alexametrics
Senin, 28 September 2020
Senin, 28 September 2020

Johan: Sebelum Ada Kasus, BPR “Sehat”

MATARAM-Tingginya angka kredit macet Bank Perkreditan Rakyat (BPR) sangat mengecewakan. Gubernur NTB H Zulkieflimansyah memberi sinyal akan merombak direksi di tubuh perusahaan daerah tersebut.

Gubernur menilai, pergantian manajemen tidak selalu menyelesaikan masalah. Terpenting akar masalahnya ditemukan. Bila akar persoalannya ada pada sumber daya manusia (SDM), maka kualitas SDM harus ditingkatkan. ”Kalau ternyata masalahnya harus diselesaikan dengan rekomposisi personel, bisa saja, tapi kita akan teliti pelan-pelan,” katanya usai apel NTB Gemilang di Lapangan Bumi Gora, kemarin (18/2).

Angka kredit macet punya batasan toleransi. Tinggi rendahnya kredit macet menunjukkan perusahaan itu sehat atau tidak. Bila Non Performing Loan (NPL) di bawah lima persen, perusahaan itu masih dianggap sehat. Tapi bila sudah di atas lima persen, itu menandakan perusahaan tersebut tidak sehat. ”Tapi bukan berarti (kredit macet) akhir dunia juga,” katanya.

Untuk menyelesaikan persoalan itu, gubernur berpikir sederhana. Bila kinerja perusahaan kurang baik, tinggal diperbaiki kinerjanya. Tapi untuk memperbaikinya tidak harus dengan cara membuat kegaduhan. Sebab BPR sama seperti perusahaan lainnya membutuhkan sentuhan agar bisa berlari kencang.

Evaluasi kinerja tidak hanya dilakukan pada BPR, tetapi juga semua BUMD. Baik yang sehat seperti Bank NTB maupun yang tidak sehat. Tujuannya agar kinerja BUMD di NTB lebih baik lagi.

Terpisah, Ketua Komisi III DPRD NTB H Johan Rosihan mengatakan, saat ini bukan waktu yang pas untuk menilai kinerja BPR. Karena BPR masih berstatus quo. Sejak kasus konsolidasi BPR bermasalah dan menyebabkan dua orang dijebloskan ke penjara, BPR belum bisa bekerja maksimal. ”Mereka tidak bekerja secara wajar saat ini,” katanya.

Menurutnya, sebelum ada kasus tersebut BPR merupakan lembaga keuangan yang sehat. Tebukti dari perbandingan penyertaan modal dan dividen yang diberikan ke daerah cukup bagus. Tahun lalu tidak bisa ditambah modalnya karena ada persoalan hukum. Karena itu, bagi Johan kinerja BPR masih bisa ditingkatkan dan akan bagus jika situasinya mendukung.

Politisi PKS itu menilai konsolidasi semua BPR menjadi PT BPR adalah satu-satunya solusi untuk menggenjot kinerja bank daerah tersebut. Karena itu, dewan meminta eksekutif segera mengajukan rancangan peraturan daerah (Raperda) tentang Konsolidasi PT BPR NTB. Tujuannya agar perusahaan tersebut bisa bekerja maksimal. ”Perusahaan itu sangat sehat sebelum ada kasus.”

Kehadiran BPR juga sangat strategis. Sebab merekalah yang bisa menyelamatkan warga dari jeratan rentenir atau bank subuh. Caranya dengan memberikan pinjaman lunak kepada pelaku usaha kecil. (ili/r7)

- advertisement mobile-

Berita Terbaru

Belum Terima Bantuan Kuota, Siswa Diminta Lapor ke Sekolah

Bantuan subsidi kuota internet 2020 dari Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan (Kemendikbud) resmi dikucurkan sejak Selasa (22/9). Kuota diberikan bertahap. Bila hingga batas waktu belum menerima, peserta didik dan pendidik dipersilahkan lapor.

Penataan Kawasan Wisata Senggigi Dimulai

Penataan kawasan wisata Senggigi direalisasikan Dinas Pariwisata (Dispar) Lombok Barat (Lobar). Sayang, dari tujuh proyek dalam perencanaan, hanya lima yang bisa dieksekusi.

LPPOM MUI NTB Target Sertifikasi Halal 125 Usaha Rampung Tahun Ini

”Rinciannya, dari Dinas Perindustrian NTB dan pusat sebanyak 75 usaha, serta Dinas Koperasi Lombok Barat sebanyak 50 usaha,” katanya, kepada Lombok Post, Rabu (23/9/2020).

Solusi BDR Daring, Sekolah Diminta Maksimalkan Peran Guru BK

Jika terkendala akses dan jaringan internet, layanan dilaksanakan dengan pola guru kunjung atau home visit. ”Di sanalah mereka akan bertemu dengan siswa, orang tua, keluarga. Apa permasalahan yang dihadapi, kemudiann dibantu memecahkan masalah,” pungkas Sugeng.

Subsidi Kuota Internet, Daerah Blank Spot di NTB Pertanyakan Manfaat

”Kalau jangkauan towernya luas, tentu ini sangat menunjang sekaligus mendukung pemanfaatan kebijakan pusat,” tandasnya.

Anugerah Pewarta Astra 2020 Kembali Digelar

Astra mengajak setiap anak bangsa untuk menebar inspirasi dengan mengikuti Anugerah Pewarta Astra 2020. ”Di NTB sendiri kami membina warga Kelurahan Dasan Cermen yang merupakan wilayah Kampung Berseri Astra. Harapannya, masyarakat dapat menggambarkan dukungan Astra untuk mewujudkan masyarakat Indonesia yang lebih optimis demi kemajuan dan kesejahteraan bangsa,” ujar Gusti Ayu.

Paling Sering Dibaca

Perubahan Sosial di Era Pandemi

KEHADIRAN pandemi Coronavirus Disease 2019 (Covid-19) telah mengubah tatanan dunia dalam waktu singkat. Barangkali juga tidak ada yang pernah membayangkan bahwa pandemi ini akan menyebabkan derita kemanusiaan yang begitu mendalam. Bahkan dalam waktu yang tidak lama, pandemi ini telah menyebar secara cepat dalam skala luas dan menimbulkan banyak korban jiwa.

Bantuan Uang Tunai untuk Warga Terdampak Korona Diperpanjang Sampai Desember

JAKARTA–Pemerintah memutuskan untuk memperpanjang pemberian bansos. Awalnya, bansos hanya diberikan tiga bulan dari April sampai Juni, namun akhirnya diperpanjang hingga Desember 2020. Sehingga, total...

Karyawan Swasta Gaji di Bawah 5 Juta Bakal Dapat Bansos Rp 600 Ribu

KONSUMSI masyarakat yang rendah membuat pemerintah memutar otak mencari solusi. Kepala Badan Kebijakan Fiskal (BKF) Kementerian Keuangan (Kemenkeu) Febrio Kacaribu menuturkan, pemerintah tengah memfinalisasi pemberian bansos bagi karyawan non PNS dan BUMN senilai Rp 600 ribu per bulan.

Kabar Baik, Pemerintah Izinkan Pengiriman TKI ke Luar Negeri

Pemerintah telah membuka peluang kerja bagi Pekerja Migran Indonesia (PMI) alias Tenaga Kerja Indonesia (TKI). Hanya saja, rekrutmen terbatas pada tenaga kerja terlatih sektor formal.

Tertular Korona di Luar Daerah, Bupati Lotim Sempat Drop

Bupati Lombok Timur HM Sukiman Azmy menjadi kepala daerah pertama di NTB yang positif terinfeksi Covid-19. Pemimpin Gumi Patuh Karya dua periode tersebut menjalani uji usap (swab) pada Senin (21/9) di RSUD dr Raden Soedjono Selong.
Enable Notifications    Ok No thanks