alexametrics
Jumat, 25 September 2020
Jumat, 25 September 2020

Selly gak Jadi Nyalon? Sisa Empat Hari Belum Daftar Ikut Penjaringan

MATARAM-Nama Hj Putu Selly Andayani, belum juga terkonfirmasi ikut seleksi penjaringan bakal calon Wali Kota dan Wakil Wali Kota Mataram oleh DPC  PDIP. Hingga Rabu (18/9) kemarin baik dari Selly atau timnya belum ada kabar mengambil formulir apalagi menyerahkan formulir.

Ketua Penjaringan DPC PDIP Kota Mataram I Gede Wiska mengatakan baru tiga nama yang mengambil formulir. Selain terkonfirmasi dari tiga nama itu tidak ada nama Selly, tiga nama lainnya juga belum mengebalikan formulir.

“Belum ada,” kata pria yang karib di sapa Dodek itu.

Padahal bila dihitung-hitung, waktu penjaringan semakin dekat dengan penutupan. Pendaftaran akan ditutup pada lusa, Sabtu 21 September 2019. Apakah Selly tidak jadi nyalon? Hal ini belum terkonfirmasi.

Hanya saja, Dodek mengatakan siapapun yang ingin menggunakan PDIP sebagai kendaraan politik wajib ikut penjaringan.  “Harus dong (mendaftar)” tegasnya.

Karena itu ia memprsilakan agar hal ini sebaiknya ditanyakan langsung pada Selly. DPC PDIP Kota Mataram secara teknis hanya bertugas membuka penjaringan sampai batas waktu yang ditentukan.

Namun Dodek menambahkan bila mengacu pada Peraturan Partai PDIP, bila sampai batas waktu ditentukan yang mendaftar kurang dari dua bakal calon wali kota dan wakil wali kota maka pendaftaran akan diperpanjang sampai 14 hari.

“Ini ada di peraturan partai nomor 24 tahun 2017,” ulasnya.

Artinya, bila tiga nama yang telah ambil formulir mengembalikan formulir ke DPC PDIP Kota Mataram sebelum batas waktu, maka Selly berpeluang terpental. Sebab pendaftaran akan ditutup dan tidak diperpanjang. Mengingat, syarat minimum telah dipenuhi.

Padahal Selly selama ini digadang-gadang berpeluang diusung sebagai bakal calon wali kota di Kota Mataram oleh PDIP. Mengingat Selly merupakan istri dari ketua DPD PDIP NTB H Rachmat Hidayat.

“Kalau soal itu, tanya ke beliau (Selly)” saran Dodek.

Sebelumnya Sekretaris DPD PDIP NTB HL Budi Suryata mengatakan tidak ada satupun kader atau simpatisan partai yang punya keistimewaan. Semua harus ikut tunduk dan patuh pada peraturan partai bila ingin diusung PDIP. Apapun kedudukannya baik itu sebagai kepala daerah, pimpinan partai, atau kerabat petinggi partai.

“Aturan dan petunjuk partai wajib diikuti,” kata Budi.

Bupati Kabupaten Sumbawa Barat HW Musyafirin, Bupati Sumbawa H Husni Djibril, dan siapapun yang tertarik ikut Pilkada Serentak 2020 harus ikut penjaringan calon. Budi mengatakan memang ada nama-nama yang punya privilage atau keistimewaan. Tetapi bukan berarti boleh melanggar ketentuan partai.

Termasuk dalam hal ini Hj Putu Selly Andayani salah satu figur yang diunggulkan untuk bertarung di Pilwali 2020. Ia harus mengundurkan diri dari jabatan ASN dan mendaftar pada partai.

“Tidak perlu dikerucutkan ke siapa, tetapi bila ia dari kalangan ASN ya harus mengundurkan diri dan mendaftar bila ingin dicalonkan,” tegasnya. (zad/r2)

- advertisement mobile-

Berita Terbaru

Anugerah Pewarta Astra 2020 Kembali Digelar

Astra mengajak setiap anak bangsa untuk menebar inspirasi dengan mengikuti Anugerah Pewarta Astra 2020. ”Di NTB sendiri kami membina warga Kelurahan Dasan Cermen yang merupakan wilayah Kampung Berseri Astra. Harapannya, masyarakat dapat menggambarkan dukungan Astra untuk mewujudkan masyarakat Indonesia yang lebih optimis demi kemajuan dan kesejahteraan bangsa,” ujar Gusti Ayu.

Pilwali Mataram, HARUM satu SALAM dua MUDA tiga BARU empat

Pengundian nomor Pasangan Calon (Paslon) Wali Kota Mataram dan Wakil Wali Kota Mataram berjalan di bawah protokol Pandemi Covid-19 dengan ketat, pukul 19.00 wita-selesai semalam.

Catat, Kampanye Undang Massa Bisa Dipidana

Seluruh calon kepala daerah yang akan berlaga dalam Pilkada serentak di tujuh kabupaten/kota di NTB telah ditetapkan, kemarin (23/6). Hari ini, para calon kepala daerah tersebut akan melakukan pengundian nomor urut. Kampanye akan dimulai pada 26 September. Seluruh kandidat harus hati-hati berkampanye di masa pandemi. Sebab, mengundang massa dalam kampanye bisa dikenakan pidana.

Dua Sopir Bupati Lotim pun Positif Tertular Covid-19

PELACAKAN kontak erat Bupati Lombok Timur HM Sukiman Azmy yang positif terinfeksi Covid-19 masih terus dilakukan. Hingga kemarin, dari kontak erat yang telah menjalani uji usap atau swab, dua orang sopir Bupati Sukiman telah dipastikan positif Covid-19.

Dua Jempol untuk Penanggulangan Covid-19 Desa Bentek Lombok Utara

Desa Bentek meraih juara satu Kampung Sehat di Kecamatan Gangga, Lombok Utara. Berada di pintu masuk Kecamatan Gangga, desa ini memang dua jempol. Bidang kesehatannya oke. Bidang ekonominya mantap. Sementara bidang ketahanan pangannya juga menuai decak kagum. Pokoknya top!

Disdag Kota Mataram Gelar Pasar Rakyat, Warga Antusias

”Kami berterima kasih pada pihak Disdag karena kebutuhan rumah tangga bisa diakomodir sekaligus di sini dengan harga terjangkau,”  kara Nasrullah, lurah Pagutan Barat.

Paling Sering Dibaca

Perubahan Sosial di Era Pandemi

KEHADIRAN pandemi Coronavirus Disease 2019 (Covid-19) telah mengubah tatanan dunia dalam waktu singkat. Barangkali juga tidak ada yang pernah membayangkan bahwa pandemi ini akan menyebabkan derita kemanusiaan yang begitu mendalam. Bahkan dalam waktu yang tidak lama, pandemi ini telah menyebar secara cepat dalam skala luas dan menimbulkan banyak korban jiwa.

Bantuan Uang Tunai untuk Warga Terdampak Korona Diperpanjang Sampai Desember

JAKARTA–Pemerintah memutuskan untuk memperpanjang pemberian bansos. Awalnya, bansos hanya diberikan tiga bulan dari April sampai Juni, namun akhirnya diperpanjang hingga Desember 2020. Sehingga, total...

Siswa SMP di Loteng Menikah, Kenal Lewat HP, Pacaran Cuma Empat Hari

Meski belum cukup umur, Suhaimi dan Nur Herawati telah resmi menjadi pasangan suami istri. Bagaimana kisahnya sampai mereka memutuskan menikah? Berikut ulasannya.

Perkembangan Bahasa Indonesia sebagai Pemersatu Bangsa

Kongres pemuda kedua pada 28 Oktober 1928 menyatakan pengakuan terhadap tumpah darah yang satu, tanah air indonesia; satu bangsa, bangsa Indonesia; dan menjunjung bahasa...

Tertular Korona di Luar Daerah, Bupati Lotim Sempat Drop

Bupati Lombok Timur HM Sukiman Azmy menjadi kepala daerah pertama di NTB yang positif terinfeksi Covid-19. Pemimpin Gumi Patuh Karya dua periode tersebut menjalani uji usap (swab) pada Senin (21/9) di RSUD dr Raden Soedjono Selong.
Enable Notifications    Ok No thanks