alexametrics
Selasa, 22 September 2020
Selasa, 22 September 2020

Uang Suap Mengalir dari Singapura

MATARAM—Agenda sidang perkara dugaan suap penyalahgunaan izin tinggal warga negara asing (WNA) sudah sampai pada pemeriksaan terdakwa, Liliana Hidayat. Direktur PT Wisata Bahagia Indonesia (WBI) itu membeberkan proses hingga terjadinya suap di depan majelis hakim, kemarin (18/9).

Liliana membongkar proses hingga terjadinya suap. Liliana mengaku, persoalan itu muncul karena ditangkapnya dua WNA Manikam Katherasan dan Geoffrey William Bower di Hotel Whyndam Sundancer, 1 April lalu.

Keesokan harinya, Liliana diperiksa di Kantor Imigrasi Kelas IA Mataram bersama dua WNA tersebut. Dari terjeratnya dua WNA  itu, Liliana berkonsultasi dengan  penasihat hukum, Ainudin.

Saat itu Ainudin memperdengarkan rekaman percakapannya bersama petugas Imigrasi Rachmat Gunawan. Pada rekaman itu disebutkan nilai uang yang diajukan. ”Saya didengarkan rekaman. Ainudin bilang berapa yang diajukan. Lalu Rachmat menjawab, ajukan saja sesuai dendanya. Kan dendanya Rp 500 juta,” kata Liliana menceritakan isi rekaman Ainudin.

Dua WNA itu mengungkapkan perasaan kurang nyamannya kepada Ainudin. Dari situ, Manikam sedikit marah dan meminta Liliana untuk memutuskan hubungan pendampingan hukum. “Saya bayarkan fee pembayaran pendampingan hukum  Rp 20 juta,” ucapnya.

Dia kemudian memanfaatkan jaringan dari H Dar dan Karoops Polda NTB untuk bertemu dengan Kakanim Kurniadie. Dia berbincang sebentar dengan Kurniadie. ”Dia meminta bantuan untuk tidak memproses hukum. Lebih baik di deportasi saja,” jelasnya.

Tetapi, Kurniadie memintanya bertemu Yusriansyah selaku Kasi Inteldakim. ”Saya diminta ketemu Yusri untuk meminta arahan,” bebernya.

Pada saat bertemu Yusri, Liliana dan dua WNA diperintahkan untuk kooperatif. Yusri langsung menerangkan telah memiliki bukti-bukti. ”Dari situ muncul penyelesaian kasus melalui jalur non hukum,” ucapnya.

Penyerahan uang suap itu dilakukan bertahap. Tahap pertama diserahkan Rp 725 juta. Yang kedua diserahkan Rp 437 juta. ”Semua uang itu diletakkan di tong sampah,” bebernya.

Liliana mengungkapkan beberapa alasan sehingga dirinya melakukan penyuapan kasus. Tekanan dari bosnya Dwayne Lee Hill selaku pemilik saham asli PT WBI. Tekanan juga datang dari pihak Imigrasi Mataram. “Imigrasi kerap membicarakan saya akan segera dijadikan tersangka,” kata dia.

Liliana juga kecewa dengan Duayne. Sebelumnya, Liliana meminta bosnya untuk tidak mendatangkan Manikam dan Geoffrey ke Lombok sebelum Kartu Izin Tinggal Terbatas (KITAS). Tetapi, bosnya tetap ngotot.

“Dari awal saya sampaikan sebaiknya kedatangan dua WNA ini menunggu dulu sampai punya Kitas. Tapi kesannya Dwayne seperti cuci tangan tidak memberi dukungan setelah adanya kasus ini,” paparnya.

Jaksa Penuntut Umum KPK Taufiq Ibnugroho membedah sumber uang suap. Liliana mengaku, dirinya tidak mengeluarkan modal. Keseluruhan uang berasal dari Dwayne Lee Hill.

PT WBI juga memiliki anak perusahaan bernama T-Ierra. Perusahaan itu berada di Singapura dan  Manikam Katherasan menjadi General Manajer. ”Sehinnga bos saya memintanya untuk menyelesaikan kasus ini,” kata Liliana

Liliana mendapatkan transfer uang ke rekening multi mata uang Bank OCBC-NISP milik PT WBI, pada 22 Mei. Khusus dipakai untuk membayar suap ke Imigrasi Mataram.

“Pada 22 Mei ada uang masuk sebesar 107.500 US Dollar dari T-ierra. Uang ini dipindah bukukan ke rekening PT WBI. Coba Saudari terdakwa jelaskan,” tanya Taufiq kepada Liliana.

“Iya benar ada uang untuk PT WBI. Pada tanggal 24 diambil Rp725 juta. Yang itu sumbernya dari rekening PT WBI,” jawab Liliana.

Sebelumnya, pada 8 Mei masuk juga kiriman 71.000 dollar Singapura. Uang itu kemudian ditarik sebesar Rp 497,5 juta. Rp 473 juta diantaranya disetorkan sebagai suap ke Imigrasi Mataram. Liliana mengaku uang itu awalnya sebagai operasional bulanan PT WBI.

“Kalau dirunut, Dwayne orang nomor satu, Manikam orang nomor dua, baru saya dari PT WBI. Saya taunya T-ierra itu yang memasarkan properti PT WBI berupa hotel Wyndham Sundancer,” beber Liliana.

Penasihat hukum Liliana, Maruli Rajaguguk menyatakan tidak akan mengajukan saksi meringankan dalam perkara itu. Majelis hakim kemudian menyatakan sidang ditunda sampai Rabu pekan depan dengan agenda tuntutan. (arl/r2)

- advertisement mobile-

Berita Terbaru

Tagih Piutang Rp 3 Miliar PT GNE Libatkan Kejaksaan

Sekitar Rp 3 miliar uang PT Gerbang NTB Emas (GNE) tercatat sebagai piutang. Sejumlah perusahaan masih berhutang pada perusahaan daerah milik Pemprov NTB ini. “Makanya kita akan menggunakan JPN (jaksa pengacara negara) untuk menagih,” kata Direktur PT GNE Samsul Hadi, Jumat (18/9).

VIDEO : Buron ke Kalimantan, Pulang, Saen Diringkus di Lingsar

Pelarian anggota komplotan pencurian dengan pemberatan berinisial SR alias Saen, berakhir. Pria 31 tahun, asal Dusun Bagek Nunggal, Desa Peteluan Indah, Lingsar, Lombok Barat, itu dibekuk setelah setahun buron. ”Pelaku pulang karena rindu keluarga,” kata Kapolsek Lingsar AKP Dewi Komalasari, Sabtu (19/9).

WCD, Warga Lobar Bebaskan Pantai Cemara dari Sampah

Ribuan orang di Lombok Barat (Lobar) memperingati World Cleanup Day (WCD), akhir pekan kemarin. Kegiatan ini dipusatkan di Pantai Cemara. ”Semuanya terlibat. OPD, kecamatan, desa, bahkan masyarakat juga ramai ikut,” kata Bupati Lobar H Fauzan Khalid, Sabtu (19/9).

Bawaslu Dorong Pendaftaran Sengketa Online

Penetapan pasangan calon Pilkada 2020 akan dilakukan pada lusa mendatang (23/9) di Kantor KPU masing-masing daerah. Bawaslu kini mulai mempersiapkan diri menghadapi sengketa pencalonan. Sebab diperkirakan, bapaslon yang dinyatakan tidak memenuhi syarat akan membawa kekecewaannya ke Bawaslu.

Ada Apa dengan Pulau-pulau Kecil?

SAYA diundang oleh Ketua LPPM Unram, Dr. Muhammad Ali dalam diskusi untuk merevisi Rencana Induk Penelitian Universitas Mataram lima tahun ke depan. Salah satu bagian yang cukup alot diskusinya adalah ketika mendiskusikan fokus penelitian di Unram. Mengapa harus ada fokus?

Penyuntikan Vaksin Korona Untuk Warga Dimulai Januari 2021

Pemerintah telah bekerja sama dengan Uni Emirat Arab dan mendapatkan vaksin untuk Covid-19 sebanyak 20 juta dosis. Rencananya, vaksin mulai didistribusikan pada Desember.

Paling Sering Dibaca

Perubahan Sosial di Era Pandemi

KEHADIRAN pandemi Coronavirus Disease 2019 (Covid-19) telah mengubah tatanan dunia dalam waktu singkat. Barangkali juga tidak ada yang pernah membayangkan bahwa pandemi ini akan menyebabkan derita kemanusiaan yang begitu mendalam. Bahkan dalam waktu yang tidak lama, pandemi ini telah menyebar secara cepat dalam skala luas dan menimbulkan banyak korban jiwa.

Siswa SMP di Loteng Menikah, Kenal Lewat HP, Pacaran Cuma Empat Hari

Meski belum cukup umur, Suhaimi dan Nur Herawati telah resmi menjadi pasangan suami istri. Bagaimana kisahnya sampai mereka memutuskan menikah? Berikut ulasannya.

Bantuan Uang Tunai untuk Warga Terdampak Korona Diperpanjang Sampai Desember

JAKARTA–Pemerintah memutuskan untuk memperpanjang pemberian bansos. Awalnya, bansos hanya diberikan tiga bulan dari April sampai Juni, namun akhirnya diperpanjang hingga Desember 2020. Sehingga, total...

Film MOHAN, Ini Dia Official Teasernya

Rumah Produksi Warna tengah merampungkan pembuatan film MOHAN. Film bergenre drama remaja tersebut tengah memasuki fase shooting. Namun demikian sebagai bocoran Warna telah meluncurkan cuplikan Official Teaser nya.

Di Tengah Pandemi Korona, Dua Murid SMP di Lombok Tengah Menikah

Saat sekolah tak kunjung dibuka karena Pandemi Korona dua pelajar SMP di Lombok Tengah memilih untuk melangsungkan pernikahan Sabtu (12/9) lalu. Mereka adalah Suhaimi, kelas 2 SMP asal  Desa Pengenjek, Kecamatan Pringgarata menikahi Nur Herawati, kelas 1 SMP.
Enable Notifications    Ok No thanks