alexametrics
Sabtu, 19 September 2020
Sabtu, 19 September 2020

Timur Tengah Butuh Banyak Perawat

MATARAM-Kesempatan kerja di luar negeri bagi tenaga kesehatan kini terbuka lebar. Ini disosialisasikan Dinas Tenaga Kerja dan Transmigrasi (Disnakertrans) NTB bersama PT Timuraya Jaya Lestari (TJL), kemarin (18/9).

Demand-nya (permintaan) banyak (untuk tenaga kesehatan). Untuk Timur Tengah saja yang dibutuhkan dari kita sekitar 2.000 orang,” kata Direktur PT TJL Ahmad Faisal usai membuka sosialisasi rekrut tenaga kerja perawat ke luar negeri di salah satu hotel di Mataram, kemarin.

PT TJL sendiri dipercaya merekrut tenaga kerja untuk penempatan Arab Saudi dan Kuwait. Salah satunya untuk kebutuhan tenaga kesehatan di Rumah Sakit Sulaiman Al Habib di Arab Saudi.

Faisal menjelaskan, sosialisasi ini merupakan yang pertama dilaksanakan di Lombok. Sebelumnya, mereka sudah memberikan sosialisasi sekaligus training di Jawa Timur dan beberapa daerah di Indonesia.

Lebih dari 100 orang hadir mengikuti sosialisasi ini. Mereka merupakan lulusan sekolah kesehatan di NTB. Seperti Stikes Mataram, Poltekkes Mataram, Stikes Yarsi, dan Universitas NW. Mereka sangat antusias dan sangat berminat untuk bekerja di luar negeri.

Kegiatan ini juga dihadiri Kepala Disnakertrans NTB Agus Patria, Kepala Bidang Penempatan dan Perluasan Kerja Disnakertrans NTB, serta perwakilan dari BP3TKI NTB dan sejumlah instansi terkait.

Setelah mengikuti sosialisasi, mereka yang berminat bisa mendaftar untuk mengikuti training yang diberikan secara gratis. Training dilaksanakan PT TJL bersama Disnakertrans NTB dengan menghadirkan narasumber-narasumber yang berkompeten di bidang ketenagakerjaan. Di antaranya dari Balai Pelayanan Penempatan dan Perlindungan Tenaga Kerja Indonesia (BP3TKI), Stikes Mataram, Disnakertrans, dan PT TJL sendiri.

Materi yang diberikan antara lain kebijakan pemerintah pusat terkait bekerja di luar negeri, kiat bekerja migran sebagai perawat kesehatan, serta job order dan rekrutmen pekerja migran perawat kesehatan.

“Saat training, kami akan berikan keterangan seterang-terangnya, secara aspek hukum maupun kontrak, dan  kewajiban sejelas-jelasnya,” kata Faisal.

Dari training sekitar 10 hari itu, diharapkan calon tenaga kerja lebih siap. Baik mengenai kemampuan dirinya dan apa yang akan dikerjakan di lokasi penempatan. “Saat training kami juga lakukan interview. Kalau sudah diterima tinggal mengikuti rule aja,” katanya.

Sebelumnya Kepala Disnakertrans NTB Agus Patria mengatakan, salah satu masalah di daerah adalah terbatasnya lapangan kerja bagi tenaga kesehatan. Jumlah rumah sakit yang ada, tidak sebanding dengan jumlah lulusan sekolah-sekolah kesehatan. Sehingga hanya sebagian kecil yang bisa bekerja sesuai ilmunya.

“Sekarang ada beberapa negara yang menawarkan (lapangan kerja). Seperti yang dibawa oleh PT TJL untuk penempatan di Arab Saudi dan Kuwait,” kata Agus.

Terkait kesempatan dan peluang bekerja di luar negeri, Agus meminta para peserta sosialisasi yang berminat untuk berangkat melalui perusahaan yang resmi, seperti PT TJL. Dengan begitu, pemerintah bisa memberikan perlindungan kepada tenaga kerja.  “Mereka (perusahaan) kita awasi. Setiap pemberangkatan kita juga ikut melihat bagaimana perjanjian kerjanya,” kata Agus. (jm/r1/adv)

- advertisement mobile-

Berita Terbaru

Siswa SMP di Loteng Menikah, Kenal Lewat HP, Pacaran Cuma Empat Hari

Meski belum cukup umur, Suhaimi dan Nur Herawati telah resmi menjadi pasangan suami istri. Bagaimana kisahnya sampai mereka memutuskan menikah? Berikut ulasannya.

Proyek Pasar ACC Ampenan Terancam Molor

Pengerjaan konstruksi fisik Pasar ACC Ampenan masih dalam proses sanggah. Belajar dari pengalaman tahun lalu, Dinas Perdagangan (Disdag) Kota Mataram tidak ingin gegabah mengerjakan proyek yang anggarannya dari Kementerian Perdagangan itu. “Kita tidak ingin kejadian seperti  tahun lalu di Pasar Cakarenagara. Molor,” kata Kepala Disdag Kota Mataram H Amran M Amin, kemarin (18/9).

Saat Pandemi, Anak 14 Tahun di Mataram Nikah Dini

Fenomena pernikahan usia anak masih terjadi di Kota Mataram. Seperti yang terjadi di Kelurahan Karang Baru pekan lalu. AA, perempuan usia 14 tahun juga memilih menikah dengan IW, 20 tahun warga kelurahan Selagalas. Keduanya enggan dipisahkan dengan alasan cinta.

Kasus Korona di Mataram Kembali Meningkat

Tren kasus Covid-19 dalam sepekan terakhir mengalami peningkatan. Terjadi penambahan kasus tiap hari. “Biasanya kasus baru positif satu, dua. Tapi tadi malam sepuluh orang yang positif,” kata Juru Bicara Gugus Tugas Penanganan Covid-19 Kota Mataram I Nyoman Suwandiasa, kemarin (17/9).

TGB Minta Kasus Penusukan Syaikh Ali Jaber Diusut Tuntas

Mantan Gubernur NTB yang juga ulama TGB M Zainul Majdi menyinggung kasus penusukan terhadap salah satu ulama nasional Syaikh Ali Jaber. Menurutnya, di balik kasus penusukan ini, ada upaya untuk memecah belah umat dan bangsa Indonesia.

Kampung Sehat NTB Jadi Energi Baru Penanganan Covid-19

Program Kampung Sehat yang diinisiasi Polda NTB mendapat sambutan hangat dari masyarakat dan telah memberi dampak nyata pada upaya memutus mata rantai penyebaran Covid-19. Wakil Gubernur NTB Hj Sitti Rohmi Djalilah pun tak sungkan memberikan apresiasi yang tinggi pada Polda NTB atas program inovatif ini.

Paling Sering Dibaca

Perubahan Sosial di Era Pandemi

KEHADIRAN pandemi Coronavirus Disease 2019 (Covid-19) telah mengubah tatanan dunia dalam waktu singkat. Barangkali juga tidak ada yang pernah membayangkan bahwa pandemi ini akan menyebabkan derita kemanusiaan yang begitu mendalam. Bahkan dalam waktu yang tidak lama, pandemi ini telah menyebar secara cepat dalam skala luas dan menimbulkan banyak korban jiwa.

Di Tengah Pandemi Korona, Dua Murid SMP di Lombok Tengah Menikah

Saat sekolah tak kunjung dibuka karena Pandemi Korona dua pelajar SMP di Lombok Tengah memilih untuk melangsungkan pernikahan Sabtu (12/9) lalu. Mereka adalah Suhaimi, kelas 2 SMP asal  Desa Pengenjek, Kecamatan Pringgarata menikahi Nur Herawati, kelas 1 SMP.

Bantuan Uang Tunai untuk Warga Terdampak Korona Diperpanjang Sampai Desember

JAKARTA–Pemerintah memutuskan untuk memperpanjang pemberian bansos. Awalnya, bansos hanya diberikan tiga bulan dari April sampai Juni, namun akhirnya diperpanjang hingga Desember 2020. Sehingga, total...

Pemda di NTB Wajib Daftarkan Honorer Ikut BPJS Ketenagakerjaan

"Seluruh tenaga kerja di NTB, baik yang ada di lingkungan pemerintah atau pun swasta, baik sektor formal maupun informal wajib mendapatkan jaminan sosial ketenagakerjaan," tegas Wisma.

Hari Pertama Razia Masker di NTB, Pemda Kumpulkan Denda Rp 9,1 Juta

Sebanyak 170 orang tidak menggunakan masker terjaring razia di hari pertama penerapan sanksi denda bagi pelanggar protokol kesehatan di seluruh NTB, kemarin (14/9). Dari para pelanggar di semua titik operasi ini, Badan Pendapatan Daerah NTB pun mengumpulkan uang sebesar Rp 9,1 juta.
Enable Notifications    Ok No thanks