alexametrics
Senin, 21 September 2020
Senin, 21 September 2020

Target Pembangunan Pembangkit Meleset, Manajemen PLN Klarifikasi ke Ombudsman

MATARAM-Pemadaman bergilir yang terjadi saat ini mengundang syakwasangka. Sebab klaim daya surplus PLN tidak selaras dengan pelayanan. Kini masyarakat jadi korban pemadaman bergilir.

                Dalam pertemuan Ombudsman NTB dengan jajaran manajemen PLN NTB, kemarin (15/11), terungkap, salah satu peyebab pemadaman bergilir bukan hanya pemeliharaan mesin pembangkit. Tapi melesetnya target pembangunan Pembangkit Listrik Tenaga Uap (PLTU) Jeranjang unit II dan Pembangkit Listrik Tenaga Mesin Gas dan Uap (PLTMGU) Lombok Peaker.

                Harusnya dua pembangkit itu rampung dan bisa dioperasikan, sehingga tidak terjadi defisit daya. PLTU Jeranjang unit II dengan kapasitas 25 Megawatt (MW) harusnya bisa dipakai November ini, namun kenyataanya belum. Di Jeranjang ada tiga PLTU yakni unit I, II, dan III. Masing-masing punya kapasitas 25 MW, sehingga total ada 75 MW. Namun unit I sedang dalam pemeliharaan sampai 21 Desember, dan unit II belum dioperasikan untuk suplai daya.

Begitu juga dengan PLTMGU Lombok Peaker yang punya kapasitas 150 MW. Harusnya pembangkit itu sudah digunakan semester dua tahun ini. Namun molor dari targat. Manajemen mengaku akan berupaya segera uji coba PLTMGU Lombok Peaker, paling tidak akhir tahun ini.

”Kalau dua pembangkit ini beroperasi harusnya bisa meminimalisir defisit listrik,” kata Kepala Ombudsman NTB Adhar Hakim, usai pertemuan dengan manjemen PLN NTB, di kantornya, kemarin (15/11).

PLN menurut Adhar harus lebih aktif lagi menjaga ritme kerja mereka. Kondisi saat ini merupakan jawaban dari ketidakmampuan mengatur ritme kerja untuk mencapai target pembangun pembangkit itu, terutama PLTU Jeranjang unit II.”Mereka kurang mampu menjaga ritme agenda secara ketat sehingga molor terus,” katanya.

Ombudsman berharap perbaikan pembangkit segera rampung, tidak perlu sampai akhir Desember. Kemudian terkait pembangunan PLTU Jeranjang unit II, publik harus mendapat penjelasan detail dari PLN.

Sementara terkait pelayanan, dia menyayangkan keterangan pers diberikan setelah situasi ribut. Harusnya kodisi itu dipaparkan sebelum melakukan pemadaman bergilir. Keterbukaan kepada publik juga harus berbasis pada simpati dengan memahami kondisi masyarakat. ”Jangan memberikan keterangan pers ketika sudah rumit,” imbuhnya.

Dalam pertemuan itu, hadir Manajer Niaga dan Pelayanan Pelanggan PLN NTB Chairuddin, Manager Komunikasi PLN Unit Induk Wilayah NTB Taufiq Dwi Nurcahyo dan jajaran PLN lainnya.

Terkait situasi saat ini Manajer Niaga dan Pelayanan Pelanggan PLN NTB Chairuddin menjelaskan, situasi saat ini tidak bisa dihindari. PLN menerima komplain hampir setiap hari. Bahkan mereka mendapatkan kata-kata kasar dari masyarakat. Tapi mereka tetap membuka layanan call center selama 24 jam.

Terkait perbaikan, pihaknya sedang berupaya untuk mempercepat proses pemeliharaan pembangkit. Namun proses perbaikan pembangkit tidak bisa secepat yang dibayangkan.

Secara teknis sudah ada perhitungan hari, tidak bisa ditambah atau dikurangi. Sebab tahapan-tahapan perbaikan sudah diatur sedemikian detail oleh bagian teknis. PLN menargetkan 45 hari perbaikan bukan lambat, tapi kajian teknisnya seperti itu. ”Ini sudah ada pakemnya, tidak bisa buru-buru,” katanya.

Untuk PLTMGU Lombok Peaker sendiri, mesinnya sudah siap. Target awal, harusnya PLTMGU Lombok Peaker bisa beroperasi awal semester dua 2019.  Namun ada kendala bagian konstruksi. Karena sering terjadi air pasang maka salah satu konstruksi tidak bisa rampung karena selalu kemasukan air laut. Itu di luar prediksi. ”Itu faktor alam yang menjadi faktor penghambat,” katanya. (ili/r5)

- advertisement mobile-

Berita Terbaru

Penyuntikan Vaksin Korona Untuk Warga Dimulai Januari 2021

Pemerintah telah bekerja sama dengan Uni Emirat Arab dan mendapatkan vaksin untuk Covid-19 sebanyak 20 juta dosis. Rencananya, vaksin mulai didistribusikan pada Desember.

Kampung Sehat, Warga Desa Setanggor Semangat Gotong Royong

GAIRAH warga Desa Setanggor, Kecamatan Praya Barat sedang menggebu-gebu untuk mewujudkan lingkungan mereka yang bersih dan sehat. Karena itu, jangan heran manakala menemukan semangat gotong royong masyarakat di desa ini sangat tinggi.

Satu Gerakan, Warga Desa Kuripan Lawan Penyebaran Covid-19

Warga Desa Kuripan kian konsisten menerapkan protokol kesehatan. Apalagi setelah berhasil menyabet juara pertama untuk tingkat kabupaten di lomba Kampung Sehat. Sederet inovasi pun telah disiapkan Desa Kuripan.

Simulasi KBM Tatap Muka SMA Sederajat di NTB Pekan Kedua Dimulai

Simulasi KBM tatap muka untuk SMA sederajat di NTB memasuki pekan kedua. ”Sambil kami tetap memantau perkembangan penyebaran Pandemi Virus Korona,” kata Kepala Dinas Dikbud NTB H Aidy Furqan, pada Lombok Post, Minggu (20/9/2020).  

Mendikbud Pastikan Wacana Penghapusan Mapel Sejarah Hoaks

”Tidak ada sama sekali kebijakan regulasi atau perencanaan penghapusan mata pelajaran sejarah di kurikulum nasional,” tegas dia.

HARUM Goda Pemilih Millenial Lewat Lomba Film Pendek dan E-Sport

Bakal Calon Wali Kota Mataram H Mohan Roliskana mencoba menggoda pemilih milenial. Caranya, dengan menggelar film pendek dan e-sport. "Orang yang menggeluti dunia film tidak banyak. Bagi sebagian orang ini ekslusif. Prosesnya panjang," kata Mohan Sabtu malam (19/9) lalu.

Paling Sering Dibaca

Perubahan Sosial di Era Pandemi

KEHADIRAN pandemi Coronavirus Disease 2019 (Covid-19) telah mengubah tatanan dunia dalam waktu singkat. Barangkali juga tidak ada yang pernah membayangkan bahwa pandemi ini akan menyebabkan derita kemanusiaan yang begitu mendalam. Bahkan dalam waktu yang tidak lama, pandemi ini telah menyebar secara cepat dalam skala luas dan menimbulkan banyak korban jiwa.

Siswa SMP di Loteng Menikah, Kenal Lewat HP, Pacaran Cuma Empat Hari

Meski belum cukup umur, Suhaimi dan Nur Herawati telah resmi menjadi pasangan suami istri. Bagaimana kisahnya sampai mereka memutuskan menikah? Berikut ulasannya.

Bantuan Uang Tunai untuk Warga Terdampak Korona Diperpanjang Sampai Desember

JAKARTA–Pemerintah memutuskan untuk memperpanjang pemberian bansos. Awalnya, bansos hanya diberikan tiga bulan dari April sampai Juni, namun akhirnya diperpanjang hingga Desember 2020. Sehingga, total...

Film MOHAN, Ini Dia Official Teasernya

Rumah Produksi Warna tengah merampungkan pembuatan film MOHAN. Film bergenre drama remaja tersebut tengah memasuki fase shooting. Namun demikian sebagai bocoran Warna telah meluncurkan cuplikan Official Teaser nya.

Di Tengah Pandemi Korona, Dua Murid SMP di Lombok Tengah Menikah

Saat sekolah tak kunjung dibuka karena Pandemi Korona dua pelajar SMP di Lombok Tengah memilih untuk melangsungkan pernikahan Sabtu (12/9) lalu. Mereka adalah Suhaimi, kelas 2 SMP asal  Desa Pengenjek, Kecamatan Pringgarata menikahi Nur Herawati, kelas 1 SMP.
Enable Notifications    Ok No thanks