alexametrics
Kamis, 1 Oktober 2020
Kamis, 1 Oktober 2020

Pemadaman Bergilir Resahkan Pelanggan, Mahasiswa Gedor Kantor PLN

MATARAM-Pemadaman bergilir yang dilakukan PLN menuai protes. Dua hari berturut-turut, kantor PLN wilayah NTB digedor massa aksi. Mereka menolak kebijakan pemadaman yang dilakukan PLN saat ini.

                Bila sebelumnya demonstrasi dilakukan aliansi masyarakat. Kemarin, mahasiswa yang tergabung dalam Pergerakan Mahasiswa Islam Indonesia (PMII) Mataram berunjuk rasa di kantor PLN. Bahkan aksi itu diwarnai kericuhan saat mahasiswa hendak membakar ban namun dicegah aparat kepolisian. Salah seorang mahasiswa pun terluka di bagian wajah.

                Dalam aksi itu, mahasiswa menyampaikan empat tuntutan. Yakni, pecat General Manager (GM) PT PLN Wilayah NTB, meminta aparat penegak hukum memeriksa GM PLN NTB terkait alasannya melakukan pemadaman listrik bergilir yang meresahkan masyarakat. Mahasiwa juga meminta pemprov dan DPRD NTB tidak diam. Pemda harus membantu mencari solusi atas kondisi kelistrikan saat ini.

                 ”Jangan jadikan rakyat sebagai tumbal kebijakan PLN karena rakyat bayar iuran tiap bulan,” kata Ketua Cabang PMII Mataram Herman Jayadi, yang juga koordinator umum aksi.

                Mahasiswa menilai, alasan PLN NTB melakukan pemadaman bertentangan dengan kebijakan pemerintah pusat yang sudah membangun beberapa fasilitas pembangkit listrik untuk mendukung KEK Mandalika. PLN dalam keterangan resminya juga menyatakan, mereka siap menambah kapasitas gardu induk di Kuta hingga 60 MVA untuk KEK Mandalika dan MotoGP 2021. Tahun ini, sistem kelistrikan Lombok juga sudah mendapatkan tambahan daya 150 MW dari PLTMGU Lombok Peaker dan PLTU Unit 2 Jeranjang.

                Mereka menilai, apa yang disampaikan PLN bertentangan dengan kondisi di lapangan. Di mana saat ini masyarakat mengalami pemadaman bergilir yang merugikan. PLN harus memperhatikan kerugian yang dialami masyarakat sebagai konsumen.

Menanggapi hal itu, Manager Komunikasi PLN Unit Induk Wilayah NTB Taufiq Dwi Nurcahyo kepada wartawan menjelaskan, seperti sudah disampaikan sebelum-sebelumnya. Saat ini PLN mengalami defisit daya hingga 36 Megawatt (MW) karena ada pemeliharaan pembangkit dan faktor kekeringan yang membuat Pembangkit Listrik Tenaga Mikro Hidro (PLTMH) tidak bekerja maksimal. Sementara pengoperasian PLTMGU Lombok Peaker dengan kapasitas 150 MW tertunda.

Taufiq menegaskan, PLN tengah berupaya melakukan pemulihan secepatnya. Petugas teknis saat ini sedang bekerja siang malam agar semua kembali normal. Tapi karena pemeliharaan dalam sekala besar, tidak mungkin selesai dengan cepat.

Dia pun meminta maaf sebesar-besarnya atas ketidaknyamanan yang dirasakan oleh pelanggan. Dia menjamin, akhir November PLTMGU Lombok Peaker akan dites. Uji coba itu sekaligus bisa membantu penambahan daya 150 MW. PLTMGU Lombok Peaker direncanakan dapat memperkuat sistem kelistrikan Lombok pada akhir Desember 2019. ”Semua petugas kami saat ini sedang bekerja,” ujarnya.

Dalam kondisi normal, sistem kelistrikan Lombok memiliki daya mampu sebesar 270 MW, dengan beban puncak mencapai 259 MW. Dengan adanya pemeliharaan pembangkit, pertumbuhan penggunaan beban signifikan, dan menurunnya kemampuan beberapa PLTMH membuat daya mampu sistem kelistrikan Lombok hanya sebesar 223 MW. Sehingga Lombok mengalami defisit daya listrik 36 MW. (ili/r5)

- advertisement mobile-

Berita Terbaru

BioSolar Non Subsidi, Solusi Kebutuhan Masyarakat Sumbawa

”Supaya mempermudah pelanggan membedakan jenis produk BBM yang dibeli,” terang Unit Manager Communication Relation & CSR Pertamina MOR V Rustam Aji melalui rilis yang diterima Lombok Post, Rabu (30/9/2020).

Banyak Manfaat, Petani di Mataram Justru Enggan Terima Kartu Tani

”Ketika daftar, dia berada di titik lahan A dengan luas sekian. Namun, ketika kartu ini keluar, dia sudah mutasi nyewa lahan lain dengan luas berbeda,” jelasnya, Selasa (29/9/2020).

Bisnis Hidroponik, Bantu Perekonomian Warga Kota saat Pandemi

”Mereka bisa jual sendiri, atau bisa juga bermitra dengan kami. Soal pasar, kami yang carikan,” katanya kepada Lombok Post, Rabu (30/9/2020).

Dilantik Lusa, Kontribusi Pemuda Muhammadiyah Kota Mataram Dinanti

"Kita mengambil tema meneguhkan semangat kepemudaan untuk Kota Mataram maju dan religius," kata Ketua PDPM Kota Mataram Iskandar.

Dompu Zona Merah, Simulasi KBM Tatap Muka Dua Sekolah Distop

Rinciannya, SMAN 1 dan 2 Kilo, SMAN 1 dan 3 Pekat, SMAN 1 Kempo, SMKN 1 Manggalewa, SMKN 2 Dompu, dan SMAN 1 Hu’u. Namun, hanya simulasi di SMKN 2 Dompu dan SMAN 1 Hu’u yang dihentikan. ”Pertimbangannya, karena sekolah itu ada di wilayah kota dan dekat kota, sebagai pusat penyebaran Covid-19,” jelasnya.

Cegah Penyakit Jantung di Masa Pandemi

dr. Yusra Pintaningrum, SpJP(K),FIHA,FAPSC,FAsCC

Paling Sering Dibaca

Perubahan Sosial di Era Pandemi

KEHADIRAN pandemi Coronavirus Disease 2019 (Covid-19) telah mengubah tatanan dunia dalam waktu singkat. Barangkali juga tidak ada yang pernah membayangkan bahwa pandemi ini akan menyebabkan derita kemanusiaan yang begitu mendalam. Bahkan dalam waktu yang tidak lama, pandemi ini telah menyebar secara cepat dalam skala luas dan menimbulkan banyak korban jiwa.

Zona Hijau Korona di NTB Kian Berat

”Indikatornya lebih tajam lagi. Kemarin, yang dihitung hanya pasien positif (Covid-19) saja. Sekarang probable juga dihitung,” kata Kepala Dinas Kesehatan NTB dr Hj Nurhandini Eka Dewi, usai rapat evaluasi penanganan Covid-19, di kantor gubernur NTB, kemarin (28/9).

Bantuan Uang Tunai untuk Warga Terdampak Korona Diperpanjang Sampai Desember

JAKARTA–Pemerintah memutuskan untuk memperpanjang pemberian bansos. Awalnya, bansos hanya diberikan tiga bulan dari April sampai Juni, namun akhirnya diperpanjang hingga Desember 2020. Sehingga, total...

Perkembangan Bahasa Indonesia sebagai Pemersatu Bangsa

Kongres pemuda kedua pada 28 Oktober 1928 menyatakan pengakuan terhadap tumpah darah yang satu, tanah air indonesia; satu bangsa, bangsa Indonesia; dan menjunjung bahasa...

Bantuan Presiden, Pedagang Kaki Lima Bakal Diberi Rp 2,4 Juta

Kucuran bantuan pemerintah dalam rangka stimulus ekonomi di tengah pandemi Covid-19 semakin beragam. Kemarin (19/8) sore di halaman tengah Istana Merdeka bersama sejumlah pedagang kecil, Presiden Joko Widodo (Jokowi) memperkenalkan Bantuan Presiden (Banpres) Produktif.
Enable Notifications    Ok No thanks