alexametrics
Selasa, 11 Agustus 2020
Selasa, 11 Agustus 2020

NTB Ekspor Manggis dan Kopi ke China dan Korea

MATARAM-Manggis dan kopi NTB mulai menjamah pasar internasional. Manggis diekspor ke China sementara kopi dikirim ke Korea Selatan. ”Sekarang kita bisa ekspor barang dengan cap NTB,” kata Kepala Dinas Perdagangan NTB Hj Putu Selly Andayani, saat peluncuran ekspor perdana manggis dan kopi NTB, di kantor gubernur NTB, Selasa (17/12).

Peluncuran ekspor manggis dan kopi ini dilakukan langsung Gubernur NTB H Zulkieflimansyah didampingi Wagub Hj Sitti Rohmi Djalilah. ”Semoga lancar,” kata Zul, saat peluncuran ekspor perdana itu.

Manggis diekspor PT Bintang Agro Sentosa, jumlahnya 1.120 kg senilai Rp 44,4 juta. Kopi biji diekspor UD Berkah Alam sebanyak 10 ton kg, nilainya Rp 508,8 juta. Pengiriman dilakukan bertahap dengan target nilai ekspor hingga Rp 1 miliar.

Manggis dan kopi tersebut akan dikirim melalui Surabaya, namun produk tetap atas nama NTB. Dua komoditas itu telah mengantongi Surat Keterangan Asal (SKA). ”Surat itumembuktikan asal komoditas tersebut berasal,” jelas Selly.

                Kepala Balai Karantina Pertanian Kelas I Mataram drh Arinaung menjelaskan, Kementerian Pertanian (Kementan) mendorongpeningkatan ekspor komoditas pertanian. ”Diperlukan sinergi pemerintah, pengusaha, dan petani,” katanya.

Program Kementan sejalan dengan program NTB Gemilang, mewujudkan masyarakat NTB sejahtera dan mandiri. ”Di NTB semua pihak membuktikan sinergitas itu,” katanya.

Ekspor manggis ke China dimulai dengan registrasi kebun manggis oleh Dinas Pertanian dan Perkebunan NTB. ”Itu menjamin kebun manggis menerapkan Good Agriculture Procedur (GAP)dan Integrated Pest Management (IPM) secara berkesinambungan,” jelasnya.

Manggis yang diekspor ke China harus melalui pengemasan di rumah kemas. Itu untuk menjamin manggis aman dan layak dikonsumsi. ”Serta bebas pestisida, cemaran biologis, kimia dan logam berat,” terangnya.

Tidak kalah penting adalah pembuatan SKA oleh Dinas Perdagangan NTB. ”Walaudiekspor melalui Surabaya SKA menunjukkan kopi tersebut berasal dari Lombok,” katanya.

Balai Karantina Pertanian Kelas I Mataram sendiri berperan menerbitkan sertifikasi karantina kopi dan manggis. ”Sehingga layak diekspor,” katanya.

Ke depan pihaknya akan berupaya ekspor NTB langsung dari NTB, sehinggamemberikan nilai tambah bagi perekonomian NTB. ”Pada akhirnya ini bisa meningkatkan  kesejahteraan petani NTB,” harapnya. (ili/r4)

- advertisement mobile-

Berita Terbaru

Kapal Tenggelam di Tarakan, Satu Polisi Asal Lombok Tengah Meninggal

Kabar duka datang dari Ditpolairud Polda NTB. Satu anggotanya yang sedang bawah kendali operasi (BKO) di Ditpolairud Polda Kalimantan Utara (Kaltara) meninggal dunia.

Penjualan Mobil Toyota di NTB Masih Stagnan, Avanza Paling Diminati

”Dibanding saat kondisi normal, penjualan mobil baru pulih di angka 40-50 persennya saja. Kondisi ini bisa dibilang masih jauh dari situasi penjualan saat normal dulu,” kata Kepala Cabang Krida Toyota NTB Samsuri Prawiro Hakki, kepada Lombok Post, Senin (10/8/2020).

Data Kemiskinan NTB Belepotan, Verifikasi dan Validasi Sangat Lambat

Verifikasi dan validasi data kemiskinan atau data terpadu kesejahteraan sosial (DTSK) di NTB rupanya masih lambat. Hingga kemarin, baru lima daerah yang melaporkan hasil verifikasi dan validasi DTSK tersebut. Dari lima daerah itu, progres tiga daerah belum sampai 50 persen.

Kurikulum Darurat, Materi Belajar Siswa Dipangkas Hingga 70 Persen

LAMA DINANTI, Kurikulum darurat secara resmi telah diluncurkan oleh Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan (Kemendikbud). Pada kurikulum ini, banyak materi yang dipangkas bahkan lebih dari separo.

Lale Sileng, Figur Pemimpin Perempuan Kaya Pengalaman Birokrasi

Kenyang pengalaman di dunia birokrasi, Hj Lale Prayatni punya modal mumpuni untuk memimpin daerah. Urusan mengelola birokrasi, anggaran, hingga perencanaan dan pelaksanaan pembangunan, sudah lekat dengan kesehariannya. ”Sudah khatam saya soal itu,” kata Prayatni.

Harga Emas Naik, Aktivitas Pegadaian di Mataram Ikut Melonjak

Kondisi ini membuat jumlah penggadai yang mendatangi PT Pegadaian (Persero) terus bertambah. ”Dalam sehari, cabang atau unit besar yang ada di Mataram, biasa melayani lebih dari 50 orang nasabah. Kalau unit kecil sekitar 30-40 saja,” kata Suciati Triastuti, Asisten Manager Pegadaian Kota Mataram kepada Lombok Post, Senin (10/8/2020).

Paling Sering Dibaca

Karyawan Swasta Gaji di Bawah 5 Juta Bakal Dapat Bansos Rp 600 Ribu

KONSUMSI masyarakat yang rendah membuat pemerintah memutar otak mencari solusi. Kepala Badan Kebijakan Fiskal (BKF) Kementerian Keuangan (Kemenkeu) Febrio Kacaribu menuturkan, pemerintah tengah memfinalisasi pemberian bansos bagi karyawan non PNS dan BUMN senilai Rp 600 ribu per bulan.

Perubahan Sosial di Era Pandemi

KEHADIRAN pandemi Coronavirus Disease 2019 (Covid-19) telah mengubah tatanan dunia dalam waktu singkat. Barangkali juga tidak ada yang pernah membayangkan bahwa pandemi ini akan menyebabkan derita kemanusiaan yang begitu mendalam. Bahkan dalam waktu yang tidak lama, pandemi ini telah menyebar secara cepat dalam skala luas dan menimbulkan banyak korban jiwa.

Cucu Bupati Pertama Loteng Siap Mengabdi untuk Lombok Tengah

Menjadi satu-satu sosok perempuan, Hj Lale Prayatni percaya diri maju menjadi calon bupati Lombok Tengah. Birokrat perempuan ini ingin membawa perubahan bagi Lombok Tengah ke arah lebih baik. ”Saya terpanggil untuk mengabdi di kampung halaman saya,” kata Hj Lale Prayatni, Minggu (9/8).

Digerebek Polisi, Doyok dan Tutik Gagal Nyabu di Karang Bagu

Terduga pengedar sabu berinisial H alias Doyok ditangkap tim khusus (Timsus) Ditresnarkoba Polda NTB. Dia diringkus bersama seorang perempuan berinisial HT alias Tutik, Jumat sore (7/8) lalu.

Lale Sileng Pilih Yusuf Saleh Sebagai Wakil di Pilbup Loteng

Lale Prayatni memutuskan untuk menggandeng HM Yusuf Saleh. “Ya,” kata Lale singkat saat dihubungi, Minggu (9/8).
Enable Notifications.    Ok No thanks