alexametrics
Kamis, 13 Agustus 2020
Kamis, 13 Agustus 2020

Puting Beliung, Banjir, Tanah Longsor Mengintai, NTB Siaga Darurat Bencana

MATARAM-Angin kencang sebulan terakhir membuat 2.324 warga menderita. ”Rumahnya rusak, untuk sementara atap rumahnya pakai terpal,” kata Kepala Pelaksana BPBD NTB H Ahsanul Khalik, pada Lombok Post, kemarin (15/12).

Sejak November lalu, angin menerjang tujuh kabupaten/kota di NTB. Yakni Kota Mataram, Lombok Barat, Lombok Tengah, Lombok Timur, Sumbawa Barat, Sumbawa, dan Dompu. ”Sedangkan Lombok Utara, Bima dan Kota Bima tidak terdampak,” katanya.

Kabupaten Dompu menjadi daerah paling parah. BPBD NTB mencatat, 140 unit rumah rusak berat, 144 unit rusak sedang, dan 124 rusak ringan. ”Enam warga luka-luka dan sejumlah fasilitas umum, kesehatan dan pendidikan rusak,” sebutnya.

Terparah kedua adalah Kabupaten Sumbawa, dengan 130 rumah rusak dan 12 warga luka-luka. ”Fasilitas pendidikan dan peribadatan juga rusak di sana,” ujarnya.

Dampak bencana masih mampu ditangani pemda masing-masing, terutama untuk perbaikan rumah. ”Rusaknya rata-rata bagian atap,” katanya.

Dia menjelaskan, BPBD sudah berkoordinasi dengan BMKG dan BPBD semua kabupaten/kota. ”BPBD NTB membackup peralatan, personel dan logistik,” ujarnya.

Dia menyebut, saat ini dibutuhkan bantuan peralatan kebencanaan untuk mengatasi banjir, tanah longsor, dan angin puting beliung. Juga sandang, pangan, terpal, matras dan selimut. ”Kondisi ini sudah kami laporkan ke BNPB,” ujarnya.

Dengan kondisi saat ini, BPBD NTB menetapkan status siaga darurat angin puting beliung, siaga darurat banjir dan siaga darurat tanah longsor. ”Artinya ada peningkatan eskalasi ancaman (bencana), didasarkan hasil pemantauan yang akurat,” jelasnya.

Prakirawan BMKG Stasiun Klimatologi Lombok Barat Dewo Sulistio Adi Wibowo meminta warga hati-hati. ”Masyarakat diimbau tetap waspada terhadap potensi cuaca ekstrem seperti hujan lebat, angin kencang dan angin puting beliung,” imbuhnya.

Dia menjelaskan, saat ini NTB telah memasuki musim hujan. Curah hujan kategori menengah terjadi di Lombok bagian barat, Lombok bagian utara, dan Sumbawa bagian barat. Namun beberapa wilayah masih mengalami hari tanpa hujan (HTH) ekstrem  di atas 60 hari. ”Terpanjang di Sape, Kabupaten Bima sepanjang 224 hari,” katanya.

Daerah dengan kategori kekeringan ekstrem lainnya yakni  Lombok Timur bagian Keruak, Swela. Lombok Tengah bagian Praya Barat, dan Praya.

BNPB juga meminta masyarakat mewaspadai bencana hidrometeorologis akibat turunnya hujan dengan intensitas tinggi. Berdasarkan laporan harian Pusat Kendali dan Operasi (Pusdalops) BNPB kemarin (15/12), angin puting beliung melanda NTB pada Sabtu (14/12) pukul 14.30 Wita. Di Kota Mataram dua orang dilaporkan luka berat dengan 11 orang luka ringan. Kerugian materi berupa dua unit rumah yang rusak ringan serta tiga unit ruko mengalami rusak berat ditambah satu fasilitas umum.

Angin puting beliung juga melanda Lombok Tengah di Kecamatan Kopang. Dua orang dilaporkan luka ringan dengan kerugian fisik berupa 17 unit rumah rusak. “Semua kejadiannya dipicu oleh hujan dan angin kencang,” kata Kapusdatinmas BNPB Agus Wibowo kemarin.

Agus mengatakan, BNPB telah memberikan peringatan bahwa tanda-tanda angin puting beliung akan terjadi. Di antaranya, awan yang pekat dan menggantung tinggi di angkasa. Kecepatan angin puting beliung bisa mencapai 120 kilometer per jam.

Bagi warga mendapati wilayahnya tengah diamuk puting beliung harus segera masuk ke dalam rumah dengan mengunci semua pintu dan jendela. Amankan barang-barang yang bisa terlempar angin. Selain itu, jauhi kaca karena berpotensi pecah oleh benda yang beterbangan di luar.

“Paling utama jika terjadi angin kencang untuk menghindari reklame, pohon, dan tiang listrik juga bangunan bangunan lain yang mudah roboh,” kata Agus. (ili/jpg/r4/r5)

- advertisement mobile-

Berita Terbaru

Belajar Tatap Muka Harus Ada Izin Orang Tua Siswa

TALIWANG- Bupati Kabupaten Sumbawa Barat (KSB) HW. Musyafirin menegaskan belajar tatap muka di sekolah di tengah covid-19 bisa saja digelar. Tetapi syaratnya harus ada izin atau persetujuan orang tua siswa.

Lima Daerah di NTB Alami Kekeringan Parah, Ini Daftarnya

Lima daerah di NTB mengalami kekeringan ekstrem dengan status awas. Yaitu Kabupaten Dompu, Bima, Sumbawa, Sumbawa Barat, dan Lombok Timur. ”Masyarakat  kami imbau mewaspadai dampak dari kekeringan,” kata Kepala Seksi Data dan Informasi BMKG Stasiun Klimatologi Lombok Barat Luhur Tri Uji Prayitno, kemarin (11/8).

Tertular Korona, Satu Anggota DPRD Lombok Timur Diisolasi

SELONG-Salah seorang anggota DPRD Lotim berinisial SM terpapar covid-19. “Ya, ada anggota kami yang dikonfirmasi positif,” kata Wakil Ketua DPRD Lotim H Badran Achsyid membenarkan informasi tersebut saat dihubungi Lombok Post, Selasa (11/8).

Soal Wifi Gratis Dewan Mataram : Pak Sekda Jangan Siap-Siap Saja!

Niat DPRD Kota Mataram untuk memasang wifi gratis di setiap lingkungan segera terealisasi. “Pak Sekda sudah bilang siap. Tapi saya bilang jangan siap-siap saja. Harus segera, karena anak-anak sangat butuh,” terang Sekretaris Komisi IV DPRD Kota Mataram Nyayu Ernawati.

Lale-Yusuf atau Pathul-Nursiah, Siapa Didukung Golkar di Loteng?

MATARAM-Tampilnya H Yusuf Saleh mendampingi Lale Prayatni atau Lale Sileng membuat dinamika politik di Lombok Tengah (Loteng) semakin dinamis. Tidak hanya untuk peta perebutan kursi Kepala Daerah tetapi untuk arah dukungan partai Golkar.

H Masrun : TGH Saleh Hambali Harus Jadi Pahlawan Nasional

PRAYA-Kiprah dan nama besar ulama NU TGH Saleh Hambali tercatat dalam sejarah. Tokoh ulama karismatik yang berkontribusi nyata dalam membangun pendidikan dan semangat kebangsaan di Lombok, NTB.

Paling Sering Dibaca

Perubahan Sosial di Era Pandemi

KEHADIRAN pandemi Coronavirus Disease 2019 (Covid-19) telah mengubah tatanan dunia dalam waktu singkat. Barangkali juga tidak ada yang pernah membayangkan bahwa pandemi ini akan menyebabkan derita kemanusiaan yang begitu mendalam. Bahkan dalam waktu yang tidak lama, pandemi ini telah menyebar secara cepat dalam skala luas dan menimbulkan banyak korban jiwa.

Karyawan Swasta Gaji di Bawah 5 Juta Bakal Dapat Bansos Rp 600 Ribu

KONSUMSI masyarakat yang rendah membuat pemerintah memutar otak mencari solusi. Kepala Badan Kebijakan Fiskal (BKF) Kementerian Keuangan (Kemenkeu) Febrio Kacaribu menuturkan, pemerintah tengah memfinalisasi pemberian bansos bagi karyawan non PNS dan BUMN senilai Rp 600 ribu per bulan.

Penggali Kubur LNS di Mataram Sakit, Arwah Minta Organ Dikembalikan

Penyidik telah melakukan otopsi terhadap jenazah Linda Novita Sari (LNS) maha siswi unram yang diduga jadi korban pembunuhan. Bagian tubuh LNS diambil dokter forensik untuk proses pemeriksaan.

Berkarya Pecah, Baihaqi-Diyah Terancam

MATARAM-Dualisme kepengurusan di DPP Partai berkarya berimbas ke daerah. terutama bagi Paslon yang sebelumnya menerima SK dukungan dari kepengurusan Berkarya terdahulu. Salah satunya pasangan H Baihaqi-Hj Baiq Diyah Ratu Ganefi (Baru) di Pilwali Mataram.

Ayo, Pekerja NTB Setor Nomor Rekening Dapat Bantuan Rp 600 Per Bulan

Para pekerja yang merupakan karyawan swasta di NTB tak boleh ketinggalan. Bagian Sumber Daya Manusia (HRD) di setiap perusahaan di NTB diingatkan agar proaktif menyetorkan rekening karyawan untuk mendapatkan bantuan Rp 600 ribu per bulan dari pemerintah.
Enable Notifications.    Ok No thanks