alexametrics
Jumat, 12 Agustus 2022
Jumat, 12 Agustus 2022

Mantan Napi Teroris Pulang ke Bima

MATARAM-Narapidana kasus kasus tindak pidana terorisme Rio Adi Putra alias Rio alias Abu Rio alias Wewe bin Yamin telah bebas. Rio bebas murni usai menjalani hukuman empat tahun penjara.

Rio ditahan sejak 18 Februari 2015 hingga Selasa, 12 Februari 2019. Dia sempat menjalani penahanan di Rutan Mako Brimob, Depok, Jawa Barat. Setelah itu, Rio dipindahkan dan menjadi narapidana di Lapas Pekanbaru, Riau.

Meski telah bebas, polisi tetap memonitor aktivitas Rio. Kapolres Bima Kota AKBP Erwin Ardiansyah mengatakan, upaya monitor bukan berarti memantau setiap saat aktivitas pria asal Kelurahan Nae, Kecamatan Rasanae Barat, Kota Bima tersebut. Melainkan dengan cara persuasif dan pendekatan humanis.

Baca Juga :  Lima Proyek Terindikasi Korupsi, Kejati NTB Segera Ekspose Perkara

”Iya, tetap dimonitor,” kata Erwin.

Langkah monitor ini tak terlepas dari instruksi Mabes Polri usai bebasnya Rio. Mabes telah berkoordinasi dengan Polda NTB dan polres di wilayah tempat tinggal Rio. Erwin menyebut, monitor hanya sebagai langkah pencegahan agar yang bersangkutan tidak mengulangi perbuatannya.

”Polsek dan Polres yang monitor. Kita pakai cara-cara humanis,” ujar dia.

Setelah menghirup udara bebas, Rio rencananya akan dipulangkan ke Kota Bima. Sebelum itu, kepolisian bersama Badan Nasional Penanggulangan Teroris (BNPT) akan lebih dulu melakukan upaya deradikalisasi terhadap yang bersangkutan.

Rio sebelumnya dinyatakan bersalah karena menyembunyikan tersangka tindak pidana teroris atas nama Can alias Fajar. Can sempat masuk dalam daftar pencarian orang (DPO) sebelum tewas di tangan aparat berwenang. Can merupakan anak buah Santoso, pemimpin kelompok teroris Mujahidin Indonesia Timur (MIT).(dit/r2)

Baca Juga :  BPOM Tangkap Bandar Trihex Palsu

Berita Terbaru

Paling Sering Dibaca

Enable Notifications    OK No thanks
/