alexametrics
Rabu, 15 Juli 2020
Rabu, 15 Juli 2020

Akhirnya, 325 Lingkungan di Mataram Dapat Dana Pencegahan Korona

MATARAM- Sebanyak 325 lingkungan di Kota Mataram mendapat biaya Penanganan Covid-19 Berbasis Lingkungan (PCBL). “Ini kami lakukan guna mengoptimalkan program unggulan (PCBL) penanganan Covid-19 di Kota Mataram,” kata Wali Kota Mataram H Ahyar Abduh.

Kemarin, Ahyar menyerahkan langsung bantuan ini kepada perwakilan kepala lingkungan dari setiap kecamatan di Aula Pendopo setempat. Diungkapkan, penyerahan bantuan untuk menyamakan persepsi dan semangat untuk mencegah dan menangani penyebaran Covid-19 di tingkat lingkungan.

Dia meminta semua pihak untuk lebih giat mencegah penyebaran Covid-19. Mengingat,  saat ini masyarakat sudah mulai meremehkan bahaya Covid-19. “Kita harus tetap waspada. Protokol kesehatan jangan sampai kendor,” terang dia.

Ahyar juga meminta semua pihak yang terlibat untuk mendukung secara penuh program yang serupa dan memiliki semangat dalam memutus penyebaran Korona. Seperti program lomba kampung sehat yang diadakan Polda NTB.

Dia berharap program yang telah direncanakan Pemkot Mataram bisa berjalan dengan baik. Sehingga dapat memutus penyebaran Covid-19. Dengan demikian masyarakat dapat beraktivitas kembali dengan normal. “Kita ingin situasi bisa cepat normal. Masyarakat bisa kembali beraktivitas,” terang orang nomor satu di Kota Mataram ini.

Camat Sandubaya Saharudin mengatakan, setiap lingkungan akan mendapat bantuan Rp 2 juta. Bantuan ini nantinya akan dikelola masing-masing kepala lingkungan. Entah itu untuk pembelian penyemprotan disinfektan atau fasilitas lainnya guna mencegah penyebaran Korona. “Kaling (kepala lingkungan) yang akan mengelola dana ini,”  kata Sahar.

Di Kecamatan Sandubaya tercatat 45 lingkungan. Untuk bantuan ini akan diserahkan hari ini di Kantor Camat Sandubaya. Ia ingin lurah nantinya bisa mengawasi dari program PCBL. Jangan sampai apa yang menjadi program Pemkot Mataram tidak dijalankan dengan baik. “Kami ingin lurah bisa mengkotrol program PCBL. Ini harus ada pertanggungjawabannya,” ucapnya.

Selain itu lanjut Sahar, dia ingin para kaling dan lurah melakukan sosialisasi kepada warga terkait bahaya Korona. Karena sekarang ini warga sudah mulai acuh dengan Covid-19. Padahal kata dia, penyebaran virus terus meningkat di Kota Mataram. “Ini sangat bahaya bagi lanjut usia (lansia),” ungkap dia.

Oleh karena itu ia meminta kepada warga untuk selalu menggunakan masker jika keluar rumah. “Kalau tempat cuci tangan kita sudah siapkan di masing-masing lingkungan,” kata Sahar. (jay/r3)

- advertisement mobile-

Berita Terbaru

Lomba Kampung Sehat Bawa Berkah untuk Warga

Lomba kampung sehat di Lombok Tengah ternyata membawa keberkahan bagi warga. “Salah satunya, keberkahan perputaran ekonomi,” ujar Kapolsek Pringgarata AKP Suherdi, Senin (13/7).

Katanya Gak Boleh, Kok Ritel Modern di Lotim Makin Menjamur?

Dinas Penanaman Modal dan Pelayanan Terpadu Satu Pintu (DPMPTSP) Lotim memberikan lampu hijau bagi para investor yang hendak berinvestasi. Termasuk kehadiran ritel modern yang oleh beberapa pihak dianggap membunuh pedagang kecil. “Lotim ini zona hijau untuk berinvestasi,” kata  Kepala DPMPTSP Muksin pada Lombok Post, Senin (13/7).

Yuk.. Beli Sayur Segar di Embung Bengkel, Praya : Bisa Petik Sendiri!

Petani dan Pemerintah Kelurahan Leneng, Kecamatan Praya Lombok Tengah, mencoba meniru budi daya sayur di Sembalun, Lombok Timur. Berikut ulasannya.

Sempat Bebas Korona, Lombok Utara “Merah” Lagi

Sempat zero case (nol kasus) positif Covid-19, pertahanan KLU dalam melawan virus Korona jebol lagi. Dari rilis yang dikeluarkan gugus tugas tertanggal 13 Juli, ada dua pasien positif yang tengah dirawat, dan satu orang meninggal dunia.

Polemik di Tanjung Bias, BPN Sarankan Pemdes Senteluk Gugat ke PTUN

Polemik sempadan Pantai Tanjung Bias yang belakangan diketahui memiliki sertifikat lahan milik pribadi belum menemui titik terang. Permintaan pemerintah desa agar Badan Pertanahan Nasional (BPN) Lombok Barat (Lobar) membatalkan sertifikat lahan tersebut belum bisa terpenuhi.

Warga Lobar Boleh Ikuti Pemakaman Pasien Korona, Ini Syaratnya

Kasus pemulangan paksa jenazah pasien Covid-19 kian marak. Yang terbaru kasus warga Desa Mekarsari yang memulangkan paksa jenazah pasien Covid-19 di RSUD Kota Mataram.

Paling Sering Dibaca

Usai Pemakaman, Kades Sigerongan Lobar dan Lima Warga Lainnya Reaktif

Aktivitas di Kantor Desa Sigerongan lumpuh. Menyusul hasil rapid test kepala desa dan sejumlah warganya reaktif. Selama 14 hari ke depan, pelayanan di kantor desa ditiadakan sementara.

Ikuti Mataram, Lobar Berlakukan Jam Malam

erkembangan pandemi Covid-19 di Lombok Barat (Lobar) semakin mengkhawatirkan. Kasus positif yang mencapai 300 lebih, menjadi atensi penuh Polres Lobar dalam melakukan upaya pencegahan penularan.

Liburan di Sungai Dodokan Lobar, Bayar Rp 5 Ribu Wisata Sampai Puas

Orang kreatif bisa membuat peluangnya sendiri. Itulah yang dilakukan Siali, warga Desa Taman Ayu, Kecamatan Gerung. Ia membuat Sungai Dodokan jadi spot wisata baru di Lombok Barat (Lobar).

Tertangkap, Buron Pembunuh Polisi di Sumbawa Ditembak

Pelarian RH alias Bim terhenti pada Minggu pagi kemarin. Tersangka kasus penganiayaan yang menewaskan Uji Siswanto, Kanit Reskrim Polsek Utan tertangkap.

Korona NTB Masih Parah, Sekolah Hanya Bisa Dibuka di Kota Bima

Ketentuannya, kegiatan di sekolah pada tahun ajaran baru hanya diperbolehkan untuk daerah zona hijau. Karena itu, manakala ada pemerintah daerah yang nekat membuka sekolah non zona hijau. pemerintah pusat memastikan akan memberi sanksi.
Enable Notifications.    Ok No thanks