alexametrics
Kamis, 1 Oktober 2020
Kamis, 1 Oktober 2020

Byarpet Bikin Mumet

Pemadaman bergilir membuat warga menderita. Aktivitas pelayanan hingga usaha terganggu. Protes terhadap Perusahaan Listrik Negara (PLN) tidak terbendung. Kini warga bergarap “bencana” pemadaman segera berakhir.   

——————

Sial betul nasib Didik Adhipurwa. Tiga ekor ikan koi kesayangannya mati karena pemadaman listrik beberapa waktu lalu. Pemadaman oleh PLN membuat aerator kolam ikan tidak berfungsi dan menyebabkan ikan koinya mati. Satu ikan berukuran 50 cm ditaksir seharga Rp 850 ribu, total semuanya sekitar Rp 2,5 juta.

Meski sudah mengikhlaskannya, namun warga Praya, Lombok Tengah itu menyesalkan kejadian tersebut. Sebagai penghobi koi tentu tidak ingin ikannya mati seperti itu, dia merasa sangat dirugikan. Secara teknis pemadaman mungkin tidak bisa dihindari. Tapi harusnya PLN punya cara agar tidak terjadi pemadaman terlalu lama. ”Mestinya ada satu unit mesin cadangan sehingga bila ada gangguan mesin utama PLN terhindar dari pemadaman berlarut,” katanya.

Tidak hanya Didik, beberapa rekannya di Lombok Tengah dan Lombok Timur mengalami hal yang sama. Terlapor ada lima sampai enam ekor ikan koi mereka mati.

Keluhan yang sama diungkapkan Suprayitno, pemilik Bazzar Koi Lombok-Sentral Koi. Pemadaman bergilir cukup merugikan pemelihara koi, khususnya yang tidak memiliki backup listrik seperti genset, UPS, dan Aerator ACDC.  ”Kalau pemadaman singkat tidak terlalu berpengaruh, namun kalau 2 – 6 jam sangat berisiko,” kata Suprayitno.

Dia sendiri sudah memiliki backup listrik menggunakan Accu 150A dan UPS 900VA, konsumsi listrik 80 watt tahan sampai 12 jam. Sementara untuk kolam kecil bisa pakai Aerator ACDC dengan harga Rp 200 ribu hingga Rp 700 ribu. Selama pemadaman listrik Aerator ACDC sangat laris dan ludes terjual.

Dia menyarankan, kepada para penghobi koi untuk menyediakan backup listrik supaya aman. Dengan pemadaman listrik tentu akan menambah biaya bagi para penghobi ikan koi. Besaran biaya tambahan tergantung perangkat yang digunakan. ”Kalau pakai genset lebih repot lagi,” katanya.

Hal senada diungkapkan Ketua Dewan Kehormatan PHRI NTB I Gusti Lanang Patra. Dia sangat menyayangkan adanya insiden seperti ini. Seharusnya, PLN sudah mengantisipasi adanya lonjakan kebutuhan listrik. Sebab, setiap tahun, penduduk akan terus bertambah.

“PLN selayaknya mengantisipasi, dengan tambah daya, misalnya untuk dua tahun ke depan,” ujarnya.

Kata dia, pemadaman akan berdampak pada tingkat hunian hotel. Tidak hanya pada penurunan jumlah, tetapi kesan pariwisata Lombok di mata wisatawan mancanegara yang sudah jauh-jauh hari berlibur ke Lombok. Padahal sektor perhotelan di Pulau Lombok, sedang berusaha pulih pascagempa tahun lalu.

Dampaknya bukan saja dirasakan hotel berbintang, tetapi hotel dengan skala kecil. Karena ada biaya lebih yang akan dikeluarkan. Seperti perawatan barang elektronik, pembelian bahan bakar untuk mengoperasikan jenset. Ditambah dengan adanya komplain dari tamu.

“Pelanggan kalau gak bayar iuran saja langsung putus kontak, lalu bagaimana dengan kondisi sekarang? PLN harus gerak cepat untuk mengatasi ini, jangan lama-lama,” tandasnya.

Selain itu, pemadaman bergilir juga cukup merepotkan bagi para pelamar CPNS, beberapa orang mengeluhkan kondisi itu ke Badan Kepegawaian Daerah (BKD) NTB. Pemadaman membuat mereka beberapa kali gagal melakukan registrasi. ”Kami sarankan mereka untuk daftar saat lampu menyala,”kata Sekretaris BKD NTB Yus Harudian Putra.

BKD berharap pemadaman listrik tidak mengganggu proses rekrutmen CPNS tahun ini. Terutama saat pelaksanaan CAT untuk kompetensi dasar dan kompetensi bidang. Kalau listrik mati saat tes, tentu akan sangat menggangu seleksi.

Pemadanan listrik kali ini akan berlangsung hingga akhir tahun. Penyebabnya, PLN tengah melakukan pemeliharaan sejumlah mesin pembangkit. Selain itu, terjadi peningkatan penggunaan daya cukup signifikan, sementara pasokan daya berkurang karena faktor alam dan pemeliharaan rutin.

Meski demikian, Kepala Ombudsman NTB H Adhar Hakim meminta PLN tidak latah. Pihaknya memahami kendala dan kesulitan yang dialami petugas PLN di lapangan. Namun kondisi itu tidak lantas menjadi alasan pembenar untuk mengurangi pelayanan kepada masyarkat. ”Kami akan terus memantau,” katanya.

Setelah bertemu manajemen PLN di kantornya, akhir pekan kemarin, Adhar mengaku banyak mendapat catatan terkait pemadaman yang terjadi saat ini. Mereka akan menindaklanjuti hasil pertemuan itu dalam waktu dekat. ”Kami harap kelistrikan di Lombok segera pulih,” ujarnya.

Terpisah, PT PLN (Persero) terus melakukan percepatan perbaikan gangguan dan juga pemeliharaan Pembangkit Listrik Tenaga Uap (PLTU) Jeranjang di Desa  Taman Ayu, Lombok Barat dan juga Pembangkit Listrik Tenaga Diesel (PLTD) untuk memenuhi kebutuhan daya listrik di Pulau Lombok.

Pemeliharaan Unit 1 PLTU Jeranjang, dari normal pekerjaan dilaksanakan 56 hari, akan dipercepat menjadi 45 hari. PLN akan mengerahkan seluruh sumber daya yang ada.

Selain itu, PLN juga fokus kepada percepatan pengoperasian Unit 2 PLTU Jeranjang kapasitas 25 Mega Watt (MW)dan PLTMG Lombok Peaker kapasitas 150 MW. Keduanya saat ini sedang masa uji coba.

Saat ini, satu pembangkit di PLTD Paokmotong telah kembali memperkuat sistem kelistrikan Lombok, setelah sebelumnya memasuki masa pemeliharaan. Pemeliharaan PLTD Ampenan juga diupayakan lebih dipercepat. PLTD Ampenan memiliki daya listrik sebesar 16 MW. Di samping itu, hujan yang turun mulai Selasa lalu diharapkan dapat meningkatkan debit air untuk Pembangkit Listrik Tenaga Mikro Hidro (PLTMH).

Pada saat normal, seluruh PLTMH dapat memasok daya hingga 8,5 MW. Saat ini hanya mampu memasok daya listrik sebesar 3,5 MW. Terdapat penurunan daya mampu sebesar 5 MW. Hal tersebut diakibatkan menurunnya debit air yang membuat PLTMH tidak beroperasi maksimal.

“Tim pemeliharaan terus bekerja di semua titik, mulai dari Jeranjang, Ampenan, Paokmotong dan Lombok Peaker supaya sistem Lombok dapat kembali normal,” jelas Manager  Komunikasi PLN Unit Induk Wilayah NTB, Taufiq Dwi Nurcahyo.

Saat ini sistem kelistrikan Lombok memiliki daya mampu sebesar 223 MW. Beroperasinya kembali PLTD Paokmotong akan menambah pasokan daya listrik 5 MW. Dengan demikian daya mampu listrik kelistrikan Lombok menjadi 228 MW. Dengan beban puncak mencapai 259 MW, maka defisit yang sebelumnya 36 MW berkurang menjadi 31 MW.

 “Kami mohon maaf sebesar-besarnya kepada masyarakat Pulau Lombok. Kami mohon doa dan dukungannya agar seluruh rangkaian proses dapat berjalan aman dan lancar,” tandas Taufiq. (ili/yun/r5)

- advertisement mobile-

Berita Terbaru

BioSolar Non Subsidi, Solusi Kebutuhan Masyarakat Sumbawa

”Supaya mempermudah pelanggan membedakan jenis produk BBM yang dibeli,” terang Unit Manager Communication Relation & CSR Pertamina MOR V Rustam Aji melalui rilis yang diterima Lombok Post, Rabu (30/9/2020).

Banyak Manfaat, Petani di Mataram Justru Enggan Terima Kartu Tani

”Ketika daftar, dia berada di titik lahan A dengan luas sekian. Namun, ketika kartu ini keluar, dia sudah mutasi nyewa lahan lain dengan luas berbeda,” jelasnya, Selasa (29/9/2020).

Bisnis Hidroponik, Bantu Perekonomian Warga Kota saat Pandemi

”Mereka bisa jual sendiri, atau bisa juga bermitra dengan kami. Soal pasar, kami yang carikan,” katanya kepada Lombok Post, Rabu (30/9/2020).

Dilantik Lusa, Kontribusi Pemuda Muhammadiyah Kota Mataram Dinanti

"Kita mengambil tema meneguhkan semangat kepemudaan untuk Kota Mataram maju dan religius," kata Ketua PDPM Kota Mataram Iskandar.

Dompu Zona Merah, Simulasi KBM Tatap Muka Dua Sekolah Distop

Rinciannya, SMAN 1 dan 2 Kilo, SMAN 1 dan 3 Pekat, SMAN 1 Kempo, SMKN 1 Manggalewa, SMKN 2 Dompu, dan SMAN 1 Hu’u. Namun, hanya simulasi di SMKN 2 Dompu dan SMAN 1 Hu’u yang dihentikan. ”Pertimbangannya, karena sekolah itu ada di wilayah kota dan dekat kota, sebagai pusat penyebaran Covid-19,” jelasnya.

Cegah Penyakit Jantung di Masa Pandemi

dr. Yusra Pintaningrum, SpJP(K),FIHA,FAPSC,FAsCC

Paling Sering Dibaca

Perubahan Sosial di Era Pandemi

KEHADIRAN pandemi Coronavirus Disease 2019 (Covid-19) telah mengubah tatanan dunia dalam waktu singkat. Barangkali juga tidak ada yang pernah membayangkan bahwa pandemi ini akan menyebabkan derita kemanusiaan yang begitu mendalam. Bahkan dalam waktu yang tidak lama, pandemi ini telah menyebar secara cepat dalam skala luas dan menimbulkan banyak korban jiwa.

Zona Hijau Korona di NTB Kian Berat

”Indikatornya lebih tajam lagi. Kemarin, yang dihitung hanya pasien positif (Covid-19) saja. Sekarang probable juga dihitung,” kata Kepala Dinas Kesehatan NTB dr Hj Nurhandini Eka Dewi, usai rapat evaluasi penanganan Covid-19, di kantor gubernur NTB, kemarin (28/9).

Bantuan Uang Tunai untuk Warga Terdampak Korona Diperpanjang Sampai Desember

JAKARTA–Pemerintah memutuskan untuk memperpanjang pemberian bansos. Awalnya, bansos hanya diberikan tiga bulan dari April sampai Juni, namun akhirnya diperpanjang hingga Desember 2020. Sehingga, total...

Perkembangan Bahasa Indonesia sebagai Pemersatu Bangsa

Kongres pemuda kedua pada 28 Oktober 1928 menyatakan pengakuan terhadap tumpah darah yang satu, tanah air indonesia; satu bangsa, bangsa Indonesia; dan menjunjung bahasa...

Bantuan Presiden, Pedagang Kaki Lima Bakal Diberi Rp 2,4 Juta

Kucuran bantuan pemerintah dalam rangka stimulus ekonomi di tengah pandemi Covid-19 semakin beragam. Kemarin (19/8) sore di halaman tengah Istana Merdeka bersama sejumlah pedagang kecil, Presiden Joko Widodo (Jokowi) memperkenalkan Bantuan Presiden (Banpres) Produktif.
Enable Notifications    Ok No thanks