alexametrics
Selasa, 22 September 2020
Selasa, 22 September 2020

PT Tripat Gadaikan 8,4 Hektare Aset Lobar

MATARAM-PT Tripat  mengagunkan aset Pemkab Lombok Barat (Lobar) berupa tanah seluas 8,4 hektare. Proses agunan dikuasakan kepada PT Bliss yang mengelola Lombok City Center (LCC), di Desa Gerimax, Kecamatan Narmada.

Asisten Pidana Khusus (Aspidsus) Kejati NTB Ery Ariansyah Harahap mengatakan, hasil penyelidikan jajarannya menemukan jika aset tersebut diagunkan PT Tripat.

 ”Iya diagunkan. Ada dokumennya kita dapatkan, hak tanggungannya sudah ada,” kata Ery.

Tanah negara yang diagunkan, kata Ery, sudah jelas masuk kategori melawan hukum. Menurut Ery tidak ada ketentuan mengatur untuk memperbolehkan tanah milik negara diagunkan.

”Kalau dijual boleh, tapi kan dilelang, ada prosesnya. Tukar guling juga ada. Tapi, diagunkan itu kita belum temukan aturannya,” terang dia.

Ery menerangkan, tanah 8,4 hektare masuk dalam penyertaan modal Pemkab Lobar kepada PT Tripat. Proses penyerahan aset kepada PT Tripat, disebut Ery melalui mekanisme yang benar. Namun, PT Tripat menyalahgunakan pengelolaan aset ketika dalam penguasaannya.

PT Tripat diketahui memberi kuasa kepada PT Bliss untuk mengagunkan aset tersebut. Proses tersebut disertai dengan perjanjian. Salah satu poinnya adalah, jika tidak bisa menebus maka aset bisa berpindah tangan.

Ery membeberkan seperti apa perjanjian dalam agunan tersebut. Termasuk berapa nilai agunannya. Kata dia, nilai agunan mencapai Rp 95 miliar untuk tanah seluas 4,7 hektare. Angka tersebut diduga di mark up salah satu pihak.

”Kalau di mark up, pemkab tidak bisa menebus. Mereka dapat bangunan, dapat tanah juga. Perjanjiannya kan bisa selesai, kalau salah satu pihak bisa membayar senilai itu,” beber dia.

Lebih lanjut, langkah penyelidikan kejaksaan mengarah kepada nilai tanah dan proses agunan yang dilakukan PT Tripat. Ery menegaskan adanya perbuatan melawan hukum dalam proses tersebut. Tetapi, penyelidik juga ingin memastikan apakah terdapat kerugian keuangan negara di dalamnya.

”Perjanjian itu bisa jadi alat untuk mengambil aset. Kita fokus ke sana. Termasuk dengan nilai tanah itu,” tandas Ery.

Selama proses penyelidikan, jaksa diketahui telah memanggil sejumlah pihak. Salah satunya mantan Direktur PT Tripat.

Selain itu penyelidik juga mengklarifikasi Sekda Lobar H Mohammad Taufiq. Taufiq sudah dua kali datang ke kejaksaan.

Selain memberikan sejumlah dokumen, kedatangannya juga untuk menjalani klarifikasi kepada penyelidik. Taufiq mengatakan, materi klarifikasi masih seputar pengelolaan aset yang digunakan untuk pembangunan Lombok City Center (LCC), Desa Gerimax, Kecamatan Narmada, Lobar.

Kata Taufiq, penyelidikan jaksa terkait dengan masalah LCC dari 2010, 2013, hingga sekarang. Jaksa masih menelusuri bagaimana proses KSO antara PT Tripat dengan PT Blis group.

”Bagaimana prosesnya. Apa yang diketahui sekda. Itu yang ditanyakan,” terang dia.

Selain KSO, jaksa turut menelusuri penyerahan aset seluas 8,4 hektare milik Pemkab Lobar yang dikelola PT Tripat dan PT Blis untuk dibangun LCC. Taufiq mengatakan, ketika proses KSO, dia menjabat sebagai Asisten III Pemkab Lobar.

”Ditanyakan juga apa yang saya ketahui sebagai asisten III saat itu. Termasuk untuk posisi saat ini (Sekda, Red), (pertanyaan) seperti apa perkembangan kerjasama dengan PT Tripat dan PT Blis,” sebutnya.(dit/r2)

- advertisement mobile-

Berita Terbaru

Sejak Pandemi, Omzet Pedagang Pasar Tradisional Turun 40 persen

”Penurunan omzet juga diikuti penurunan kapasitas pedagang di pasar sebesar 40 persen,” katanya saat ditemui di ruang kerja, Senin (21/9/2020).

Manfaatkan Simulasi KBM Tatap Muka untuk Pembiasaan Pola Hidup Sehat

”Kita lihat mana yang belum pakai masker sekaligus kita kampanye 3M itu, bersama guru-guru yang lain,” jelas Winarna.

Menag Positif Korona, UIN Mataram Langsung Instruksikan Pegawai WFH

”Pegawai UIN Mataram semaksimal mungkin, agar bekerja dari rumah menyelesaikan tugas masing-masing,” tegas dia.

Tagih Piutang Rp 3 Miliar PT GNE Libatkan Kejaksaan

Sekitar Rp 3 miliar uang PT Gerbang NTB Emas (GNE) tercatat sebagai piutang. Sejumlah perusahaan masih berhutang pada perusahaan daerah milik Pemprov NTB ini. “Makanya kita akan menggunakan JPN (jaksa pengacara negara) untuk menagih,” kata Direktur PT GNE Samsul Hadi, Jumat (18/9).

VIDEO : Buron ke Kalimantan, Pulang, Saen Diringkus di Lingsar

Pelarian anggota komplotan pencurian dengan pemberatan berinisial SR alias Saen, berakhir. Pria 31 tahun, asal Dusun Bagek Nunggal, Desa Peteluan Indah, Lingsar, Lombok Barat, itu dibekuk setelah setahun buron. ”Pelaku pulang karena rindu keluarga,” kata Kapolsek Lingsar AKP Dewi Komalasari, Sabtu (19/9).

WCD, Warga Lobar Bebaskan Pantai Cemara dari Sampah

Ribuan orang di Lombok Barat (Lobar) memperingati World Cleanup Day (WCD), akhir pekan kemarin. Kegiatan ini dipusatkan di Pantai Cemara. ”Semuanya terlibat. OPD, kecamatan, desa, bahkan masyarakat juga ramai ikut,” kata Bupati Lobar H Fauzan Khalid, Sabtu (19/9).

Paling Sering Dibaca

Perubahan Sosial di Era Pandemi

KEHADIRAN pandemi Coronavirus Disease 2019 (Covid-19) telah mengubah tatanan dunia dalam waktu singkat. Barangkali juga tidak ada yang pernah membayangkan bahwa pandemi ini akan menyebabkan derita kemanusiaan yang begitu mendalam. Bahkan dalam waktu yang tidak lama, pandemi ini telah menyebar secara cepat dalam skala luas dan menimbulkan banyak korban jiwa.

Siswa SMP di Loteng Menikah, Kenal Lewat HP, Pacaran Cuma Empat Hari

Meski belum cukup umur, Suhaimi dan Nur Herawati telah resmi menjadi pasangan suami istri. Bagaimana kisahnya sampai mereka memutuskan menikah? Berikut ulasannya.

Bantuan Uang Tunai untuk Warga Terdampak Korona Diperpanjang Sampai Desember

JAKARTA–Pemerintah memutuskan untuk memperpanjang pemberian bansos. Awalnya, bansos hanya diberikan tiga bulan dari April sampai Juni, namun akhirnya diperpanjang hingga Desember 2020. Sehingga, total...

Dua Terduga Pengedar Ekstasi Tertangkap di Karang Kediri

Dua terduga pengedar ekstasi berinsial PAW alias Patrick, 28 tahun, dan AZP alias Agli, 25 tahun, dibekuk tim Satnarkoba Polresta Mataram, Kamis (17/9) malam. ”Kita tangkap mereka di Lingkungan Karang Kediri, Cakranegara,” kata Kasatnarkoba Polresta Mataram AKP Elyas Ericson, kemarin (18/9).

Perkembangan Bahasa Indonesia sebagai Pemersatu Bangsa

Kongres pemuda kedua pada 28 Oktober 1928 menyatakan pengakuan terhadap tumpah darah yang satu, tanah air indonesia; satu bangsa, bangsa Indonesia; dan menjunjung bahasa...
Enable Notifications    Ok No thanks