian tubuh LNS diambil dokter forensik untuk proses pemeriksaan.

Berkarya Pecah, Baihaqi-Diyah Terancam

MATARAM-Dualisme kepengurusan di DPP Partai berkarya berimbas ke daerah. terutama bagi Paslon yang sebelumnya menerima SK dukungan dari kepengurusan Berkarya terdahulu. Salah satunya pasangan H Baihaqi-Hj Baiq Diyah Ratu Ganefi (Baru) di Pilwali Mataram.

Ayo, Pekerja NTB Setor Nomor Rekening Dapat Bantuan Rp 600 Per Bulan

Para pekerja yang merupakan karyawan swasta di NTB tak boleh ketinggalan. Bagian Sumber Daya Manusia (HRD) di setiap perusahaan di NTB diingatkan agar proaktif menyetorkan rekening karyawan untuk mendapatkan bantuan Rp 600 ribu per bulan dari pemerintah.
Enable Notifications.    Ok No thanks