alexametrics
Jumat, 25 September 2020
Jumat, 25 September 2020

Sekeluarga Bisnis Narkoba

Kejahatan narkoba di lingkungan keluarga, seperti pusaran air, menarik keluarga terdekat ke dalamnya. Sang suami, yang lebih dulu terlibat dengan bisnis barang haram tersebut, tak jarang menjadikan istri sebagai kurir mereka.

== == ==

Nur, 35 tahun, hanya bisa tertunduk lesu di ruang Satresnarkoba Polres Bima Kota. Nur yang merupakan ibu rumah tangga, duduk tepat di belakang meja yang di atasnya terdapat tas selempang hitam putih, dua handphone, satu poket sabu seberat 0,34 gram, serta uang tunai Rp 6,4 juta.

Barang bukti tersebut didapati polisi saat mengamankan Nur, di Kelurahan Tanjung, Kecamatan Rasanae Barat, Kota Bima, awal Maret lalu. Anggota polisi yang menangkap pelaku berasal dari Satbrimobda Polda NTB.

Penangkapan Nur bermula dari laporan masyarakat. Tim Resmob yang dipimpin Bripka Ardibaron Bayuseno mengecek kebenaran informasi tersebut dengan melakukan pengintaian.

Setiba di TKP, tim mendapati orang yang dicurigai membawa dan memiliki barang haram jenis sabu. Kemudian petugas melakukan upaya penangkapan terhadap Nur. Setelah Nur, polisi meringkus suaminya, yakni Aco.

”Ketika digeledah, ditemukan satu poket sabu di dalam tas N (Nurjanah). Diduga pelaku ini mau mengedarkan sabu,” kata Kabidhumas Polda NTB AKBP Purnama.

Polisi menduga, aktivitas Nur berkaitan dengan perintah suaminya. Pelaku Nur diduga kuat disuruh suaminya untuk menjadi perantara. Ketika tertangkap, dia tengah menunggu pembeli di depan gang rumah.

Sebelum penangkapan Nur, polisi setidaknya telah meringkus jaringan yang menyeret seorang istri ke dalam kejahatan narkoba. Penangkapan pertama dilakukan terhadap Erna, oknum guru asal Kecamatan Narmada.

Erna tertangkap medio September 2018. Saat itu, polisi meringkus Erna bersama Sandi dan Riski, yang diduga sebagai kurir sabu. Tak lama setelah mengamankan tiga pelaku, polisi berhasil meringkus Rana, suami dari Erna.

Selain pelaku, polisi turut mengamankan lima poket sabu dengan berat total 1,5 gram; satu timbangan elektrik; perangkat alat hisap sabu; uang diduga hasil penjualan sabu sebanyak Rp 3,8 juta; dan tiga handphone.

Ketika kasus ini mencuat, Erna disangka turut terlibat dalam kejahatan narkoba. Tetapi, hasil pemeriksaan kepolisian hingga rangkaian persidangan, muncul fakta lain. Sabu yang ditemukan polisi rupanya milik dari Rana.

Dalam kesaksiannya –Erna masih menjalani sidang di Pengadilan Negeri Mataram- bisnis jual beli barang haram tersebut digawangi Rana. Erna bukannya tidak mengetahui hal tersebut. Berulangkali dia berusaha mencegah, namun posisinya sebagai istri membuat Erna tak berdaya.

Ketika polisi menggerebek kediamannya, pelaku memanfaatkan momentum itu. Dia secara kooperatif menunjukkan di mana suaminya menyimpan barang haram narkoba.

Erna dan Nur bukan satu-satunya istri yang dimanfaatkan suaminya sebagai kamuflase bisnis haram narkoba. Perempuan lain yang berstatus sebagai istri dari pengedar narkoba adalah Yani.

Yani ditangkap anggota Satresnarkoba Polres Mataram di Lingkungan Gapuk Utara, Kelurahan Dasan Agung, Kota Mataram, Oktober 2018. Ketika penggerebekan, suami Yani, Hanapi berusaha menghambat gerak polisi dengan mengunci pintu depan.

Setelah mendobrak pintu dan berada di dalam, petugas mendengar suara yang bersumber dari belakang rumah. Rupanya, pelaku berusaha kabur melalui pintu belakang. Mereka terlihat membawa satu tas ransel dan satu kardus.

”Kita berhasil amankan istrinya (Yani, Red). Suaminya (Hanapi) kabur,” kata Kapolres Mataram AKBP Saiful Alam saat pengungkapan kasus pasutri tersebut.

Polisi lalu menggeledah tas dan kardus yang hendak dibawa kabur pelaku. Alam mengatakan, tas yang sebelumnya dibawa Yani rupanya berisi narkotika jenis ganja sebanyak lima bal. Berat totalnya mencapai 5.930 gram.

Barang bukti serupa didapati polisi dari kardus yang awalnya dipegang suami Yani, Hanapi. Di kardus berwarna cokelat ini ditemukan 10 bal daun, batang, dan biji ganja kering dengan berat mencapai 14.472 gram.

Selain di tas dan kardus, petugas mendapatkan barang bukti ganja yang tidak dibungkus di dalam kabur. Barang haram tersebut ditaruh di dalam ember bayi berwarna biru. Beratnya 800 gram.

”Total ganja 21,2 kilogram,” terang kapolres.

Setelah tertangkap, Hanapi, 38 tahun membantah ganja sebanyak 21,2 kilogram merupakan miliknya. ”Saya tidak pernah main cimeng (ganja, Red),” tegas dia.

Hanapi memang mengakui bahwa dia masuk dalam lingkaran narkotika. Tetapi, bukan dengan ganja. Ayah satu anak ini mengaku hanya bersentuhan dengan narkotika jenis sabu.

Adapun ganja yang ditemukan polisi di rumahnya, merupakan milik Abah Acim. Nama Abah Acim, tak asing bagi Hanap. Pria yang sehari-hari membuka jasa bengkel di rumahnya ini mengaku, Abah Acim merupakan sahabatnya.

”Sahabat saya dari kecil itu,” terangnya.

Di hari penangkapannya, kata Hanapi, Acim membawa 21,2 kilogram ke rumahnya. Kepada Hanapi, Acim berkata menitipkan ganja tersebut untuk sementara waktu. Namun, ganja belum sempat diambil, tim Satresnarkoba Polres Mataram telah melakukan penggerebekan.

”Saya dijebak. Siangnya dia nitip, katanya sore mau ngambil. Tumben juga itu nitip ke saya, biasanya tidak pernah,” kata Hanapi.

Terkait dengan perempuan yang terlibat kejahatan, Aktivis Perempuan Nur Jannah pernah mengatana, dalam sejumlah kasus, mereka bisa disebut sebagai korban. Para istri dieksploitasi habis-habisan suaminya dan dilibatkan dalam aksi kejahatan narkotika.

”Kalau narkoba, kita sering dengar,” kata dia.

Menurut Nur Jannah, tentu ada yang melatarbelakangi keterlibatan Yani, Erna, dan Nur, dalam kejahatan tersebut. Apalagi jika melihat anggapan masyarakat kebanyakan, yang melihat perempuan sangat rentan di intimidasi, tidak bisa mengambil keputusan, hingga penundukan terhadap kaum lelaki.

Jika melihat kasus tersebut, para istri tidak punya kuasa untuk menolak. Terlebih ada ancaman yang dilakukan suaminya. (wahidi akbar sirinawa/r2)

- advertisement mobile-

Berita Terbaru

Catat, Kampanye Undang Massa Bisa Dipidana

Seluruh calon kepala daerah yang akan berlaga dalam Pilkada serentak di tujuh kabupaten/kota di NTB telah ditetapkan, kemarin (23/6). Hari ini, para calon kepala daerah tersebut akan melakukan pengundian nomor urut. Kampanye akan dimulai pada 26 September. Seluruh kandidat harus hati-hati berkampanye di masa pandemi. Sebab, mengundang massa dalam kampanye bisa dikenakan pidana.

Dua Sopir Bupati Lotim pun Positif Tertular Covid-19

PELACAKAN kontak erat Bupati Lombok Timur HM Sukiman Azmy yang positif terinfeksi Covid-19 masih terus dilakukan. Hingga kemarin, dari kontak erat yang telah menjalani uji usap atau swab, dua orang sopir Bupati Sukiman telah dipastikan positif Covid-19.

Dua Jempol untuk Penanggulangan Covid-19 Desa Bentek Lombok Utara

Desa Bentek meraih juara satu Kampung Sehat di Kecamatan Gangga, Lombok Utara. Berada di pintu masuk Kecamatan Gangga, desa ini memang dua jempol. Bidang kesehatannya oke. Bidang ekonominya mantap. Sementara bidang ketahanan pangannya juga menuai decak kagum. Pokoknya top!

Disdag Kota Mataram Gelar Pasar Rakyat, Warga Antusias

”Kami berterima kasih pada pihak Disdag karena kebutuhan rumah tangga bisa diakomodir sekaligus di sini dengan harga terjangkau,”  kara Nasrullah, lurah Pagutan Barat.

Dapodik Versi Terbaru Buat Bingung, Dikbud NTB Latih Operator Sekolah

Kami rancang untuk yang pulau Lombok dulu,” kata Kepala Seksi  GTK SMK Bidang Pembinaan Ketenagaan Dinas Dikbud NTB Mu'azam, Rabu (23/9/2020).

SMK di NTB Mulai Persiapan Ikuti LKS Tingkat Nasional

”Siswa yang ikut, sedang menjalani training center (TC),” kata Kepala SMKN 3 Mataram Ruju Rahmad, Rabu (23/9/2020).

Paling Sering Dibaca

Perubahan Sosial di Era Pandemi

KEHADIRAN pandemi Coronavirus Disease 2019 (Covid-19) telah mengubah tatanan dunia dalam waktu singkat. Barangkali juga tidak ada yang pernah membayangkan bahwa pandemi ini akan menyebabkan derita kemanusiaan yang begitu mendalam. Bahkan dalam waktu yang tidak lama, pandemi ini telah menyebar secara cepat dalam skala luas dan menimbulkan banyak korban jiwa.

Siswa SMP di Loteng Menikah, Kenal Lewat HP, Pacaran Cuma Empat Hari

Meski belum cukup umur, Suhaimi dan Nur Herawati telah resmi menjadi pasangan suami istri. Bagaimana kisahnya sampai mereka memutuskan menikah? Berikut ulasannya.

Bantuan Uang Tunai untuk Warga Terdampak Korona Diperpanjang Sampai Desember

JAKARTA–Pemerintah memutuskan untuk memperpanjang pemberian bansos. Awalnya, bansos hanya diberikan tiga bulan dari April sampai Juni, namun akhirnya diperpanjang hingga Desember 2020. Sehingga, total...

Perkembangan Bahasa Indonesia sebagai Pemersatu Bangsa

Kongres pemuda kedua pada 28 Oktober 1928 menyatakan pengakuan terhadap tumpah darah yang satu, tanah air indonesia; satu bangsa, bangsa Indonesia; dan menjunjung bahasa...

Sutradara Trish Pradana, Angkat Kisah Mohan ke Layar Lebar

Sutradara Trish Pradana tak henti melahirkan karya. Di tengah Pandemi Korona ini ia kembali ke balik layar menuntaskan film baru bertajuk "Mohan". Ini merupakan film yang diangkat dari kisah hidup Wakil Wali Kota Mataram H Mohan Roliskana sewaktu remaja.
Enable Notifications    Ok No thanks