alexametrics
Senin, 28 September 2020
Senin, 28 September 2020

Kecanduan Mabok Bikin Goblok, Terdorong Nyolong demi Minuman Keras

MATARAM-Tiga kasus pencurian ditangani Polsek Lingsar dalam sepekan. Pelakunya, sejumlah pemuda yang kecanduan minuman keras (Miras).

Mereka tak memiliki uang untuk memenuhi hasratnya menikmati miras. Sehingga, nekat mencuri.

Kasus pertama, dua pemuda berinisial DI dan PA nekat mencuri burung. Yang dicurinya bukan burung biasa. ”Burung itu kerap menang kontes lomba sehingga harganya cukup mahal,” kata Kapolres Mataram AKBP H Saiful Alam saat jumpa pers didampingi Kapolres Lingsar IPTU Gde Sukarta, kemarin (18/10).

Harga burung tersebut pernah ditawar Rp 4 juta. ”Lalu dia mencuri kesempatan. Ketika rumah korban sepi, mereka langsung beraksi,” ujarnya.

Mereka sudah tiga kali mencuri burung. Mereka menjual dengan harga bervariasi. “Dari Rp 500 hingga Rp 700 ribu,” ujarnya.

Uang tersebut dibagi rata setelah mereka minum-minuman keras. Karena mereka teman sejawat yang kerap mencuri burung warga.

Tersangka DI mengatakan, dia menjual burung kepada tetangganya. Dia menjualnya dengan harga murah. ”Saya jual Rp 200 ribu burung itu,” kata DI.

Tetapi, burung tersebut belum dibayar. Karena, keburu tertangkap polisi. ”Belum dibayar sama pembelinya,” ucapnya.

Rencananya, uang tersebut akan digunakan untuk membeli miras. Selanjutnya, akan diminum bersama. ”Kita berdua sering minum. Karena, tidak ada uang untuk beli, makanya kami curi burung itu,” kata DI.

Selanjutnya, dua pemuda berinisial JU dan ZA. Dua pemuda itu kerap mencuri tabung gas milik warga.

Perjalanan JU dan ZA berakhir di Pondok Pesantren Al Istiqomah. Mereka kepergok para santri saat sedang mengambil tabung gas di dapur. ”Lalu diteriaki maling dan mengundang reaksi warga pondok,” kata Kapolsek Lingsar IPTU Gde Sukarta.

Dia berusaha kabur, tetapi malah dikepung para santri. Karena, takut ada tindakan menghakimi sendiri, tim langsung mengamankan pelaku. ”Kita langsung melakukan proses hukum,” ucapnya.

Dari hasil interogasi, mereka mencuri karena tak memiliki uang untuk pergi mabuk. ”Alasannya, uang itu digunakan untuk membeli minuman tuak (mabuk),” kata dia.

Di lokasi berbeda juga terjadi pencurian. Yakni di SDN 4 Batu Kumbung Lingsar. Pelaku ZA dan TO mencuri mesin pompa air.

Kapolres Mataram AKBP Saiful Alam mengatakan, pelaku sudah tiga kali melakukan aksi pencurian di wilayah hukum Polsek Lingsar. Mereka mengambil mesin pompa air milik sekolah pada sore hari. “Mereka sengaja mengambil sore, karena saat itu waktu yang sepi di sekolah itu,” ucapnya.

Lalu mesin tersebut dibopong melalui pintu belakang. Selanjutnya, dibawa pulang menggunakan sepeda motor milik TO. ”Mesin hasil petikannya disimpan di rumah ZA. ” jelas Kapolres.

Saat kita lakukan penggeledahan, didalam rumah ZA juga terdapat dua mesin. Diduga mesin tersebut merupakan hasil dari tindak pidana pencurian. “Kita sudah tanyakan ke pelaku. Mereka mengakui mesin tersebut adalah hasil curian dilokasi lain,” ujarnya.

Mereka mengaku, uang hasil penjualan mesin dibagi dua. Mereka juga gunakan untuk membeli tuak (miras tradisional). ”Ya, mereka gunakan uang hasil curiannya untuk mabuk-mabukan,” ungkapnya.

Minum-minuman yang memabukkan juga dapat merusak pola pikir. Buktinya, enam anak muda yang ditangkap Polsek Lingsar tersebut rusak karena miras. “Miras juga bisa merusak pola pikir kita,” pungkasnya. (arl/r2)

- advertisement mobile-

Berita Terbaru

Simulasi Pembukaan Sekolah di NTB, Kerumunan Siswa Masih Terjadi

”Kalau di dalam lingkungan sekolah, semuanya tertib, tetapi pada saat pulang, masih ada kita temukan (kerumunan) meski tidak terlalu banyak ya,” ujarnya.

15 Ribu Suara Partai Non Parlemen Siap Dukung MUDA

"Kami berterima kasih atas dukungan tiga partai ini kepada kami," ujar HL Makmur Said memberikan apresiasi.

Bale Honda, Permudah Konsumen Servis dari Kantor

”Harapannya melalui aktivitas ini mampu meningkatkan kepedulian masyarakat agar tetap memperhatikan keamanan dan kenyamanan dari kendaraan pribadinya,” ujar Technical Service Sub Dept Head Astra Motor NTB Anton Prihatno.

Selain Pro-KES, MUDA Tawarkan Program Mataram Mudah

Berhasil menarik simpatik masyarakat dengan program Kartu Pro-KES, pasangan bakal calon Wali Kota dan Wakil Wali Kota Mataram HL Makmur Said-H Badruttamam Ahda (MUDA) kembali menawarkan program menarik. Pasangan ini memawarkan program Mataram MUDAH yang berkaitan dengan reformasi pelayanan birokrasi di Pemkot Mataram.

Belum Terima Bantuan Kuota, Siswa Diminta Lapor ke Sekolah

Bantuan subsidi kuota internet 2020 dari Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan (Kemendikbud) resmi dikucurkan sejak Selasa (22/9). Kuota diberikan bertahap. Bila hingga batas waktu belum menerima, peserta didik dan pendidik dipersilahkan lapor.

Penataan Kawasan Wisata Senggigi Dimulai

Penataan kawasan wisata Senggigi direalisasikan Dinas Pariwisata (Dispar) Lombok Barat (Lobar). Sayang, dari tujuh proyek dalam perencanaan, hanya lima yang bisa dieksekusi.

Paling Sering Dibaca

Perubahan Sosial di Era Pandemi

KEHADIRAN pandemi Coronavirus Disease 2019 (Covid-19) telah mengubah tatanan dunia dalam waktu singkat. Barangkali juga tidak ada yang pernah membayangkan bahwa pandemi ini akan menyebabkan derita kemanusiaan yang begitu mendalam. Bahkan dalam waktu yang tidak lama, pandemi ini telah menyebar secara cepat dalam skala luas dan menimbulkan banyak korban jiwa.

Bantuan Uang Tunai untuk Warga Terdampak Korona Diperpanjang Sampai Desember

JAKARTA–Pemerintah memutuskan untuk memperpanjang pemberian bansos. Awalnya, bansos hanya diberikan tiga bulan dari April sampai Juni, namun akhirnya diperpanjang hingga Desember 2020. Sehingga, total...

Perkembangan Bahasa Indonesia sebagai Pemersatu Bangsa

Kongres pemuda kedua pada 28 Oktober 1928 menyatakan pengakuan terhadap tumpah darah yang satu, tanah air indonesia; satu bangsa, bangsa Indonesia; dan menjunjung bahasa...

Karyawan Swasta Gaji di Bawah 5 Juta Bakal Dapat Bansos Rp 600 Ribu

KONSUMSI masyarakat yang rendah membuat pemerintah memutar otak mencari solusi. Kepala Badan Kebijakan Fiskal (BKF) Kementerian Keuangan (Kemenkeu) Febrio Kacaribu menuturkan, pemerintah tengah memfinalisasi pemberian bansos bagi karyawan non PNS dan BUMN senilai Rp 600 ribu per bulan.

Bantuan Presiden, Pedagang Kaki Lima Bakal Diberi Rp 2,4 Juta

Kucuran bantuan pemerintah dalam rangka stimulus ekonomi di tengah pandemi Covid-19 semakin beragam. Kemarin (19/8) sore di halaman tengah Istana Merdeka bersama sejumlah pedagang kecil, Presiden Joko Widodo (Jokowi) memperkenalkan Bantuan Presiden (Banpres) Produktif.
Enable Notifications    Ok No thanks