alexametrics
Jumat, 25 September 2020
Jumat, 25 September 2020

Pelaku Kekerasan di NTB Makin Sadis

Kasus kekerasan terhadap anak dan perempuan di NTB turun. Tapi, tingkat  kekejamannya semakin mengerikan. Mutilasi hingga pelecehan seksual orang tua pada anak kian marak.

———–

Tahun 2019, jumlah kasus kekerasan terhadap anak dan perempuan berkurang dibanding dua tahun sebelumnya. Itu menunjukkan ada perbaikan. Tapi dari sisi kualitas, tindak kekerasan justru semakin mengkhawatirkan.

”Kalau dulu kita tidak pernah ada kasus pemerkosaan bapak terhadap anaknya (inses), sekarang banyak ditemukan kasus begitu,” ungkap Kepala Dinas Pemberdayaan Perempuan, Perlindungan Anak, Pengendalian Pendudukan, dan Keluarga Berencana (DP3AP2KB) NTB Andi Pramaria.

Kemudian, kasus pembunuhan istri dengan cara dimutilasi beberapa kali ditemukan. Salah satunya di Sumbawa. Siti Aminah (44) seorang ibu rumah tangga dibunuh Muslim, suaminya sendiri dengan cara mutilasi, potongan tubuhnya dimasukkan ke dalam kulkas. ”Kedalaman kasus kekerasannya semakin membahayakan,” ungkap Andi.

Berbeda dengan kebanyakan kasus tahun-tahun sebelumnya, kekerasan dalam rumah tangga (KDRT) dan anak umumnya berupa pemukulan fisik. ”Itu bisa kita selesikan dengan mediasi,”ujarnya.

Dengan mediasi, kasus KDRT biasa cepat diselesaikan. Apalagi mereka masih saling mencintai, itu mudah didamaikan. ”Tapi kalau sudah pembunuhan dan pemerkosaan sulit,” katanya.

Seperti kasus di Kecamatan Langgudu, Kabupaten Bima. Seorang bapak memperkosa anak angkatnya. ”Yang begitu tidak bisa kita tolerir,” kata mantan Kadis Perindustrian NTB itu.

Andi menyebut, tahun 2019, delapan kasus KDRT dan empat kasus penelantaran anak diselesaikan dengan mediasi. Sementara lima kasus kekerasan seksual ditangani melalui pendekatan pendidikan, kesehatan dan terapi psikososial. ”Satu kasus TPPO kita pulangkan,” katanya.

Kedalaman tingkat kekerasan yang terjadi saat ini disebabkan banyak faktor, salah satunya kemajuan teknologi informasi. Melalui media sosial, warga tidak hanya mendapatkan informasi bagus, tetapi juga informasi negatif. ”Mereka mendapat semacam refrensi cara melakukan tindak kekerasan,” katanya.

Selain itu, belum tersedianya lembaga pengaduan di tingkat desa juga perlu dibenahi ke depan. ”Pendidikan orang tua dan masyarakat sangat minim tentang pengasuhan keluarga,” katanya.

Terkait sistem perlindungan, Andi menjelaskan, untuk menekan angka kekerasan pemerintah berupaya membangun sistem kelembagaan yang komprehensif. ”Juga penguatan peran keluarga dan masyarakat,” katanya.

Terpisah, Community Organizer Lembaga Perlindungan Anak dan Remaja (LPAR) Lombok Barat Baiq Zulhiatina menilai, perubahan pola kekerasan berkaitan erat dengan perkembangan teknologi. ”Informasi yang dia terima akan mempengaruhi perilaku orang tersebut,” katanya.

Orang yang memiliki kecenderungan berbuat kekerasan mendapat informasi baru terkait cara menyembunyikan perbuatannya. Salah satunya dengan memotong-motong tubuh korban.

Sayangnya, ketika kejahatan makin berkembang, kemampuan anak dan perempuan mempertahankan diri belum diperkuat. ”Kemampuan ini penting supaya mereka mampu mempertahankan diri dari tindak kekerasan,” katanya.

Minimal dia paham tindakan apa yang harus dilakukan ketika ada pihak yang berbuat jahat pada dirinya. ”Setelah bisa lari harus ada lembaga pengaduan tempat mereka berlindung,” katanya.

Dengan sistem pelayanan perlindungan yang baik, korban akan tahu ke mana mereka mengadu. ”Sistem perlindungan anak ini harus dimulai dari tingkat desa,” katanya.

Menurutnya, tindak kekerasan tidak hanya terjadi di luar rumah. Justru sekolah dan rumah kini kerap menjadi lokasi kekerasan terhadap anak. ”Ibarat bencana, kita harus punya sitem mitigasi kekerasan yang kuat,” ujar mantan Ketua Serikat Perempuan (SP) Mataram itu.

Masyarakat menurut Zulhiatina, belum bisa membedakan tindakan pendisiplinan dan kekerasan. ”Pendisiplinan itu tidak bertujuan menyakiti tapi penyadaran, sementara kekerasan itu menyakiti,” katanya.

Pemahaman yang baik tentang tindak kekerasan juga bagian dari mitigasi kekerasan. Sebab acap kali, kekerasan seperti bullying bermula dari olok-olokan orang tua pada anaknya sendiri. ”Mereka anggap bencanda tetapi memberi dampak pada psikis anak,” katanya.

LPAR sendiri membina empat kelompok perlindungan anak desa (KPAD) di Lombok Barat. Kelompok itu yang aktif memantau, mencatat dan mendampingi korban tindak kekerasan di desa. ”Beberapa kasus cepat tertangani karena peran aktif mereka di desa,” katanya.

Ia mencontohkan, kasus pernikahan usia anak di Kecamatan Kediri, Lombok Barat. ”Anak itu dibawa lari dan disetubuhi agar tidak bisa dipisah lagi sama orang tuanya,” katanya.

Kasus itu kemudian mereka proses dan sudah ditangani. Selain itu, kasus lain seperti pernikahan dini hungga human trafficking juga kerap mereka temui.

Ketua Divisi Hukum Lembaga Perlindungan Anak (LPA) NTB Joko Jumadi mengatakan, meningkatnya kualitas kekerasan ini tidak lepas dari gaya hidup masyarakat yang terus berubah-ubah. Bahkan, tren kekerasan di kalangan pelaku terus berkembang.

Bahkan, tak jarang bentuk kekerasan ini dipraktikkan langsung di depan khalayak. Misalkan saja, melalui postingan di beberapa media sosial. Sehingga, membuat siapa saja yang melihatnya merasa penasaran dan ingin untuk mencoba bahkan mempraktikkannya langsung.

“Ada tren ke arah sana, yang akhirnya membuat pelaku terinspirasi untuk melakukan kejahatan,” tuturnya.

Tingginya tingkat kekerasan dari segi kualitas dinilainya harus ditekan. Hal ini perlu dilakukan agar tidak ada lagi korban-korban.

“Inilah yang perlu kita gerakkan, lakukan himbauan hingga bagaimana pencegahan. Sehingga, kekerasan seperti ini bisa berkurang,” ujarnya. (ili/tea/r5)

- advertisement mobile-

Berita Terbaru

Penataan Kawasan Wisata Senggigi Dimulai

Penataan kawasan wisata Senggigi direalisasikan Dinas Pariwisata (Dispar) Lombok Barat (Lobar). Sayang, dari tujuh proyek dalam perencanaan, hanya lima yang bisa dieksekusi.

LPPOM MUI NTB Target Sertifikasi Halal 125 Usaha Rampung Tahun Ini

”Rinciannya, dari Dinas Perindustrian NTB dan pusat sebanyak 75 usaha, serta Dinas Koperasi Lombok Barat sebanyak 50 usaha,” katanya, kepada Lombok Post, Rabu (23/9/2020).

Solusi BDR Daring, Sekolah Diminta Maksimalkan Peran Guru BK

Jika terkendala akses dan jaringan internet, layanan dilaksanakan dengan pola guru kunjung atau home visit. ”Di sanalah mereka akan bertemu dengan siswa, orang tua, keluarga. Apa permasalahan yang dihadapi, kemudiann dibantu memecahkan masalah,” pungkas Sugeng.

Subsidi Kuota Internet, Daerah Blank Spot di NTB Pertanyakan Manfaat

”Kalau jangkauan towernya luas, tentu ini sangat menunjang sekaligus mendukung pemanfaatan kebijakan pusat,” tandasnya.

Anugerah Pewarta Astra 2020 Kembali Digelar

Astra mengajak setiap anak bangsa untuk menebar inspirasi dengan mengikuti Anugerah Pewarta Astra 2020. ”Di NTB sendiri kami membina warga Kelurahan Dasan Cermen yang merupakan wilayah Kampung Berseri Astra. Harapannya, masyarakat dapat menggambarkan dukungan Astra untuk mewujudkan masyarakat Indonesia yang lebih optimis demi kemajuan dan kesejahteraan bangsa,” ujar Gusti Ayu.

Pilwali Mataram, HARUM satu SALAM dua MUDA tiga BARU empat

Pengundian nomor Pasangan Calon (Paslon) Wali Kota Mataram dan Wakil Wali Kota Mataram berjalan di bawah protokol Pandemi Covid-19 dengan ketat, pukul 19.00 wita-selesai semalam.

Paling Sering Dibaca

Perubahan Sosial di Era Pandemi

KEHADIRAN pandemi Coronavirus Disease 2019 (Covid-19) telah mengubah tatanan dunia dalam waktu singkat. Barangkali juga tidak ada yang pernah membayangkan bahwa pandemi ini akan menyebabkan derita kemanusiaan yang begitu mendalam. Bahkan dalam waktu yang tidak lama, pandemi ini telah menyebar secara cepat dalam skala luas dan menimbulkan banyak korban jiwa.

Bantuan Uang Tunai untuk Warga Terdampak Korona Diperpanjang Sampai Desember

JAKARTA–Pemerintah memutuskan untuk memperpanjang pemberian bansos. Awalnya, bansos hanya diberikan tiga bulan dari April sampai Juni, namun akhirnya diperpanjang hingga Desember 2020. Sehingga, total...

Siswa SMP di Loteng Menikah, Kenal Lewat HP, Pacaran Cuma Empat Hari

Meski belum cukup umur, Suhaimi dan Nur Herawati telah resmi menjadi pasangan suami istri. Bagaimana kisahnya sampai mereka memutuskan menikah? Berikut ulasannya.

Perkembangan Bahasa Indonesia sebagai Pemersatu Bangsa

Kongres pemuda kedua pada 28 Oktober 1928 menyatakan pengakuan terhadap tumpah darah yang satu, tanah air indonesia; satu bangsa, bangsa Indonesia; dan menjunjung bahasa...

Tertular Korona di Luar Daerah, Bupati Lotim Sempat Drop

Bupati Lombok Timur HM Sukiman Azmy menjadi kepala daerah pertama di NTB yang positif terinfeksi Covid-19. Pemimpin Gumi Patuh Karya dua periode tersebut menjalani uji usap (swab) pada Senin (21/9) di RSUD dr Raden Soedjono Selong.
Enable Notifications    Ok No thanks