alexametrics
Minggu, 9 Agustus 2020
Minggu, 9 Agustus 2020

Capai Visi Perusahaan Kelas Dunia, Amman Mineral Evaluasi Karyawan

MATARAM-Amman Mineral akan mengevaluasi karyawannya. Selanjutnya akan ada karyawan yang diakhiri masa kontraknya dan ada yang dipertahankan. “Evaluasi tersebut merefleksikan komitmen dan investasi jangka panjang perusahaan terhadap Sumbawa Barat,” kata manajer Operasional Amman Mineral Wudi Raharjo.

Itu disampaikan manajemen Amman Mineral dalam rapat koordinasi (rakor) dengan pemerintah daerah dan DPRD mengenai rencana ketenagakerjaan perusahaan di Hotel Santika Mataram, Kamis (16/1). Rakor dihadiri bupati dan ketua DPRD Sumbawa Barat, ketua dan seluruh anggota Komisi I DPRD Sumbawa Barat, Kadisnakertrans NTB, Kadisnakertrans Sumbawa Barat, serta manajemen Amman Mineral.

Perusahaan yang mengoperasikan tambang Batu Hijau ini menyatakan komitmennya mencapai visi menjadi perusahaan kelas dunia. Salah satunya dengan mengevaluasi karyawan. Evaluasi mencakup tiga indikator utama, yaitu kinerja, perilaku, serta rekam medis. “Yang memiliki hasil evaluasi baik akan terus bekerja bersama kami. Sementara yang memiliki evaluasi kurang memuaskan akan kami akhiri kontraknya sesuai perjanjian,” jelas Wudi Raharjo.

Semua yang hadir dalam rakor ini menyatakan dapat memahami upaya perusahaan yang telah dijalankan sesuai regulasi yang berlaku, serta menunjukkan komitmen terhadap kemajuan daerah. “Kami merasa perlu mengingatkan pihak perusahaan agar memperhatikan pemenuhan persyaratan komposisi pekerja lokal asal KSB sebesar minimal 50 persen sebagaimana tertuang dalam Peraturan Bupati No. 9 Tahun 2010,” tegas Bupati Sumbawa Barat HW Musyafirin.

Rencananya hasil evaluasi yang telah berjalan beberapa bulan terakhir ini, akan diumumkan pekan depan. Jumlah karyawan yang tidak akan diperpanjang masa kontraknya sembilan persen dari total 3.237 karyawan. Sementara 36 persen di antaranya akan melanjutkan kerja bersama mitra bisnis.

Pasca perpanjangan dan pengakhiran masa kontrak ini, komposisi tenaga kerja di Amman Mineral Group terdiri dari 53 persen pekerja KSB, 21 persen pekerja NTB (non-KSB), dan 26 persen pekerja nasional.

Amman Mineral Group berkomitmen memenuhi semua hak-hak karyawan hingga akhir masa kontrak sesuai peraturan ketenagakerjaan yang berlaku di Indonesia. Wudi Raharjo menyampaikan, ke depan Amman Mineral akan terus menerapkan sistem evaluasi berkala dengan terus mengadakan program-program pengembangan keterampilan profesional berkelanjutan untuk seluruh karyawannya. (*/r1)

- advertisement mobile-

Berita Terbaru

Dewan Lombok Barat Minta Pekerja Hiburan Malam Jalni Rapid Test

Antisipasi penyebaran covid di tempat hiburan malam bisa lebih ketat. DPRD Lombok Barat (Lobar) mengusulkan para pekerja hiburan malam untuk dirapid test. ”Ini juga masuk bagian protokol kesehatan,” kata Ketua DPRD Lobar Hj Nur Hidayah, Jumat (7/8)

Fitch Ratings Indonesia Naikkan Peringkat Bank Bukopin Jadi AA-

Peringkat Nasional Jangka Panjang Bank Bukopin dinaikkan menjadi ‘AA-(idn)’ dari ‘BBB+(idn)’

Mata Air Lombok Utara Hanya Tersisa 77 Titik

Pemerintah KLU mencatat jumlah mata air potensial hanya tersisa 77 titik. Angka potensial itu terdeteksi sangat minim, dibandingkan total 238 mata air yang sebelumnya ada.

NTB Tuan Rumah Festival Ekonomi Syariah 2020

Provinsi NTB terpilih menjadi tuan rumah penyelenggaraan Indonesia Sharia Economic Festival (ISEF) atau Festival Ekonomi Syariah Indonesia ke-7 tahun 2020. ”Provinsi NTB sekaligus menjadi koordinator penyelenggaraan festival tahun ini,” kata Gubernur Bank Indonesia (BI) Perry Warjiyo dalam pembukaan ISEF 2020 secara virtual, Jumat (7/8).

Layangan Nyangkut Ganggu Jaringan Listrik Lombok

MATARAM-Akhir-akhir ini layang-layang kerap mengganggu aktivitas warga. Layangan putus banyak nyangkut di jaringan listrik PLN. Akibatnya listrik harus dipadamkan. ”PLN mencatat beberapa kali gangguan listrik yang disebabkan oleh layang layang,” kata Manager PLN UP3 Mataram Dony Noor Gustiarsyah, Jumat (7/8).

Tahun ini NTB Butuh Rp 8,3 Miliar Tangani Kekeringan

Seperti tahun-tahun sebelumnya, dana penanganan kekeringan tidak pernah sedikit. Tahun ini, BPBD NTB kembali mengusulkan dana hingga Rp 8,3 miliar lebih untuk atasi bencana kekeringan. ”Ini sedang kami usulkan mudahan dananya tersedia,” kata Plt Kepala Pelaksana BPBD NTB H Ahmadi, Jumat  (7/8).

Paling Sering Dibaca

Karyawan Swasta Gaji di Bawah 5 Juta Bakal Dapat Bansos Rp 600 Ribu

KONSUMSI masyarakat yang rendah membuat pemerintah memutar otak mencari solusi. Kepala Badan Kebijakan Fiskal (BKF) Kementerian Keuangan (Kemenkeu) Febrio Kacaribu menuturkan, pemerintah tengah memfinalisasi pemberian bansos bagi karyawan non PNS dan BUMN senilai Rp 600 ribu per bulan.

Perubahan Sosial di Era Pandemi

KEHADIRAN pandemi Coronavirus Disease 2019 (Covid-19) telah mengubah tatanan dunia dalam waktu singkat. Barangkali juga tidak ada yang pernah membayangkan bahwa pandemi ini akan menyebabkan derita kemanusiaan yang begitu mendalam. Bahkan dalam waktu yang tidak lama, pandemi ini telah menyebar secara cepat dalam skala luas dan menimbulkan banyak korban jiwa.

Peredaran Gelap Tramadol di Gomong Mataram, Lima Orang Ditangkap

Tim Satnarkoba Polresta Mataram menggerebek rumah pengedar obat-obatan daftar G di Gomong, Mataram, Rabu (5/8). Sebanyak lima orang ditangkap. ”Dua pembeli, satu perempuan sebagai  penyedia, dan dua penjual,” kata Kasatnarkoba Polresta Mataram AKP Elyas Ericson usai penggerebekan.

TGB Dukung Mohan, Bang Zul Jagokan Selly di Mataram

Jika Bang Zul (panggilan akrab H Zulkieflimansyah) mendukung pasangan Hj Putu Selly Andayani-TGH Abdul Manan (paket Salaman). Maka tidak dengan TGB. Pria yang berkuasa selama 10 tahun di NTB itu memilih mendukung pasangan H Mohan Roliskana-TGH Mujibburahman (pasangan Harum).

Idola Baru Wisatawan, Bukit Pal Jepang Terapkan Sistem Booking Online

Begitu dibuka, Bukit Pal Jepang Desa Sapit, Kecamatan Suela, jadi incaran wisatawan. Dalam sebulan, bukit dengan ketinggian 2.300 meter di atas permukaan laut itu sudah didaki 3.550 wisatawan. Ibarat tengah berpuasa, inilah waktunya berbuka, setelah selama pandemi Covid-19 menahan dahaga akan sepinya wisatawan.
Enable Notifications.    Ok No thanks