alexametrics
Minggu, 9 Agustus 2020
Minggu, 9 Agustus 2020

BPJS Bantah Nunggak Enam Bulan

MATARAM-Badan Penyelenggara Jaminan Sosial (BPJS) Kesehatan Cabang Mataram membantah nunggak klaim rumah sakit hingga enam bulan. ”Tidak ada tunggakan sampai Juni,” tegas Kepala Cabang BPJS Kesehatan Mataram Sarman Palipadang dalam keterangan persnya, di Mataram, Kamis (16/1).

Ia menjelaskan, bagi RS yang rutin mengajukan klaim, hanya pembayaran November yang belum mereka terima. ”Ini saja yang belum terbayarkan,” jelasnya.

Tapi bagi yang tidak rutin mengajukan klaim ke BPJS, pembayarannya tersendat. Tiga RS belum dibayar klaimnya selama dua bulan. Satu RS belum dibayar selama tiga bulan. ”Salahnya bukan di BPJS, tapi karena mereka tidak mengajukan klaim tepat waktu,” jelasnya.

Sementara klaim pembayaran Desember sedang diproses karena pengajuan baru masuk Januari ini. ”Jadi kalau infonya kemarin Juni (belum terbayar), mohon maaf itu keliru,” tegasnya lagi.

Bulan ini, BPJS Kesehatan akan segera membayar klaim yang masuk. Makin cepat RS ajukan klaim akan lebih cepat pula dibayar. ”Sistemnya siapa dulan masuk itu yang kami bayar dulu,”katanya.

Meski demikian, dia tidak menyebut nilai klaim RS yang belum terbayar. ”Tidak etis kami sampaikan, rasanya gimana gitu ya?” katanya.

Tapi total dana dalam Rencana Kerja Anggaran (RKA) BPJS Kesehatan Cabang Mataram mencapai Rp 500 miliar. ”Itu untuk seluruh kegiatan,” jelasnya.

Pinjaman ke bank merupakan salah satu solusi yang ditawarkan pusat kepada RS BPJS alami defisit tahun lalu. Tidak hanya di NTB, hal sama diterapkan di seluruh Indonesia. ”Bank pun membantu advokasi RS,” katanya.

Kalau pun ada bunga dari pinjaman itu, BPJS bisa membantu membayar. Karena dalam Perpres Nomor  82 Tahun 2018 tentang Jaminan Kesehatan sudah diatur semuanya. Ketika BPJS telambat membayar klaim RS, mereka dikenakan denda 1 persen. ”Setelah kita hitung-hitung bunga bank bisa ditutupi denda itu,” ujarnya.

Sementara itu, Ketua Perhimpunan Rumah Sakit Indonesia (Persi) NTB H Lalu Herman Mahaputra mengatakan, dia sudah meminta kepada seluruh anggotanya menyampaikan keluhan bila ada masalah terkait kerja sama dengan BPJS. ”Tapi selama ini belum ada keluhan,” katanya.

               Menurutnya, BPJS punya komitmen kuat membayar klaim asalkan seluruh syarat administrasi dipenuhi. ”Kalau administrasi klaim lengkap, dalam 15 hari terbayar,” jelas dr Jek, sapaan akrabnya.

                Pinjaman ke bank menurutnya bukan berarti RS.akan bangkrut. ”Ini inovasi dari kepala rumah sakit agar operasional tetap berjalan,” katanya.

                Menurutnya, rumah sakit tidak akan rugi meminjam uang di bank. ”Berapa pun keterlambatan (pembayaran) nanti yang bayar BPJS,” katanya.

Terkait utang RS di pihak ketiga, dr Jek menjelaskan, hal itu bisa diatasi dengan membangun komunikasi yang baik dengan distributor obat.  ”RS dengan pihak ketiga bekerja sama saling menguntungkan,” katanya.

Selaku Dirut RSUD Kota Mataram, dia membangun komunikasi yang baik dengan penyedia obat-obatan. Dia memita kelonggaran waktu pembayaran sehingga terjadi saling pengertian. ”Mereka mau kok, tidak ada yang menekan-nekan,” katanya.

Tapi bila RS terus ditekan untuk membayar sementara dana belum ada, mereka juga tidak mau bekerja sama lagi. ”Kalau misalnya distributor obat ini menekan saya, out, tidak ada itu,” tegasnya.

Demikian juga dengan bank, mereka sangat terbuka dan mau meminjamkan uang. ”Karena sudah ada direktur jadi jaminan,” tandasnya. (ili/r5)

- advertisement mobile-

Berita Terbaru

Layangan Nyangkut Ganggu Jaringan Listrik Lombok

MATARAM-Akhir-akhir ini layang-layang kerap mengganggu aktivitas warga. Layangan putus banyak nyangkut di jaringan listrik PLN. Akibatnya listrik harus dipadamkan. ”PLN mencatat beberapa kali gangguan listrik yang disebabkan oleh layang layang,” kata Manager PLN UP3 Mataram Dony Noor Gustiarsyah, Jumat (7/8).

Tahun ini NTB Butuh Rp 8,3 Miliar Tangani Kekeringan

Seperti tahun-tahun sebelumnya, dana penanganan kekeringan tidak pernah sedikit. Tahun ini, BPBD NTB kembali mengusulkan dana hingga Rp 8,3 miliar lebih untuk atasi bencana kekeringan. ”Ini sedang kami usulkan mudahan dananya tersedia,” kata Plt Kepala Pelaksana BPBD NTB H Ahmadi, Jumat  (7/8).

Pemkab Loteng Persilakan Ibu Hamil Kerja Dari Rumah

          PRAYA-Bupati Loteng HM Suhaili FT mengeluarkan surat edaran (SE) terbaru terkait sistem kerja aparatur sipil negara (ASN). “Ini karena belum terkendalinya penyebaran covid-19,” ujar juru bicara gugus tugas Covid-19 Loteng HL Herdan, Kamis (6/8) lalu.

Bila Rinjani Tak Dirawat, Status Geopark Dunia Bisa Dicabut

Status Rinjani sebagai geopark dunia bisa dicopot Unesco bila tidak dijaga dengan baik. Karena itu, kekayaan alam di kawasan Rinjani harus tetap dilestarikan. ”Selain sebagai geopark dunia Rinjani juga merupakan cagar biosfer dunia, kita harus sungguh-sungguh mengelolanya,” kata Wakil Gubernur NTB Hj Sitti Rohmi Djalilah

RSUD NTB Kini Lebih Siaga, Cegah Jenazah Korona Diambil Paksa

Jemput paksa jenazah pasien covid-19 kerap terjadi akhir-akhir ini. Insiden itu membahayakan semua pihak. Beberapa upaya coba dilakukan pihak rumah sakit untuk mencegah kejadian serupa.

Target Emas, NTB Kirim Sembilan Petinju ke PON Papua

Bumi Gora meloloskan sembilan petinju ke PON Papua 2021. Salah satunya petinju putri Endang. Dia ditargetkan bisa menyumbangkan medali emas. ”Saya akan berusaha yang terbaik. Target pasti yang terbaik,” ujar Endang, Jumat (7/8) lalu.

Paling Sering Dibaca

Karyawan Swasta Gaji di Bawah 5 Juta Bakal Dapat Bansos Rp 600 Ribu

KONSUMSI masyarakat yang rendah membuat pemerintah memutar otak mencari solusi. Kepala Badan Kebijakan Fiskal (BKF) Kementerian Keuangan (Kemenkeu) Febrio Kacaribu menuturkan, pemerintah tengah memfinalisasi pemberian bansos bagi karyawan non PNS dan BUMN senilai Rp 600 ribu per bulan.

Perubahan Sosial di Era Pandemi

KEHADIRAN pandemi Coronavirus Disease 2019 (Covid-19) telah mengubah tatanan dunia dalam waktu singkat. Barangkali juga tidak ada yang pernah membayangkan bahwa pandemi ini akan menyebabkan derita kemanusiaan yang begitu mendalam. Bahkan dalam waktu yang tidak lama, pandemi ini telah menyebar secara cepat dalam skala luas dan menimbulkan banyak korban jiwa.

Peredaran Gelap Tramadol di Gomong Mataram, Lima Orang Ditangkap

Tim Satnarkoba Polresta Mataram menggerebek rumah pengedar obat-obatan daftar G di Gomong, Mataram, Rabu (5/8). Sebanyak lima orang ditangkap. ”Dua pembeli, satu perempuan sebagai  penyedia, dan dua penjual,” kata Kasatnarkoba Polresta Mataram AKP Elyas Ericson usai penggerebekan.

Idola Baru Wisatawan, Bukit Pal Jepang Terapkan Sistem Booking Online

Begitu dibuka, Bukit Pal Jepang Desa Sapit, Kecamatan Suela, jadi incaran wisatawan. Dalam sebulan, bukit dengan ketinggian 2.300 meter di atas permukaan laut itu sudah didaki 3.550 wisatawan. Ibarat tengah berpuasa, inilah waktunya berbuka, setelah selama pandemi Covid-19 menahan dahaga akan sepinya wisatawan.

TGB Dukung Mohan, Bang Zul Jagokan Selly di Mataram

Jika Bang Zul (panggilan akrab H Zulkieflimansyah) mendukung pasangan Hj Putu Selly Andayani-TGH Abdul Manan (paket Salaman). Maka tidak dengan TGB. Pria yang berkuasa selama 10 tahun di NTB itu memilih mendukung pasangan H Mohan Roliskana-TGH Mujibburahman (pasangan Harum).
Enable Notifications.    Ok No thanks